Grup Sampoerna Resmi Hengkang dari Pasar Modal Indonesia

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Grup Sampoerna Resmi Hengkang dari Pasar Modal Indonesia

Grup Sampoerna Resmi Hengkang dari Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, JS — Grup Sampoerna resmi menutup jejaknya di pasar modal Indonesia. Mereka menjual seluruh saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) kepada AGPA Pte. Ltd., anak usaha Posco International Corporation. Transaksi ini tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/11/2025).

SGRO, yang didirikan pada 7 Juni 1993 dengan nama PT Selapan Jaya, berganti nama menjadi Sampoerna Agro pada 2007. Perusahaan ini fokus pada bisnis perkebunan terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan. SGRO mencatatkan sahamnya di BEI pada 18 Juni 2007 untuk memperluas jangkauan bisnisnya.

Baca Juga :  Honor Guru Non-ASN Bisa Dibayar dari Dana BOSP, Simak Aturannya

Dengan penjualan ini, Grup Sampoerna mengakhiri peranannya di pasar modal Indonesia setelah memberikan kontribusi signifikan selama bertahun-tahun.

Langkah Strategis Grup Sampoerna

Presiden Direktur Grup Sampoerna, Bambang Sulistyo, menyatakan penjualan SGRO adalah langkah strategis untuk memfokuskan sumber daya pada lini bisnis lainnya. Ia menyebut Posco International sebagai mitra yang tepat untuk membawa SGRO ke fase pertumbuhan yang baru. “Kami yakin pemilik baru akan membawa SGRO ke prospek yang lebih baik,” ujarnya.

Meski demikian, Grup Sampoerna tetap berkomitmen berkontribusi pada ekonomi Indonesia melalui berbagai entitas, seperti Bank Sahabat Sampoerna, Sampoerna Kayoe, Sampoerna Land, dan Putera Sampoerna Foundation.

Baca Juga :  Bisa Dicoba, 7 Ide Bisnis Peternakan yang Punya Pasar Stabil

Posco International Terus Ekspansi di Indonesia

Posco International, yang memiliki rekam jejak panjang di Indonesia, terlibat dalam berbagai proyek besar, seperti Krakatau Posco dan kerja sama energi dengan Pertamina Hulu Energi. Perusahaan ini juga memasuki industri kelapa sawit pada 2011 melalui PT Bio Inti Agrindo di Papua Selatan. Saat ini, Posco mengoperasikan tiga pabrik pengolahan minyak sawit dengan kapasitas total 210.000 ton per tahun.(AN)

Berita Terkait

13 Bank Ditutup OJK hingga September 2026, Cek Daftar dan Cara Nasabah Klaim Dana di LPS
IHSG Ambruk di Sesi I Senin 14 September 2026, 3 Sektor Ini Paling Tertekan
BMKG Ingatkan Kekeringan September 2026, 81 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau
Harga BBM Terbaru 13 September 2026: Pertamax Green, Turbo, Dexlite hingga Shell Diesel Naik
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar Negara Selama 2 Tahun, Berapa Besarannya?
Hampir 1 Juta Guru PPPK Dapat Peluang Ikut Seleksi CPNS 2027, Ini Syarat dan Mekanismenya
Bunga Deposito September 2026: BRI, BNI, Mandiri, BCA, dan BTN, Mana yang Paling Menguntungkan?
Pemerintah Siapkan Rekening Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu-Rp80 Ribu
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:01 WIB

13 Bank Ditutup OJK hingga September 2026, Cek Daftar dan Cara Nasabah Klaim Dana di LPS

Senin, 14 September 2026 - 17:01 WIB

IHSG Ambruk di Sesi I Senin 14 September 2026, 3 Sektor Ini Paling Tertekan

Senin, 14 September 2026 - 08:04 WIB

BMKG Ingatkan Kekeringan September 2026, 81 Persen Wilayah Indonesia Sudah Masuk Musim Kemarau

Minggu, 13 September 2026 - 10:01 WIB

Harga BBM Terbaru 13 September 2026: Pertamax Green, Turbo, Dexlite hingga Shell Diesel Naik

Jumat, 11 September 2026 - 07:19 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar Negara Selama 2 Tahun, Berapa Besarannya?

Berita Terbaru