Suku Bunga Deposito Naik! Simak Daftar Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi Setelah BI Rate 5,50%

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bunga Deposito Bank saat ini

Bunga Deposito Bank saat ini

BISNIS,JS- Bank Indonesia kembali menjadi sorotan pasar keuangan nasional setelah secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,50 persen pada Juni 2026. Keputusan tersebut muncul dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 9 Juni 2026 dan langsung memicu perhatian pelaku pasar, investor, hingga masyarakat yang menyimpan dana dalam instrumen deposito.

Kenaikan sebesar 25 basis poin dari level sebelumnya 5,25 persen menandai langkah pengetatan moneter yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta memperkuat nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

Bagi masyarakat, keputusan ini membawa dampak yang sangat penting. Salah satu efek yang paling cepat terasa ialah potensi kenaikan suku bunga deposito di berbagai bank, baik bank konvensional maupun bank digital.

BI Rate Juni 2026 Resmi Naik Menjadi 5,50 Persen

Bank Indonesia menetapkan beberapa instrumen suku bunga sebagai berikut:

  • BI Rate: 5,50 persen per tahun
  • Deposit Facility: 4,50 persen per tahun
  • Lending Facility: 6,25 persen per tahun

Kebijakan tersebut menunjukkan sikap yang lebih ketat dalam menjaga stabilitas moneter. Ketika BI Rate naik, perbankan biasanya akan menyesuaikan produk simpanan mereka agar tetap kompetitif dalam menarik dana masyarakat.

Akibatnya, bunga deposito berpotensi meningkat dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan ke depan.

Mengapa Kenaikan BI Rate Penting bagi Nasabah Deposito?

Banyak masyarakat menganggap perubahan BI Rate hanya berpengaruh pada dunia perbankan dan pasar modal. Padahal, kebijakan ini memiliki dampak langsung terhadap produk keuangan yang digunakan sehari-hari.

Ketika suku bunga acuan meningkat, bank harus bersaing mendapatkan likuiditas. Untuk mencapai tujuan tersebut, bank sering menaikkan bunga deposito sehingga masyarakat lebih tertarik menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, deposito menjadi lebih menarik dibandingkan tabungan biasa karena menawarkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dengan risiko relatif rendah.

Daftar Kisaran Bunga Deposito Bank pada Juni 2026

Berdasarkan perkembangan pasar perbankan terbaru, berikut gambaran suku bunga deposito yang berlaku pada Juni 2026.

Baca Juga :  Dana Bank Parkir di SRBI Tembus Rp673 Triliun, Kredit Seret dan Suku Bunga Tinggi Jadi Pemicu

Bank BUMN dan Bank Konvensional Besar

Bank-bank besar seperti BRI, BNI, dan Mandiri masih menawarkan bunga deposito yang cenderung konservatif.

Kisaran bunga deposito:

  • Tenor 1–3 bulan: 2,25 persen hingga 2,50 persen
  • Tenor 6 bulan: sekitar 2,50 persen
  • Tenor 12 bulan: hingga 2,75 persen

Meskipun lebih rendah dibandingkan bank digital, bank-bank besar tetap menjadi pilihan utama bagi nasabah yang mengutamakan stabilitas dan jaringan layanan yang luas.

Bank Digital Mulai Agresif Menarik Dana Nasabah

Sementara itu, bank digital terus bersaing menawarkan bunga deposito yang jauh lebih tinggi.

Beberapa bank digital bahkan memberikan imbal hasil yang mendekati level BI Rate saat ini.

Sebagai contoh, SeaBank menawarkan bunga deposito:

  • Tenor 1 bulan: sekitar 4,25 persen
  • Tenor 3 bulan: sekitar 4,50 persen
  • Tenor 6 bulan: sekitar 5,00 persen
  • Tenor 12 bulan: hingga 6,00 persen per tahun

Angka tersebut menjadikan deposito bank digital sebagai salah satu instrumen investasi konservatif yang menarik pada tahun 2026.

Deposito atau Tabungan, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pertanyaan ini semakin sering muncul setelah BI Rate mengalami kenaikan.

Tabungan memang memberikan fleksibilitas tinggi karena dana dapat ditarik kapan saja. Namun, bunga tabungan umumnya sangat rendah dan sering kali berada di bawah tingkat inflasi.

Sebaliknya, deposito menawarkan:

  • Imbal hasil lebih tinggi
  • Risiko rendah
  • Jaminan LPS sesuai ketentuan yang berlaku
  • Cocok untuk tujuan keuangan jangka pendek hingga menengah

Bagi investor konservatif, deposito menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan membiarkan dana mengendap dalam tabungan biasa.

