KESEHATAN,JS- Peredaran kosmetik palsu di platform digital kembali menjadi sorotan serius. Produk ilegal kini semakin mudah ditemukan di marketplace, media sosial, hingga toko online yang menawarkan harga murah dengan klaim hasil instan. Ironisnya, banyak pelaku mencantumkan logo Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meyakinkan calon pembeli.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena masyarakat sering menganggap produk aman hanya karena menampilkan nomor registrasi atau logo resmi. Padahal, tidak sedikit produk yang memalsukan identitas izin edar demi meningkatkan penjualan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pengawasan kosmetik ilegal di ruang digital terus diperkuat sepanjang tahun 2026. Langkah itu mencakup patroli siber, pemantauan media sosial, hingga penindakan langsung terhadap gudang penyimpanan barang ilegal.
Fenomena kosmetik palsu tidak hanya merugikan konsumen secara finansial. Produk tanpa pengawasan resmi juga berpotensi menyebabkan kerusakan kulit, iritasi, alergi berat, bahkan gangguan kesehatan jangka panjang akibat kandungan bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon.
BPOM Jalankan Patroli Siber 24 Jam Nonstop
BPOM kini mengandalkan tim siber dan intelijen digital untuk memantau aktivitas penjualan kosmetik ilegal di internet. Tim tersebut bekerja selama 24 jam penuh untuk menelusuri akun media sosial, tautan marketplace, hingga promosi live streaming yang menjual produk tanpa izin edar.
Menurut Taruna Ikrar, pengawasan digital tidak berhenti pada proses take down atau penghapusan tautan penjualan. Petugas juga melacak lokasi fisik penyimpanan barang agar penindakan berjalan lebih efektif.
“Berdasarkan patroli siber dan intelijen, kami menemukan lokasi penyimpanan produk ilegal. Gudang-gudangnya langsung kami datangi dan kami sita,” ujarnya.
Strategi itu membuat BPOM mampu memutus rantai distribusi dari hulu hingga hilir. Dengan cara tersebut, aparat tidak hanya menghapus iklan di internet, tetapi juga menghentikan aktivitas distribusi secara langsung.
Langkah agresif ini sekaligus menjadi sinyal keras bagi pelaku usaha ilegal yang selama ini memanfaatkan media sosial untuk mengedarkan kosmetik tanpa standar keamanan.
Modus Baru Penjual Kosmetik Ilegal di Media Sosial
Penjualan kosmetik ilegal kini berkembang sangat cepat karena pelaku memanfaatkan berbagai celah digital. Banyak akun menggunakan testimoni palsu, foto editan, hingga endorsement untuk menarik perhatian konsumen.
Beberapa modus yang paling sering ditemukan antara lain:
1. Mencantumkan Logo BPOM Palsu
Pelaku memasang logo resmi BPOM pada kemasan atau deskripsi produk untuk membangun kepercayaan pembeli.
2. Menggunakan Nomor Registrasi Fiktif
Sebagian penjual menampilkan nomor izin edar palsu yang tidak terdaftar dalam database resmi.
3. Menjual Produk Whitening Instan
Produk pemutih dengan klaim hasil cepat masih menjadi kategori paling laris meski banyak mengandung bahan berbahaya.
4. Memanfaatkan Live Shopping
Pelaku mempromosikan produk lewat siaran langsung di platform video pendek agar transaksi berlangsung cepat tanpa verifikasi ketat.
5. Harga Sangat Murah
Harga jauh di bawah pasar sering menjadi umpan utama untuk menarik pembeli impulsif.
Karena itu, masyarakat perlu lebih teliti sebelum membeli produk kecantikan secara online. Konsumen sebaiknya memeriksa izin edar langsung melalui kanal resmi BPOM dan tidak mudah tergiur klaim instan.
BPOM Gandeng Platform Digital Global
BPOM tidak hanya mengandalkan pengawasan internal. Lembaga tersebut juga mulai menjajaki kerja sama dengan perusahaan teknologi global seperti Meta dan Google.
Kolaborasi itu bertujuan mempercepat pemblokiran konten berbahaya sebelum diakses masyarakat luas. Nantinya, sistem pengawasan BPOM akan terhubung langsung dengan platform digital untuk mendeteksi promosi produk ilegal secara otomatis.
Taruna menjelaskan bahwa video promosi yang terindikasi berbahaya dapat langsung memunculkan peringatan resmi sebelum pengguna membuka konten tersebut.
Langkah tersebut dinilai penting karena tren belanja kosmetik online terus meningkat setiap tahun. Selain marketplace besar, penjualan kini menyebar ke berbagai platform video pendek dan media sosial yang sulit diawasi secara manual.
Jika kerja sama ini berjalan efektif, BPOM dapat mempercepat proses pemblokiran konten berbahaya sekaligus menekan penyebaran iklan produk ilegal.
