Saldo Jenius Bisa Ludes Tanpa Disadari? Ini 7 Cara Aman Melindungi Rekening Digital dari Hacker dan Penipuan Online

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cara aman menggunakan Jenius BTPN

Cara aman menggunakan Jenius BTPN

TEKNOLOGI,JS- Perkembangan layanan digital banking membuat aktivitas keuangan menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman kejahatan siber terus meningkat dan menyasar pengguna layanan perbankan digital.

Salah satu platform yang banyak digunakan masyarakat Indonesia adalah Jenius dari SMBC Indonesia. Aplikasi ini menghadirkan berbagai fitur keuangan modern yang memudahkan transaksi harian, mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, investasi, hingga pengelolaan kartu debit dan kredit.

Meski sistem keamanan Jenius telah menggunakan berbagai lapisan perlindungan, pengguna tetap memegang peranan penting dalam menjaga keamanan akun. Sebab, sebagian besar kasus pembobolan rekening justru bermula dari kelalaian pengguna dalam menjaga data pribadi.

Lalu, bagaimana cara menggunakan Jenius dengan aman agar saldo dan data pribadi tetap terlindungi?

Mengapa Keamanan Akun Jenius Sangat Penting?

Dalam beberapa tahun terakhir, modus penipuan digital berkembang semakin kompleks. Pelaku kejahatan tidak hanya menggunakan teknik peretasan, tetapi juga memanfaatkan rekayasa sosial atau social engineering untuk memperoleh akses ke akun korban.

Mereka biasanya menghubungi calon korban melalui telepon, pesan singkat, email, hingga media sosial dengan mengatasnamakan bank, perusahaan teknologi, atau instansi resmi.

Jika korban memberikan informasi sensitif seperti OTP, PIN, password, atau kode verifikasi lainnya, pelaku dapat mengambil alih akun dan menguras saldo dalam hitungan menit.

Karena itu, memahami prinsip dasar keamanan digital menjadi langkah penting bagi setiap pengguna layanan perbankan online.

Baca Juga :  Transfer Lewat BRILink vs Mobile Banking: Mana Lebih Murah di 2026? Ini Faktanya!
  1. Jangan Pernah Membagikan OTP, PIN, dan Password

Langkah pertama sekaligus paling penting adalah menjaga kerahasiaan seluruh data keamanan akun.

Kode OTP, PIN aplikasi, password, CVV kartu, serta informasi pribadi lainnya hanya boleh diketahui oleh pemilik akun.

Perlu dipahami bahwa pihak bank tidak pernah meminta OTP maupun PIN melalui telepon, pesan WhatsApp, email, atau media sosial.

Jika ada pihak yang mengaku sebagai petugas bank dan meminta informasi tersebut, Anda perlu segera menghentikan komunikasi karena kemungkinan besar itu merupakan upaya penipuan.

  1. Aktifkan Notifikasi Transaksi Secara Real-Time

Notifikasi transaksi membantu pengguna memantau setiap aktivitas keuangan yang terjadi di dalam rekening.

Dengan mengaktifkan fitur push notification pada aplikasi Jenius dan smartphone, Anda dapat langsung mengetahui apabila terjadi transaksi yang tidak dikenali.

Semakin cepat aktivitas mencurigakan terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Selain itu, notifikasi real-time juga memudahkan pengguna dalam mengontrol arus keluar masuk dana setiap hari.

  1. Hindari Wi-Fi Publik Saat Mengakses Mobile Banking

Banyak pengguna masih mengabaikan risiko penggunaan jaringan internet publik saat melakukan transaksi keuangan.

Padahal, jaringan Wi-Fi gratis di tempat umum memiliki tingkat keamanan yang relatif rendah. Pelaku kejahatan siber dapat memanfaatkan celah tersebut untuk mencuri data pengguna.

Untuk mengurangi risiko kebocoran informasi, gunakan jaringan internet pribadi atau paket data seluler saat membuka aplikasi mobile banking.

Langkah sederhana ini mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman pencurian data digital.

  1. Rutin Mengganti Password dan PIN

Mengganti password secara berkala menjadi salah satu strategi yang direkomendasikan para ahli keamanan siber.

Password yang digunakan dalam waktu lama memiliki risiko lebih tinggi untuk diketahui pihak lain, terutama jika pengguna pernah mengalami kebocoran data dari layanan digital tertentu.

Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus agar password lebih sulit ditebak.

Selain itu, hindari penggunaan tanggal lahir, nomor telepon, atau informasi pribadi yang mudah diketahui orang lain.

  1. Lindungi Informasi pada Kartu Debit dan Kredit

Saat bertransaksi secara offline maupun online, pastikan informasi penting pada kartu tetap terlindungi.

Jangan pernah mengunggah foto kartu debit atau kredit ke media sosial tanpa menyamarkan informasi sensitif seperti nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, dan kode CVV.

Data tersebut dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan transaksi ilegal atau pencurian identitas.

Semakin sedikit informasi finansial yang tersebar di internet, semakin rendah risiko penyalahgunaan data.

  1. Gunakan Fitur Blokir dan Buka Blokir Kartu

Salah satu fitur keamanan yang sangat bermanfaat adalah kemampuan untuk memblokir kartu secara sementara melalui aplikasi.

Jika kartu fisik hilang, tertinggal, atau tidak ditemukan, pengguna dapat segera menonaktifkan fungsi transaksi tanpa harus menunggu bantuan customer service.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengurangi risiko penyalahgunaan kartu sambil melakukan pencarian.

