JAKARTA,JS – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan rencana mengambil alih sebagian besar saham rumah sakit PT Pertamina Bina Medika. Danantara akan melakukan transaksi ini melalui PT Danantara Asset Manajemen.
Pengumuman ini merujuk pada Pasal 127 ayat (2) dan (8) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang diubah oleh Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Transaksi akan selesai setelah pihak-pihak menandatangani dokumen transaksi, memenuhi persyaratan, dan mendapatkan persetujuan sesuai peraturan. Kreditor dapat mengajukan keberatan tertulis dalam 14 hari kalender sejak pengumuman.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebut pengambilalihan ini bagian dari upaya restrukturisasi bisnis BUMN. Pertamina akan fokus pada bisnis inti di sektor minyak dan gas. Danantara akan mencari pengelola profesional untuk mengurus rumah sakit.
“Kita ingin membangun Danantara Hospital Group sebagai jaringan rumah sakit terbesar di Tanah Air. Dengan pengelola profesional, margin EBITDA rumah sakit BUMN bisa naik dari 8% sekarang menjadi 20% di tahun pertama dan 40% pada tahun ketiga,” ujar Pandu dalam Antara Business Forum, Kamis (20/11).
Pandu menambahkan, pengelolaan yang tepat bisa meningkatkan nilai buku rumah sakit BUMN hingga 5–6 kali lipat. Strategi ini akan menjadikan rumah sakit BUMN berskala internasional.(AN)









