JAMBI,JS- Harga kelapa sawit di Provinsi Jambi periode 8-14 Mei 2026 kembali menjadi perhatian petani, pelaku usaha perkebunan, hingga investor sektor agribisnis. Meski mengalami koreksi tipis, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat pabrik masih bertahan pada level tinggi dan dinilai cukup stabil.
Berdasarkan hasil penetapan resmi tim harga TBS Provinsi Jambi, harga sawit tertinggi untuk usia tanaman 10 hingga 20 tahun tercatat sebesar Rp3.894,98 per kilogram. Angka tersebut turun sekitar Rp8,90 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Meski turun tipis, harga sawit Jambi hari ini masih memberi harapan positif bagi petani plasma dan pelaku industri crude palm oil (CPO). Stabilnya harga CPO global serta tingginya permintaan ekspor masih menopang pergerakan harga sawit nasional.
Harga Sawit Jambi Periode 8-14 Mei 2026 Resmi Dirilis
Tim penetapan harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi yang terdiri dari Dinas Perkebunan, perusahaan kelapa sawit, koperasi petani, dan unsur terkait lainnya telah menetapkan harga terbaru untuk periode 8 hingga 14 Mei 2026.
Penetapan tersebut mengacu pada perkembangan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), harga kernel, serta indeks K yang berlaku di Provinsi Jambi.
Untuk periode ini, harga CPO tercatat sebesar Rp15.051,70 per kilogram. Sementara itu, harga kernel sawit berada di angka Rp15.262,00 per kilogram dengan indeks K mencapai 95,02 persen.
Faktor tersebut membuat harga TBS sawit Jambi tetap bertahan di level tinggi meski pasar global mulai bergerak fluktuatif.
Daftar Lengkap Harga Sawit Jambi Terbaru 8-14 Mei 2026
Berikut rincian harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi berdasarkan usia tanaman:
1. Harga Sawit Umur 3 Tahun
Harga TBS sawit usia 3 tahun berada di level Rp3.018,91 per kilogram.
2. Harga Sawit Umur 4 Tahun
Harga sawit umur 4 tahun tercatat sebesar Rp3.245,23 per kilogram.
3. Harga Sawit Umur 5 Tahun
Harga TBS sawit umur 5 tahun mencapai Rp3.392,84 per kilogram.
4. Harga Sawit Umur 6 Tahun
Harga sawit usia 6 tahun berada pada angka Rp3.533,29 per kilogram.
5. Harga Sawit Umur 7 Tahun
Harga sawit umur 7 tahun ditetapkan sebesar Rp3.622,19 per kilogram.
6. Harga Sawit Umur 8 Tahun
Harga TBS sawit usia 8 tahun tercatat Rp3.701,17 per kilogram.
7. Harga Sawit Umur 9 Tahun
Harga sawit umur 9 tahun berada di angka Rp3.772,79 per kilogram.
8. Harga Sawit Umur 10-20 Tahun
Harga tertinggi berlaku untuk sawit usia produktif 10 hingga 20 tahun yakni Rp3.894,98 per kilogram.
9. Harga Sawit Umur 21-24 Tahun
Harga TBS sawit usia 21 sampai 24 tahun tercatat sebesar Rp3.781,89 per kilogram.
10. Harga Sawit Umur 25 Tahun
Sawit usia 25 tahun berada pada level Rp3.615,91 per kilogram.
Harga Sawit di Tingkat Petani Masih Berbeda
Meski harga resmi di tingkat pabrik menyentuh hampir Rp3.900 per kilogram, petani mandiri di lapangan belum sepenuhnya menikmati angka tersebut.
Saat ini, harga sawit yang diterima petani maupun tengkulak di sejumlah wilayah Jambi berkisar antara Rp3.000 hingga Rp3.400 per kilogram. Perbedaan harga muncul akibat kualitas buah, potongan transportasi, rendemen, hingga lokasi penjualan.
Petani plasma umumnya memperoleh harga lebih tinggi karena mengikuti skema kemitraan dengan perusahaan kelapa sawit. Sebaliknya, petani mandiri masih menghadapi tantangan rantai distribusi dan biaya operasional.
Selain itu, kondisi jalan kebun dan jarak menuju pabrik kelapa sawit (PKS) juga memengaruhi harga jual TBS di tingkat petani.
Harga CPO Global Masih Jadi Penentu Utama
Pergerakan harga sawit di Indonesia, termasuk di Jambi, masih sangat bergantung pada harga crude palm oil (CPO) global. Ketika harga CPO naik, harga TBS sawit domestik biasanya ikut terdorong naik.
Sebaliknya, jika pasar ekspor melemah akibat perlambatan ekonomi dunia atau turunnya permintaan dari negara importir utama seperti India dan China, harga sawit berpotensi terkoreksi.
Saat ini, pasar masih menunggu perkembangan permintaan biodiesel, kebijakan ekspor pemerintah, serta dinamika harga minyak nabati dunia.
Di sisi lain, produksi sawit nasional juga mulai meningkat seiring memasuki musim panen di sejumlah daerah sentra perkebunan.
Petani Sawit Jambi Masih Optimistis
Meski harga sawit turun tipis, mayoritas petani di Jambi masih optimistis terhadap prospek sawit sepanjang 2026. Harga yang tetap berada di atas Rp3.000 per kilogram dinilai masih cukup menguntungkan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Banyak petani berharap harga sawit kembali naik apabila permintaan ekspor meningkat dan harga CPO global kembali menguat.
Selain itu, sektor sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di berbagai kabupaten di Jambi seperti Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Merangin, hingga Sarolangun.
Perputaran ekonomi dari sektor sawit juga berdampak langsung terhadap perdagangan, jasa transportasi, hingga UMKM di daerah perkebunan.
Harga Sawit Berpotensi Berubah Pekan Depan
Tim penetapan harga TBS Provinsi Jambi menegaskan bahwa harga sawit bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar internasional.
Karena itu, petani dan pelaku usaha diminta terus memantau perkembangan harga CPO dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan ekspor pemerintah.
Jika harga minyak sawit mentah kembali menguat, maka harga TBS sawit di Jambi berpotensi naik pada periode berikutnya.
Sebaliknya, tekanan pasar global dapat membuat harga sawit kembali terkoreksi.
Namun hingga pertengahan Mei 2026, harga sawit Jambi masih tergolong stabil dan belum memicu penurunan signifikan terhadap aktivitas penjualan TBS di tingkat petani.(*)