Setelah kartu ditemukan kembali, pengguna dapat mengaktifkannya kembali secara mandiri melalui aplikasi.

  1. Aktifkan Izin Keamanan Perangkat

Keamanan akun tidak hanya bergantung pada aplikasi perbankan, tetapi juga pada kondisi perangkat yang digunakan.

Karena itu, pengguna perlu mengizinkan akses keamanan yang diperlukan agar sistem dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan pada smartphone.

Fitur ini membantu mengidentifikasi aplikasi berbahaya, perangkat yang telah dimodifikasi secara tidak aman, serta potensi ancaman lain yang dapat mengganggu keamanan transaksi.

Baca Juga :  Suku Bunga Deposito Naik! Simak Daftar Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi Setelah BI Rate 5,50%

Ancaman Phishing yang Masih Menjadi Modus Favorit Hacker

Hingga saat ini, phishing masih menjadi salah satu metode paling efektif yang digunakan pelaku kejahatan siber.

Modus ini biasanya memanfaatkan situs palsu, email palsu, atau pesan yang menyerupai komunikasi resmi dari bank.

Korban kemudian diarahkan untuk memasukkan username, password, atau OTP ke halaman palsu yang telah disiapkan pelaku.

Karena itu, selalu pastikan Anda mengakses aplikasi atau situs resmi dan tidak mengklik tautan mencurigakan yang dikirim oleh pihak tidak dikenal.

Tips Tambahan agar Rekening Digital Lebih Aman

Selain langkah utama di atas, pengguna juga dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Perbarui aplikasi secara berkala.
  • Aktifkan fitur biometrik seperti sidik jari atau Face ID.
  • Jangan meminjamkan smartphone kepada orang lain.
  • Keluar dari aplikasi setelah selesai digunakan.
  • Hindari menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi.
  • Gunakan antivirus terpercaya pada perangkat.

Semua langkah tersebut dapat membantu memperkuat perlindungan akun dari berbagai ancaman digital yang terus berkembang.

FAQ

Apakah pihak bank boleh meminta kode OTP?

Tidak. Bank tidak pernah meminta OTP, PIN, password, atau kode verifikasi melalui telepon, SMS, email, maupun media sosial.

Apa yang harus dilakukan jika menerima link mencurigakan?

Jangan pernah membuka atau mengklik tautan tersebut. Segera hapus pesan dan laporkan apabila mengatasnamakan institusi resmi.

Apakah Wi-Fi publik aman untuk mobile banking?

Tidak disarankan. Gunakan jaringan pribadi atau paket data seluler untuk mengurangi risiko pencurian data.

Apa manfaat notifikasi transaksi?

Notifikasi membantu pengguna mendeteksi aktivitas mencurigakan secara cepat sehingga dapat segera mengambil tindakan pengamanan.

Bagaimana jika kartu debit hilang?

Segera gunakan fitur blokir kartu melalui aplikasi agar transaksi tidak dapat dilakukan oleh pihak lain.

Kesimpulan

Penggunaan layanan digital banking seperti Jenius memberikan banyak kemudahan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kesadaran terhadap keamanan digital.

Menjaga kerahasiaan OTP, PIN, dan password, mengaktifkan notifikasi transaksi, menghindari jaringan internet publik, serta memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan perlindungan besar terhadap saldo dan data pribadi.

Di tengah meningkatnya ancaman cyber crime dan phishing, kewaspadaan pengguna tetap menjadi benteng pertahanan utama untuk menjaga keamanan rekening digital. Dengan menerapkan seluruh langkah pencegahan tersebut, risiko kehilangan dana akibat penipuan online dapat diminimalkan secara signifikan.(*)

Berita Terkait

VPN Terbaik 2026 untuk Keamanan Internet: Lindungi Data Pribadi dari Peretas
Aplikasi DANA Tidak Bisa Login Hari Ini? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Solusi Pemulihan Akunnya
Terbaru, Cara Menghasilkan Uang dari TikTok Tanpa Endorsement 2026
Google NotebookLM Jadi Senjata Baru Produktivitas, Bisa Ubah Dokumen Menjadi Podcast AI
Cara Bayar WiFi Lewat DANA 2026: Praktis Tanpa Keluar Rumah, Bisa untuk IndiHome, Biznet, Iconnet hingga First Media
Cara Daftar Jenius BTPN 2026 Secara Online, Rekening Digital Aktif dalam Hitungan Menit Tanpa Setoran Awal
Cara Mendapatkan Uang dari TikTok Affiliate untuk Pemula 2026
HP Terbaik untuk Orang Tua 2026: Ini Pilihan Paling Nyaman dan Awet
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:01 WIB

VPN Terbaik 2026 untuk Keamanan Internet: Lindungi Data Pribadi dari Peretas

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:01 WIB

Aplikasi DANA Tidak Bisa Login Hari Ini? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Solusi Pemulihan Akunnya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:02 WIB

Saldo Jenius Bisa Ludes Tanpa Disadari? Ini 7 Cara Aman Melindungi Rekening Digital dari Hacker dan Penipuan Online

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:01 WIB

Terbaru, Cara Menghasilkan Uang dari TikTok Tanpa Endorsement 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:04 WIB

Google NotebookLM Jadi Senjata Baru Produktivitas, Bisa Ubah Dokumen Menjadi Podcast AI

Berita Terbaru