Strategi Menempatkan Dana Saat Suku Bunga Naik

Kondisi suku bunga yang meningkat membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh keuntungan lebih optimal.

Beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  1. Membagi Dana ke Beberapa Tenor

Strategi laddering deposito memungkinkan investor memperoleh fleksibilitas sekaligus menikmati potensi kenaikan bunga di masa mendatang.

  1. Membandingkan Penawaran Bank

Perbedaan bunga antara bank konvensional dan bank digital dapat mencapai lebih dari dua kali lipat. Oleh karena itu, perbandingan menjadi langkah yang sangat penting sebelum menempatkan dana.

  1. Memanfaatkan Momentum Kenaikan BI Rate

Karena perbankan biasanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan suku bunga, nasabah dapat memantau penawaran terbaru yang kemungkinan muncul dalam beberapa minggu ke depan.

  1. Memastikan Dana Masuk Program Penjaminan

Pastikan bunga deposito yang diterima masih berada dalam batas tingkat bunga penjaminan agar dana tetap terlindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Baca Juga :  Suku Bunga Bank 2026: Cara Mengatur Kredit, KPR, dan Investasi Agar Untung Maksimal

Prospek Deposito hingga Akhir 2026

Banyak analis memperkirakan tren suku bunga deposito masih berpotensi meningkat apabila tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global berlanjut.

Jika Bank Indonesia mempertahankan kebijakan moneter ketat, bank-bank nasional kemungkinan akan terus menyesuaikan bunga simpanan untuk menjaga daya saing mereka.

Kondisi tersebut memberikan peluang bagi masyarakat yang mencari instrumen investasi berisiko rendah dengan pendapatan yang relatif stabil.

Di sisi lain, investor tetap perlu memperhatikan pajak deposito, inflasi, serta kebutuhan likuiditas pribadi sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

Kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen pada Juni 2026 membawa dampak positif bagi para pemilik dana yang ingin memperoleh imbal hasil lebih tinggi melalui deposito. Bank konvensional masih menawarkan bunga di kisaran 2,25 hingga 2,75 persen, sedangkan beberapa bank digital mampu memberikan imbal hasil hingga 6 persen per tahun.

Dengan membandingkan penawaran berbagai bank dan memilih tenor yang sesuai, masyarakat dapat memanfaatkan momentum kenaikan suku bunga untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana secara aman dan stabil sepanjang tahun 2026.(*)

Berita Terkait

AXA Sharia Life Insurance Resmi Berdiri, Bidik Pasar Asuransi Syariah dan Perkuat Perlindungan Finansial Indonesia
BNI Sekuritas Perbarui Kantor Cabang, Investor Kini Bisa Dapat Edukasi Investasi Secara Langsung
Promo BRI Kartu Kredit September 2026: Diskon 25% di Boost, Transaksi Minimum Rp100 Ribu
Rupiah Tertekan 6,11% Sepanjang 2026, Kurs USD/IDR Capai Rp17.755
Bunga Mekaar Turun Jadi 8%, OJK Bicara Nasib Pinjaman Produktif Pinjol
BEI Kembali Buka Short Selling Mulai 15 September 2026, Simak Cara Kerja dan Risikonya
13 Bank Ditutup OJK hingga September 2026, Cek Daftar dan Cara Nasabah Klaim Dana di LPS
IHSG Ambruk di Sesi I Senin 14 September 2026, 3 Sektor Ini Paling Tertekan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:01 WIB

AXA Sharia Life Insurance Resmi Berdiri, Bidik Pasar Asuransi Syariah dan Perkuat Perlindungan Finansial Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 08:30 WIB

BNI Sekuritas Perbarui Kantor Cabang, Investor Kini Bisa Dapat Edukasi Investasi Secara Langsung

Jumat, 18 September 2026 - 12:31 WIB

Promo BRI Kartu Kredit September 2026: Diskon 25% di Boost, Transaksi Minimum Rp100 Ribu

Kamis, 17 September 2026 - 12:01 WIB

Rupiah Tertekan 6,11% Sepanjang 2026, Kurs USD/IDR Capai Rp17.755

Selasa, 15 September 2026 - 16:31 WIB

Bunga Mekaar Turun Jadi 8%, OJK Bicara Nasib Pinjaman Produktif Pinjol

Berita Terbaru