Ratusan Kasus Kosmetik Ilegal Masuk Jalur Hukum
BPOM menegaskan bahwa pengawasan tidak berhenti pada edukasi publik. Lembaga itu juga membawa banyak kasus ke proses hukum untuk memberikan efek jera kepada pelaku.
Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa puluhan kasus telah masuk tahap pro justitia dan masih berjalan hingga sekarang. Penegakan hukum tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk menekan peredaran kosmetik ilegal di Indonesia.
“BPOM bukan hanya melakukan take down konten. Kami juga berkomitmen melakukan penindakan hukum terhadap setiap pelanggaran,” tegasnya.
Langkah hukum tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengambil pendekatan lebih serius terhadap perdagangan produk kecantikan ilegal. Sebab, nilai bisnis kosmetik online terus meningkat dan memicu munculnya banyak produk tanpa pengawasan.
Bahaya Kosmetik Ilegal yang Jarang Disadari
Banyak konsumen masih fokus pada hasil instan tanpa memahami risiko kesehatan jangka panjang. Padahal, kosmetik ilegal sering menggunakan bahan berbahaya demi memberikan efek cepat.
Berikut beberapa risiko yang paling sering muncul:
- Kulit iritasi dan terbakar
- Muncul flek hitam permanen
- Kerusakan lapisan kulit
- Gangguan hormon
- Risiko kanker kulit akibat bahan kimia tertentu
- Kerusakan ginjal akibat paparan merkuri
Produk ilegal juga umumnya diproduksi tanpa standar kebersihan yang jelas. Akibatnya, kandungan bakteri atau zat berbahaya sangat sulit dikontrol.
Karena itu, masyarakat perlu mengutamakan keamanan dibanding harga murah atau hasil instan.
Cara Cek Kosmetik Aman dan Terdaftar BPOM
Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana sebelum membeli produk kecantikan online:
Periksa Nomor Registrasi
Pastikan nomor BPOM benar-benar terdaftar melalui situs resmi atau aplikasi BPOM.
Hindari Klaim Berlebihan
Produk yang menjanjikan kulit putih dalam hitungan hari patut dicurigai.
Cek Komposisi Produk
Hindari produk yang tidak mencantumkan bahan secara lengkap.
Jangan Mudah Percaya Testimoni
Banyak testimoni di media sosial dibuat untuk kepentingan promosi.
Beli dari Toko Resmi
Utamakan official store atau distributor terpercaya.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu konsumen terhindar dari risiko penggunaan kosmetik berbahaya.
Tren Belanja Online Bikin Peredaran Produk Ilegal Semakin Masif
Lonjakan transaksi digital setelah era media sosial membuat penjualan kosmetik online berkembang sangat cepat. Pelaku usaha ilegal memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap produk kecantikan untuk meraih keuntungan besar.
Selain itu, algoritma media sosial membuat promosi produk semakin mudah menjangkau pengguna. Video viral dan endorsement selebritas digital sering memicu pembelian impulsif tanpa pengecekan keamanan produk.
Situasi itu membuat pengawasan menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Sebab, pelaku dapat membuat akun baru dalam waktu singkat setelah akun lama diblokir.
Karena itu, edukasi konsumen tetap menjadi faktor penting selain penegakan hukum.
FAQ
Apa ciri kosmetik palsu?
Kosmetik palsu biasanya memiliki harga terlalu murah, kemasan berbeda, nomor BPOM tidak valid, serta menjanjikan hasil instan.
Apakah logo BPOM menjamin produk asli?
Tidak selalu. Banyak pelaku memalsukan logo dan nomor registrasi untuk menipu pembeli.
Bagaimana cara cek nomor BPOM?
Masyarakat dapat memeriksa langsung melalui situs resmi atau aplikasi resmi BPOM.
Apa bahaya kosmetik ilegal?
Produk ilegal berisiko menyebabkan iritasi, kerusakan kulit, gangguan organ, hingga efek kesehatan jangka panjang.
Apa tindakan BPOM terhadap pelaku?
BPOM melakukan patroli siber, penyitaan gudang, pemblokiran konten, dan proses hukum terhadap pelaku.
Kesimpulan
Peredaran kosmetik palsu di era digital semakin mengkhawatirkan karena pelaku memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk menjangkau konsumen lebih luas. Penggunaan logo BPOM palsu membuat banyak masyarakat tertipu dan menganggap produk aman.
BPOM kini memperkuat pengawasan melalui patroli siber 24 jam, penyitaan gudang ilegal, hingga kerja sama dengan platform digital global seperti Meta dan Google. Langkah hukum terhadap pelaku juga terus berjalan untuk memberikan efek jera.
Meski demikian, peran masyarakat tetap sangat penting. Konsumen harus lebih teliti sebelum membeli produk kecantikan online dan tidak mudah tergiur harga murah maupun klaim hasil instan.(*)









