Mengejutkan! Anak Muda Kini Anggap ChatGPT sebagai Penasihat Hidup, Ini Kata CEO OpenAI

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak muda sekarang jadikan ChatGPT jadi penasehat hidupnya

Anak muda sekarang jadikan ChatGPT jadi penasehat hidupnya

TEKNOLOGI,JS- Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus mengubah cara manusia bekerja, belajar, hingga mengambil keputusan sehari-hari. Di tengah pesatnya penggunaan AI generatif, ChatGPT menjadi salah satu platform paling populer yang digunakan jutaan orang di seluruh dunia.

CEO OpenAI, Sam Altman, bahkan menyebut setiap generasi kini memakai ChatGPT dengan pola yang berbeda. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik teknologi global karena menunjukkan bagaimana AI mulai mengambil peran besar dalam kehidupan manusia modern.

Dalam acara AI Ascent yang digelar oleh Sequoia Capital, Altman menjelaskan bahwa pengguna berusia lebih tua cenderung memakai ChatGPT seperti mesin pencari pengganti Google. Namun, kelompok usia muda justru memanfaatkan AI secara jauh lebih personal dan mendalam.

Fenomena ini memperlihatkan perubahan besar dalam hubungan manusia dengan teknologi digital. Jika dulu internet hanya menjadi sumber informasi, kini AI mulai bertransformasi menjadi “partner virtual” yang membantu manusia berpikir, belajar, hingga menentukan pilihan hidup.

Sam Altman: Anak Muda Gunakan ChatGPT Sebagai Penasihat Hidup

Menurut Sam Altman, pengguna usia 20 hingga 30 tahun memakai ChatGPT layaknya penasihat pribadi atau life advisor digital. Mereka bertanya soal karier, hubungan, pendidikan, produktivitas, bahkan keputusan penting sehari-hari.

Altman menilai pola penggunaan tersebut berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak anak muda kini menjadikan ChatGPT sebagai tempat berdiskusi sebelum mengambil keputusan besar.

Ia juga mengungkap bahwa mahasiswa memiliki pola penggunaan yang lebih unik lagi. Kelompok usia kuliah memanfaatkan ChatGPT seperti sebuah “sistem operasi” digital yang membantu hampir seluruh aktivitas mereka.

Mahasiswa modern tidak hanya memakai AI untuk mencari jawaban tugas kuliah. Mereka menghubungkan ChatGPT dengan catatan pribadi, dokumen pekerjaan, jadwal harian, hingga berbagai kebutuhan produktivitas lainnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar alat tambahan. Teknologi tersebut mulai menjadi bagian inti dari kehidupan digital generasi muda.

Fitur Memori ChatGPT Jadi Alasan Pengguna Makin Bergantung

Salah satu fitur yang membuat ChatGPT semakin populer ialah kemampuan memori atau memory feature. Fitur ini memungkinkan platform menyimpan konteks percakapan pengguna sehingga AI dapat memberikan respons yang lebih personal dari waktu ke waktu.

Dengan kemampuan tersebut, ChatGPT mampu memahami preferensi, kebiasaan, hingga pola komunikasi penggunanya. Hal inilah yang membuat banyak orang merasa AI semakin “mengerti” kebutuhan mereka.

Altman menjelaskan bahwa ChatGPT dapat menyimpan konteks tentang topik yang sering dibicarakan pengguna. Akibatnya, interaksi terasa lebih alami dibanding chatbot tradisional.

Bagi generasi muda yang hidup di era digital serba cepat, pengalaman personal seperti ini menjadi daya tarik utama. Banyak pengguna merasa lebih nyaman berdiskusi dengan AI karena responsnya cepat, praktis, dan tersedia selama 24 jam.

Selain itu, pengguna juga memanfaatkan ChatGPT untuk membantu menyusun rencana hidup, membuat target karier, mengatur jadwal belajar, hingga mencari solusi masalah sehari-hari.

ChatGPT Jadi Teknologi Favorit Mahasiswa Amerika Serikat

Laporan OpenAI pada tahun 2025 menunjukkan bahwa mahasiswa dan kelompok usia muda menjadi pengguna terbesar ChatGPT di Amerika Serikat.

Lebih dari sepertiga pengguna berusia 10 hingga 24 tahun diketahui aktif menggunakan platform AI tersebut. Angka ini memperlihatkan tingginya adopsi teknologi AI di kalangan generasi muda.

