Tagihan Listrik PLN Mendadak Naik? Ternyata Ini Penyebab yang Jarang Disadari Pelanggan

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tagihan PLN

Ilustrasi tagihan PLN

JAKARTA,JS- Banyak pelanggan mengira kenaikan tagihan listrik PLN terjadi karena tarif dasar listrik mengalami perubahan. Padahal, PLN memastikan tarif listrik rumah tangga masih tetap sejak Juli 2022. Namun demikian, nominal pembayaran listrik yang diterima pelanggan setiap bulan memang bisa berubah-ubah tergantung pola pemakaian dan sejumlah komponen biaya tambahan.

Kondisi ini sering membuat masyarakat bingung. Tidak sedikit pelanggan yang merasa penggunaan listrik di rumah tetap sama, tetapi pembayaran justru meningkat. Di sisi lain, pengguna token listrik juga kerap mengeluhkan jumlah kWh yang diterima terasa lebih sedikit dibanding sebelumnya.

PLN pun mengimbau masyarakat agar mulai memahami cara kerja perhitungan listrik supaya dapat mengontrol konsumsi energi dengan lebih efisien sekaligus menghemat pengeluaran bulanan.

PLN Ungkap Penyebab Tagihan Listrik Bisa Berbeda Setiap Bulan

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa besaran pembayaran listrik pelanggan tidak hanya dipengaruhi tarif dasar listrik.

Menurutnya, penggunaan energi sehari-hari menjadi faktor utama yang menentukan jumlah tagihan.

Selain itu, terdapat beberapa komponen tambahan yang ikut memengaruhi nominal pembayaran, seperti:

  • Pajak Penerangan Jalan (PPJ)
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Materai
  • Ketentuan pajak daerah

Karena itu, pelanggan di setiap wilayah bisa menerima nominal pembayaran berbeda meskipun memiliki daya listrik yang sama.

Tarif Listrik PLN 2026 Masih Tetap

PLN menegaskan bahwa tarif listrik rumah tangga belum mengalami perubahan sejak pertengahan 2022. Artinya, jika pelanggan merasa tagihan listrik membengkak, penyebab utamanya biasanya berasal dari peningkatan konsumsi energi.

Banyak masyarakat tidak menyadari penggunaan alat elektronik tertentu dapat meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan. Misalnya:

  • AC yang menyala hampir sepanjang hari
  • Kulkas dengan suhu terlalu dingin
  • Rice cooker dalam mode “warm” selama 24 jam
  • Pemanas air listrik
  • Mesin cuci dan setrika yang digunakan berlebihan
  • Charger yang tetap menancap

Selain itu, aktivitas work from home, penggunaan gadget tambahan, hingga cuaca panas yang membuat AC bekerja lebih keras juga ikut mendorong kenaikan konsumsi listrik rumah tangga.

Baca Juga :  Promo PLN April 2026: Diskon Listrik Rp10.000 via PLN Mobile, Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!

Cara Menghitung Tagihan Listrik Pascabayar

Pada sistem pascabayar, PLN menghitung tagihan berdasarkan jumlah konsumsi listrik yang tercatat di meter pelanggan dalam satuan kilowatt hour (kWh).

Setelah itu, sistem akan menambahkan beberapa komponen biaya lain sesuai ketentuan daerah.

Rumus sederhananya:

  • Pemakaian listrik (kWh) × tarif listrik
  • Ditambah PPJ
  • Ditambah PPN tertentu
  • Ditambah materai jika memenuhi syarat

Karena itu, semakin tinggi pemakaian alat elektronik di rumah, semakin besar pula tagihan yang muncul pada akhir bulan.

Kenapa Token Listrik Terasa Cepat Habis?

PLN memberikan contoh pelanggan rumah tangga 2.200 VA yang membeli token listrik Rp200 ribu di Jakarta.

Dari nominal tersebut:

  • Sebagian dana dipotong untuk PPJ sebesar 2,4 persen
  • Sisanya baru dikonversi menjadi energi listrik

Dengan tarif Rp1.444,70 per kWh, pelanggan akhirnya memperoleh sekitar 135 kWh energi listrik.

