Harga Sawit Jambi Turun Tipis Hari Ini, TBS Tembus Rp3.894/Kg: Cek Daftar Lengkapnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Harga kelapa sawit di Provinsi Jambi periode 8-14 Mei 2026 kembali menjadi perhatian petani, pelaku usaha perkebunan, hingga investor sektor agribisnis. Meski mengalami koreksi tipis, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat pabrik masih bertahan pada level tinggi dan dinilai cukup stabil.

Berdasarkan hasil penetapan resmi tim harga TBS Provinsi Jambi, harga sawit tertinggi untuk usia tanaman 10 hingga 20 tahun tercatat sebesar Rp3.894,98 per kilogram. Angka tersebut turun sekitar Rp8,90 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Meski turun tipis, harga sawit Jambi hari ini masih memberi harapan positif bagi petani plasma dan pelaku industri crude palm oil (CPO). Stabilnya harga CPO global serta tingginya permintaan ekspor masih menopang pergerakan harga sawit nasional.

Harga Sawit Jambi Periode 8-14 Mei 2026 Resmi Dirilis

Tim penetapan harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi yang terdiri dari Dinas Perkebunan, perusahaan kelapa sawit, koperasi petani, dan unsur terkait lainnya telah menetapkan harga terbaru untuk periode 8 hingga 14 Mei 2026.

Penetapan tersebut mengacu pada perkembangan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), harga kernel, serta indeks K yang berlaku di Provinsi Jambi.

Untuk periode ini, harga CPO tercatat sebesar Rp15.051,70 per kilogram. Sementara itu, harga kernel sawit berada di angka Rp15.262,00 per kilogram dengan indeks K mencapai 95,02 persen.

Faktor tersebut membuat harga TBS sawit Jambi tetap bertahan di level tinggi meski pasar global mulai bergerak fluktuatif.

Daftar Lengkap Harga Sawit Jambi Terbaru 8-14 Mei 2026

Berikut rincian harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi berdasarkan usia tanaman:

Baca Juga :  Kabar Gembira! Beasiswa Tahfiz Jambi 2026 Dibuka Sampai 20 Mei, Ini Cara Daftarnya

1. Harga Sawit Umur 3 Tahun

Harga TBS sawit usia 3 tahun berada di level Rp3.018,91 per kilogram.

2. Harga Sawit Umur 4 Tahun

Harga sawit umur 4 tahun tercatat sebesar Rp3.245,23 per kilogram.

3. Harga Sawit Umur 5 Tahun

Harga TBS sawit umur 5 tahun mencapai Rp3.392,84 per kilogram.

4. Harga Sawit Umur 6 Tahun

Harga sawit usia 6 tahun berada pada angka Rp3.533,29 per kilogram.

5. Harga Sawit Umur 7 Tahun

Harga sawit umur 7 tahun ditetapkan sebesar Rp3.622,19 per kilogram.

6. Harga Sawit Umur 8 Tahun

Harga TBS sawit usia 8 tahun tercatat Rp3.701,17 per kilogram.

7. Harga Sawit Umur 9 Tahun

Harga sawit umur 9 tahun berada di angka Rp3.772,79 per kilogram.

8. Harga Sawit Umur 10-20 Tahun

Harga tertinggi berlaku untuk sawit usia produktif 10 hingga 20 tahun yakni Rp3.894,98 per kilogram.

9. Harga Sawit Umur 21-24 Tahun

Harga TBS sawit usia 21 sampai 24 tahun tercatat sebesar Rp3.781,89 per kilogram.

10. Harga Sawit Umur 25 Tahun

Sawit usia 25 tahun berada pada level Rp3.615,91 per kilogram.

Harga Sawit di Tingkat Petani Masih Berbeda

Meski harga resmi di tingkat pabrik menyentuh hampir Rp3.900 per kilogram, petani mandiri di lapangan belum sepenuhnya menikmati angka tersebut.

Saat ini, harga sawit yang diterima petani maupun tengkulak di sejumlah wilayah Jambi berkisar antara Rp3.000 hingga Rp3.400 per kilogram. Perbedaan harga muncul akibat kualitas buah, potongan transportasi, rendemen, hingga lokasi penjualan.

Petani plasma umumnya memperoleh harga lebih tinggi karena mengikuti skema kemitraan dengan perusahaan kelapa sawit. Sebaliknya, petani mandiri masih menghadapi tantangan rantai distribusi dan biaya operasional.

Baca Juga :  Muaro Jambi Krisis 972 Tenaga Pendidik! Sekolah Terancam Kekurangan Guru Matematika dan Bahasa Inggris

Selain itu, kondisi jalan kebun dan jarak menuju pabrik kelapa sawit (PKS) juga memengaruhi harga jual TBS di tingkat petani.

Harga CPO Global Masih Jadi Penentu Utama

Pergerakan harga sawit di Indonesia, termasuk di Jambi, masih sangat bergantung pada harga crude palm oil (CPO) global. Ketika harga CPO naik, harga TBS sawit domestik biasanya ikut terdorong naik.

Sebaliknya, jika pasar ekspor melemah akibat perlambatan ekonomi dunia atau turunnya permintaan dari negara importir utama seperti India dan China, harga sawit berpotensi terkoreksi.

Saat ini, pasar masih menunggu perkembangan permintaan biodiesel, kebijakan ekspor pemerintah, serta dinamika harga minyak nabati dunia.

Di sisi lain, produksi sawit nasional juga mulai meningkat seiring memasuki musim panen di sejumlah daerah sentra perkebunan.

Petani Sawit Jambi Masih Optimistis

Meski harga sawit turun tipis, mayoritas petani di Jambi masih optimistis terhadap prospek sawit sepanjang 2026. Harga yang tetap berada di atas Rp3.000 per kilogram dinilai masih cukup menguntungkan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Banyak petani berharap harga sawit kembali naik apabila permintaan ekspor meningkat dan harga CPO global kembali menguat.

Selain itu, sektor sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di berbagai kabupaten di Jambi seperti Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Merangin, hingga Sarolangun.

Perputaran ekonomi dari sektor sawit juga berdampak langsung terhadap perdagangan, jasa transportasi, hingga UMKM di daerah perkebunan.

Baca Juga :  Buang Sampah Sembarangan di Kota Jambi? Siap-Siap Kena Denda hingga Rp50 Juta

Harga Sawit Berpotensi Berubah Pekan Depan

Tim penetapan harga TBS Provinsi Jambi menegaskan bahwa harga sawit bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar internasional.

Karena itu, petani dan pelaku usaha diminta terus memantau perkembangan harga CPO dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan ekspor pemerintah.

Jika harga minyak sawit mentah kembali menguat, maka harga TBS sawit di Jambi berpotensi naik pada periode berikutnya.

Sebaliknya, tekanan pasar global dapat membuat harga sawit kembali terkoreksi.

Namun hingga pertengahan Mei 2026, harga sawit Jambi masih tergolong stabil dan belum memicu penurunan signifikan terhadap aktivitas penjualan TBS di tingkat petani.(*)

Berita Terkait

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
BKN Fasilitasi Penataan Kepala Sekolah di Sungai Penuh, BKPSDM Dorong Sistem Merit dan Profesionalisme ASN
Pengusaha di Merangin Garut Kepala!, Pemkab Naikkan Tarif Listrik Perusahaan dari Rp200 Jadi Rp1.035 per kWh
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:44 WIB

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:13 WIB

Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:01 WIB

Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Senin, 29 Jun 2026 - 20:01 WIB