JAKARTA,JS- Banyak pelanggan mengira kenaikan tagihan listrik PLN terjadi karena tarif dasar listrik mengalami perubahan. Padahal, PLN memastikan tarif listrik rumah tangga masih tetap sejak Juli 2022. Namun demikian, nominal pembayaran listrik yang diterima pelanggan setiap bulan memang bisa berubah-ubah tergantung pola pemakaian dan sejumlah komponen biaya tambahan.
Kondisi ini sering membuat masyarakat bingung. Tidak sedikit pelanggan yang merasa penggunaan listrik di rumah tetap sama, tetapi pembayaran justru meningkat. Di sisi lain, pengguna token listrik juga kerap mengeluhkan jumlah kWh yang diterima terasa lebih sedikit dibanding sebelumnya.
PLN pun mengimbau masyarakat agar mulai memahami cara kerja perhitungan listrik supaya dapat mengontrol konsumsi energi dengan lebih efisien sekaligus menghemat pengeluaran bulanan.
PLN Ungkap Penyebab Tagihan Listrik Bisa Berbeda Setiap Bulan
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa besaran pembayaran listrik pelanggan tidak hanya dipengaruhi tarif dasar listrik.
Menurutnya, penggunaan energi sehari-hari menjadi faktor utama yang menentukan jumlah tagihan.
Selain itu, terdapat beberapa komponen tambahan yang ikut memengaruhi nominal pembayaran, seperti:
- Pajak Penerangan Jalan (PPJ)
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
- Materai
- Ketentuan pajak daerah
Karena itu, pelanggan di setiap wilayah bisa menerima nominal pembayaran berbeda meskipun memiliki daya listrik yang sama.
Tarif Listrik PLN 2026 Masih Tetap
PLN menegaskan bahwa tarif listrik rumah tangga belum mengalami perubahan sejak pertengahan 2022. Artinya, jika pelanggan merasa tagihan listrik membengkak, penyebab utamanya biasanya berasal dari peningkatan konsumsi energi.
Banyak masyarakat tidak menyadari penggunaan alat elektronik tertentu dapat meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan. Misalnya:
- AC yang menyala hampir sepanjang hari
- Kulkas dengan suhu terlalu dingin
- Rice cooker dalam mode “warm” selama 24 jam
- Pemanas air listrik
- Mesin cuci dan setrika yang digunakan berlebihan
- Charger yang tetap menancap
Selain itu, aktivitas work from home, penggunaan gadget tambahan, hingga cuaca panas yang membuat AC bekerja lebih keras juga ikut mendorong kenaikan konsumsi listrik rumah tangga.
Cara Menghitung Tagihan Listrik Pascabayar
Pada sistem pascabayar, PLN menghitung tagihan berdasarkan jumlah konsumsi listrik yang tercatat di meter pelanggan dalam satuan kilowatt hour (kWh).
Setelah itu, sistem akan menambahkan beberapa komponen biaya lain sesuai ketentuan daerah.
Rumus sederhananya:
- Pemakaian listrik (kWh) × tarif listrik
- Ditambah PPJ
- Ditambah PPN tertentu
- Ditambah materai jika memenuhi syarat
Karena itu, semakin tinggi pemakaian alat elektronik di rumah, semakin besar pula tagihan yang muncul pada akhir bulan.
Kenapa Token Listrik Terasa Cepat Habis?
PLN memberikan contoh pelanggan rumah tangga 2.200 VA yang membeli token listrik Rp200 ribu di Jakarta.
Dari nominal tersebut:
- Sebagian dana dipotong untuk PPJ sebesar 2,4 persen
- Sisanya baru dikonversi menjadi energi listrik
Dengan tarif Rp1.444,70 per kWh, pelanggan akhirnya memperoleh sekitar 135 kWh energi listrik.
Faktor yang Membuat Konsumsi Listrik Rumah Membengkak
Banyak pelanggan tidak sadar bahwa kebiasaan kecil sehari-hari dapat membuat tagihan listrik melonjak drastis.
Berikut beberapa penyebab paling umum:
- AC Menyala Terlalu Lama
AC menjadi penyumbang konsumsi listrik terbesar di banyak rumah.
- Peralatan Elektronik Tetap Standby
Televisi, dispenser, microwave, hingga charger yang tetap terhubung ke listrik tetap mengonsumsi daya meski tidak digunakan.
- Penggunaan Water Heater
Pemanas air listrik membutuhkan daya besar.
- Lampu Tidak Hemat Energi
Lampu konvensional mengonsumsi daya lebih besar dibanding LED.
- Kulkas Dibuka Terlalu Sering
Kebiasaan membuka pintu kulkas berulang kali membuat kompresor bekerja lebih keras dan meningkatkan penggunaan listrik.
Cara Hemat Listrik agar Tagihan Tidak Membengkak
Menghemat listrik bukan hanya membantu menekan pengeluaran bulanan, tetapi juga menjaga efisiensi energi rumah tangga.
Gunakan Lampu LED
Lampu LED jauh lebih hemat energi dan memiliki usia pakai lebih panjang.
Atur Suhu AC Secukupnya
Suhu ideal AC berkisar 24–26 derajat Celsius agar konsumsi listrik tetap efisien.
Cabut Charger Setelah Digunakan
Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi konsumsi listrik tersembunyi.
Manfaatkan Cahaya Matahari
Pada siang hari, matikan lampu di area yang masih mendapat pencahayaan alami.
Gunakan Peralatan Elektronik Berlabel Hemat Energi
Perangkat elektronik dengan teknologi inverter biasanya lebih efisien dalam penggunaan listrik.
PLN Mobile Bantu Pelanggan Pantau Pemakaian Listrik
Untuk meningkatkan transparansi penggunaan listrik, PLN menyediakan berbagai fitur pemantauan melalui aplikasi PLN Mobile.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat:
- Melihat riwayat pemakaian listrik
- Mengecek pembelian token
- Memantau tagihan bulanan
- Melakukan pembayaran
- Mengakses layanan pengaduan
PLN juga menghadirkan fitur Swacam atau Swadaya Catat Angka Meter bagi pelanggan pascabayar.
Cara menggunakan fitur Swacam:
- Buka aplikasi PLN Mobile
- Pilih menu Swacam
- Masukkan ID pelanggan
- Foto angka stand meter
- Kirim hasil pencatatan sesuai jadwal
Dengan fitur tersebut, pelanggan dapat memantau lonjakan penggunaan listrik lebih cepat sebelum tagihan membengkak.
Kesadaran Mengatur Konsumsi Listrik Jadi Kunci Penghematan
Kenaikan tagihan listrik ternyata tidak selalu berkaitan dengan perubahan tarif dasar listrik. Pola penggunaan energi di rumah justru menjadi faktor paling besar yang memengaruhi jumlah pembayaran setiap bulan.
Karena itu, masyarakat perlu mulai memahami cara kerja perhitungan listrik, termasuk komponen pajak dan biaya tambahan yang berlaku di masing-masing daerah.
Selain membantu mengontrol pengeluaran rumah tangga, kebiasaan menggunakan listrik secara efisien juga mendukung penghematan energi nasional.
Dengan memanfaatkan fitur digital seperti PLN Mobile dan menerapkan pola konsumsi listrik yang lebih bijak, pelanggan dapat menjaga tagihan tetap stabil tanpa harus mengurangi kenyamanan sehari-hari.(*)