Faktor yang Membuat Konsumsi Listrik Rumah Membengkak

Banyak pelanggan tidak sadar bahwa kebiasaan kecil sehari-hari dapat membuat tagihan listrik melonjak drastis.

Berikut beberapa penyebab paling umum:

  1. AC Menyala Terlalu Lama

AC menjadi penyumbang konsumsi listrik terbesar di banyak rumah.

  1. Peralatan Elektronik Tetap Standby

Televisi, dispenser, microwave, hingga charger yang tetap terhubung ke listrik tetap mengonsumsi daya meski tidak digunakan.

  1. Penggunaan Water Heater

Pemanas air listrik membutuhkan daya besar.

  1. Lampu Tidak Hemat Energi

Lampu konvensional mengonsumsi daya lebih besar dibanding LED.

  1. Kulkas Dibuka Terlalu Sering

Kebiasaan membuka pintu kulkas berulang kali membuat kompresor bekerja lebih keras dan meningkatkan penggunaan listrik.

Cara Hemat Listrik agar Tagihan Tidak Membengkak

Menghemat listrik bukan hanya membantu menekan pengeluaran bulanan, tetapi juga menjaga efisiensi energi rumah tangga.

Gunakan Lampu LED

Lampu LED jauh lebih hemat energi dan memiliki usia pakai lebih panjang.

Atur Suhu AC Secukupnya

Suhu ideal AC berkisar 24–26 derajat Celsius agar konsumsi listrik tetap efisien.

Cabut Charger Setelah Digunakan

Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi konsumsi listrik tersembunyi.

Manfaatkan Cahaya Matahari

Pada siang hari, matikan lampu di area yang masih mendapat pencahayaan alami.

Gunakan Peralatan Elektronik Berlabel Hemat Energi

Perangkat elektronik dengan teknologi inverter biasanya lebih efisien dalam penggunaan listrik.

PLN Mobile Bantu Pelanggan Pantau Pemakaian Listrik

Untuk meningkatkan transparansi penggunaan listrik, PLN menyediakan berbagai fitur pemantauan melalui aplikasi PLN Mobile.

Baca Juga :  PLN Buka Diskon Tambah Daya Listrik 50, Begini Caranya

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat:

  • Melihat riwayat pemakaian listrik
  • Mengecek pembelian token
  • Memantau tagihan bulanan
  • Melakukan pembayaran
  • Mengakses layanan pengaduan

PLN juga menghadirkan fitur Swacam atau Swadaya Catat Angka Meter bagi pelanggan pascabayar.

Cara menggunakan fitur Swacam:

  1. Buka aplikasi PLN Mobile
  2. Pilih menu Swacam
  3. Masukkan ID pelanggan
  4. Foto angka stand meter
  5. Kirim hasil pencatatan sesuai jadwal

Dengan fitur tersebut, pelanggan dapat memantau lonjakan penggunaan listrik lebih cepat sebelum tagihan membengkak.

Kesadaran Mengatur Konsumsi Listrik Jadi Kunci Penghematan

Kenaikan tagihan listrik ternyata tidak selalu berkaitan dengan perubahan tarif dasar listrik. Pola penggunaan energi di rumah justru menjadi faktor paling besar yang memengaruhi jumlah pembayaran setiap bulan.

Karena itu, masyarakat perlu mulai memahami cara kerja perhitungan listrik, termasuk komponen pajak dan biaya tambahan yang berlaku di masing-masing daerah.

Selain membantu mengontrol pengeluaran rumah tangga, kebiasaan menggunakan listrik secara efisien juga mendukung penghematan energi nasional.

Dengan memanfaatkan fitur digital seperti PLN Mobile dan menerapkan pola konsumsi listrik yang lebih bijak, pelanggan dapat menjaga tagihan tetap stabil tanpa harus mengurangi kenyamanan sehari-hari.(*)

Berita Terkait

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya
Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli
Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21 WIB

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Berita Terbaru