Baca Juga :  Gadget Populer 2026: 7 Teknologi AI Terbaru yang Diam-Diam Sudah Dipakai Banyak Orang

Mahasiswa menggunakan ChatGPT untuk berbagai kebutuhan akademik seperti:

  • Membantu riset tugas kuliah
  • Membuat ringkasan materi
  • Menyusun presentasi
  • Belajar bahasa asing
  • Menulis coding dan program
  • Mengatur jadwal belajar
  • Membantu brainstorming ide bisnis

Tidak sedikit pula mahasiswa yang memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas harian. Mereka memakai ChatGPT sebagai asisten virtual pribadi yang membantu pekerjaan digital sehari-hari.

Popularitas AI generatif di dunia pendidikan juga memicu perubahan besar dalam metode belajar modern. Banyak institusi pendidikan kini mulai menyesuaikan sistem pembelajaran agar selaras dengan perkembangan teknologi AI.

AI Mulai Mengubah Cara Manusia Mengambil Keputusan

Kemajuan ChatGPT memunculkan tren baru di masyarakat digital. Banyak orang kini menggunakan AI untuk meminta saran mengenai kehidupan pribadi.

Sebagian pengguna meminta rekomendasi hubungan asmara, konsultasi karier, manajemen stres, hingga pengembangan diri. Bahkan, beberapa orang memakai ChatGPT sebagai alternatif terapi bicara sederhana.

Fenomena ini menunjukkan bahwa AI mulai berperan dalam proses pengambilan keputusan manusia.

Namun, para ahli masih memperdebatkan keamanan penggunaan AI dalam konteks emosional dan psikologis. Sejumlah peneliti menilai AI belum mampu menggantikan peran manusia sepenuhnya, terutama untuk keputusan penting yang membutuhkan empati dan pertimbangan moral.

Meski demikian, banyak pengguna tetap merasa terbantu karena ChatGPT mampu memberikan sudut pandang baru dengan cepat.

Ahli Ingatkan Risiko Ketergantungan pada AI

Di balik popularitas ChatGPT, sejumlah pakar teknologi dan psikologi mengingatkan potensi risiko ketergantungan AI.

Sebuah studi pada November 2023 menekankan pentingnya verifikasi dan pengawasan manusia dalam penggunaan AI generatif. Penelitian tersebut meminta pengguna tetap memahami keterbatasan chatbot AI.

Para peneliti menilai ChatGPT memang mampu memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan. Namun, AI tetap bisa menghasilkan informasi yang salah, bias, atau kurang akurat.

Karena itu, pengguna tidak boleh menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber pengambilan keputusan penting.

Baca Juga :  Dokumen Sekarang Bisa “Diajak Ngobrol”, Ini Teknologi AI di Baliknya

Selain itu, muncul pula penelitian kontroversial yang menyebut model bahasa AI bersifat “secara inheren sosiopatik.” Pendapat tersebut memicu diskusi luas mengenai etika AI dan keamanan penggunaan teknologi generatif di masa depan.

Meski terdengar ekstrem, penelitian tersebut menyoroti fakta bahwa AI tidak memiliki emosi, empati nyata, maupun pemahaman moral seperti manusia.

ChatGPT Tetap Dinilai Bermanfaat untuk Kehidupan Sehari-hari

Walaupun menuai pro dan kontra, banyak penelitian lain menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT untuk aktivitas sehari-hari relatif aman dan bermanfaat jika digunakan secara bijak.

AI generatif terbukti membantu pengguna dalam:

  • Meningkatkan produktivitas kerja
  • Mempermudah akses informasi
  • Membantu proses belajar
  • Menghemat waktu riset
  • Membantu brainstorming ide
  • Mendukung kreativitas digital

Di dunia kerja, banyak perusahaan mulai mengintegrasikan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional. Sementara itu, pekerja kreatif memakai ChatGPT untuk membantu penulisan, pemasaran digital, hingga strategi bisnis.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa AI kemungkinan akan menjadi bagian permanen dari kehidupan manusia modern.

Masa Depan AI dan Kehidupan Digital Manusia

Perkembangan ChatGPT memperlihatkan bahwa hubungan manusia dengan AI semakin erat dari tahun ke tahun.

Jika sebelumnya teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu sederhana, kini AI mulai menjadi partner digital yang terlibat dalam aktivitas harian manusia.

Generasi muda menjadi kelompok paling cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Mereka tumbuh di era internet, media sosial, dan AI sehingga lebih mudah menerima kehadiran teknologi baru.

