Ngeri! Jembatan Tamiai Nyaris Ambruk, Pengendara Takut Lewat Setiap Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI,JS- Kondisi jembatan penghubung dari Desa Tamiai menuju arah Sako kini memicu perhatian publik setelah video dan foto kerusakannya viral di media sosial Facebook. Warga setempat mengaku resah karena kondisi jembatan semakin rusak parah dan membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi warga untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kebutuhan sehari-hari. Namun saat ini, permukaan jembatan hanya tersisa papan kayu biasa yang sudah lapuk dan sebagian terlihat nyaris ambruk.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi kecelakaan fatal di lokasi tersebut.

Warga Sebut Kondisi Jembatan Sangat Membahayakan

Tokoh masyarakat setempat, Asmaldi, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan saat ini sangat mengkhawatirkan. Ia menilai kerusakan terus bertambah parah, terutama setelah intensitas hujan meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

“Sekarang kondisi jembatan Tamiai ini sangat mengkhawatirkan dan rawan terjadi kecelakaan,” ujar Asmaldi.

Menurutnya, masyarakat selama ini hanya mampu memperbaiki jembatan secara swadaya menggunakan papan kayu seadanya. Karena keterbatasan biaya, perbaikan yang dilakukan tidak mampu bertahan lama.

Akibatnya, bagian jembatan kembali rusak dan membahayakan pengendara roda dua maupun warga yang berjalan kaki.

Selain licin, beberapa bagian papan juga tampak patah dan berlubang. Kondisi tersebut membuat warga harus ekstra hati-hati ketika melintas, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.

Akses Vital Warga Desa

Jembatan Tamiai bukan sekadar jalur biasa. Infrastruktur tersebut menjadi urat nadi penghubung masyarakat menuju wilayah Sako dan beberapa daerah sekitar.

Setiap hari, warga memanfaatkan jalur itu untuk membawa hasil pertanian, mengantar anak sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan. Karena itu, kerusakan jembatan langsung berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Jam Kerja ASN Resmi Ditetapkan, BKPSDM Sungai Penuh Tegaskan: Tak Ada Lagi ASN Datang-Absen-Pulang!

Warga mengaku tidak memiliki jalur alternatif yang memadai. Jika jembatan benar-benar putus, masyarakat harus memutar dengan jarak yang jauh dan memakan waktu lebih lama.

Situasi itu tentu akan memperburuk aktivitas warga dan meningkatkan biaya transportasi masyarakat desa.

Viral di Facebook, Warganet Soroti Infrastruktur Desa

Video kondisi jembatan rusak tersebut kini ramai dibagikan pengguna Facebook. Banyak warganet menyampaikan keprihatinan sekaligus mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap infrastruktur desa.

Beberapa komentar bahkan menyebut kondisi jembatan tersebut sudah tidak layak dilalui kendaraan. Warganet meminta pemerintah daerah segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi sebelum memakan korban.

Viralnya kondisi jembatan Tamiai menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur pedesaan masih menjadi perhatian serius masyarakat.

Di sisi lain, publik juga menilai pembangunan infrastruktur harus merata hingga ke wilayah pelosok karena akses jalan dan jembatan menjadi kebutuhan utama masyarakat desa.

Warga Bergotong Royong Perbaiki Jembatan

Selama ini, warga Tamiai hanya mengandalkan gotong royong untuk mempertahankan fungsi jembatan. Masyarakat mengumpulkan kayu dan papan secara mandiri agar kendaraan masih bisa melintas.

Namun upaya tersebut hanya bersifat sementara. Material kayu cepat rusak akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas penggunaan.

Selain itu, kondisi struktur dasar jembatan juga mulai melemah sehingga warga tidak bisa melakukan perbaikan permanen tanpa bantuan pemerintah.

Meski begitu, semangat gotong royong masyarakat tetap terlihat kuat. Warga berharap perhatian pemerintah segera datang agar akses utama desa kembali aman digunakan.

Ancaman Kecelakaan Semakin Nyata

Kerusakan jembatan kini menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Pengendara motor harus melintas secara perlahan karena papan jembatan bergoyang saat dilewati.

Anak-anak sekolah juga terpaksa melewati jalur tersebut setiap hari. Kondisi itu membuat orang tua khawatir akan risiko kecelakaan.

Baca Juga :  Viral! Jalan Tebo–Rimbo Bujang Dipenuhi Lubang, Warga Keluhkan Debu dan Lumpur

Apalagi saat hujan turun, permukaan papan menjadi sangat licin dan sulit dikendalikan. Jika tidak segera diperbaiki, warga khawatir jembatan bisa ambruk total sewaktu-waktu.

Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan penanganan darurat sebelum proses pembangunan permanen dilakukan.

Infrastruktur Desa Jadi Sorotan

Kasus jembatan Tamiai kembali membuka perhatian publik terhadap kondisi infrastruktur pedesaan di berbagai daerah. Banyak wilayah masih menghadapi kerusakan jalan dan jembatan yang belum tersentuh perbaikan maksimal.

Padahal infrastruktur memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Jalan dan jembatan yang layak akan mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan, dan membuka peluang usaha masyarakat.

Karena itu, warga berharap pemerintah menjadikan pembangunan infrastruktur desa sebagai prioritas utama.

Harapan Besar Warga kepada Pemerintah

Masyarakat Tamiai kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk memperbaiki jembatan tersebut. Warga berharap perbaikan tidak lagi menggunakan material sementara, melainkan pembangunan permanen yang kuat dan tahan lama.

Selain demi keselamatan masyarakat, pembangunan jembatan juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

Warga berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran dan melakukan survei lapangan agar kerusakan tidak semakin parah.

Jika penanganan terus tertunda, masyarakat khawatir akses utama menuju Sako akan terputus total dan melumpuhkan aktivitas warga.

Kesimpulan

Kerusakan jembatan penghubung Desa Tamiai menuju Sako kini menjadi perhatian luas setelah viral di media sosial. Kondisi papan yang lapuk dan nyaris ambruk membuat warga mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintas.

Selama ini masyarakat hanya mampu melakukan perbaikan seadanya melalui gotong royong. Namun kerusakan terus bertambah parah dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.(*)

Berita Terkait

Aqila Naomi Siap Berjuang di Final Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Ini Pesan Wawako Azhar Hamzah
Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Kenalkan Warisan Budaya Kota Sungai Penuh di Karnaval Munas APEKSI XVIII Medan
Ini Daftar ASN yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan Merangin 2026, Siapa Paling Berpeluang?
Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Bawa Misi Investasi di Rakernas APEKSI 2026
Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota
Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:27 WIB

Aqila Naomi Siap Berjuang di Final Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Ini Pesan Wawako Azhar Hamzah

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:45 WIB

Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:12 WIB

Wali Kota Alfin Kenalkan Warisan Budaya Kota Sungai Penuh di Karnaval Munas APEKSI XVIII Medan

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:02 WIB

Ini Daftar ASN yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan Merangin 2026, Siapa Paling Berpeluang?

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:52 WIB

Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh

Berita Terbaru