Banyak pengamat teknologi memprediksi AI generatif akan terus berkembang dan semakin personal di masa depan. Platform seperti ChatGPT kemungkinan akan memiliki kemampuan memahami pengguna secara lebih mendalam.

Namun, para ahli tetap menekankan pentingnya literasi digital dan penggunaan AI secara bijak. Pengguna perlu memahami bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti penuh pemikiran manusia.

Keseimbangan antara teknologi dan penilaian manusia menjadi faktor penting agar perkembangan AI tetap membawa manfaat positif.

FAQ

Apa itu ChatGPT?

ChatGPT adalah chatbot berbasis AI generatif yang dikembangkan oleh OpenAI untuk membantu pengguna menjawab pertanyaan, mencari informasi, hingga mendukung produktivitas digital.

Mengapa generasi muda sangat sering menggunakan ChatGPT?

Generasi muda memakai ChatGPT karena cepat, praktis, personal, dan mampu membantu berbagai aktivitas seperti belajar, bekerja, hingga mencari saran kehidupan.

Baca Juga :  10 Aplikasi Edit Video Gratis Terbaik 2026 Tanpa Watermark, Cocok untuk TikTok dan YouTube

Apakah ChatGPT aman digunakan sebagai penasihat hidup?

ChatGPT dapat membantu memberikan sudut pandang atau saran umum. Namun, pengguna tetap perlu memakai pertimbangan pribadi dan verifikasi manusia untuk keputusan penting.

Apa fungsi fitur memori di ChatGPT?

Fitur memori memungkinkan ChatGPT mengingat konteks percakapan sebelumnya agar respons menjadi lebih relevan dan personal.

Apakah AI akan menggantikan manusia?

Sebagian besar ahli menilai AI akan menjadi alat bantu manusia, bukan pengganti sepenuhnya. Manusia tetap memegang peran penting dalam empati, etika, dan pengambilan keputusan kompleks.

Kesimpulan

Pernyataan Sam Altman mengenai cara generasi muda menggunakan ChatGPT menunjukkan perubahan besar dalam hubungan manusia dan teknologi AI. Anak muda kini tidak lagi melihat AI sekadar mesin pencari, melainkan partner digital yang membantu kehidupan sehari-hari.

Kemampuan personalisasi, fitur memori, dan respons cepat membuat ChatGPT semakin dekat dengan kebutuhan manusia modern. Namun, di balik manfaat besar tersebut, pengguna tetap perlu memahami keterbatasan AI agar tidak terlalu bergantung pada teknologi.

Ke depan, perkembangan AI generatif diprediksi akan semakin masif dan memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan digital manusia.(*)

Berita Terkait

Bukan Antisosial, Ini Alasan Orang Pintar Memilih Menjaga Privasi di Media Sosial
Cara Baru Belanja di Yogyakarta, AmbarrukmoPlus Hadir dengan Reward, Event, dan Game Digital
7,3 Juta Pengguna Android Tertipu! Google Hapus 28 Aplikasi Sadap WhatsApp Palsu
AI Writer Terbaik untuk SEO dan Google Discover, Nomor 4 Bikin Konten Viral
Cari Hosting Murah Berkualitas? Ini Rekomendasi Terbaik untuk Website dan WordPress
AI Jadi Senjata Baru Hacker, Perusahaan Indonesia Kini Hadapi Ancaman Siber yang Lebih Canggih
Fresh Graduate Terancam AI? Ini Skill Wajib yang Dicari Perusahaan Global di 2026
Tanpa Rekening Bank! Ini Cara Pinjol Cair Langsung ke Akun DANA Anda
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:04 WIB

Mengejutkan! Anak Muda Kini Anggap ChatGPT sebagai Penasihat Hidup, Ini Kata CEO OpenAI

Senin, 18 Mei 2026 - 15:08 WIB

Bukan Antisosial, Ini Alasan Orang Pintar Memilih Menjaga Privasi di Media Sosial

Senin, 18 Mei 2026 - 12:01 WIB

Cara Baru Belanja di Yogyakarta, AmbarrukmoPlus Hadir dengan Reward, Event, dan Game Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 09:06 WIB

7,3 Juta Pengguna Android Tertipu! Google Hapus 28 Aplikasi Sadap WhatsApp Palsu

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:03 WIB

AI Writer Terbaik untuk SEO dan Google Discover, Nomor 4 Bikin Konten Viral

Berita Terbaru