MERANGIN,JS- Pemerintah Kabupaten Merangin bersama aparat keamanan memperkuat komitmen menjaga kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin dari aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi proses revalidasi UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026.
Melalui Satuan Tugas (Satgas) Penindakan PETI, ratusan personel gabungan turun langsung ke sejumlah titik yang selama ini menjadi perhatian pemerintah. Operasi tidak hanya bertujuan menegakkan hukum, tetapi juga memastikan kawasan geopark tetap terjaga sebagai aset geologi, ekologi, dan pariwisata kelas dunia.
Keberhasilan menjaga kawasan geopark menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pengakuan internasional yang telah diraih Kabupaten Merangin. Oleh sebab itu, seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan menunjukkan sinergi yang kuat selama pelaksanaan operasi.
Ratusan Personel Gabungan Ikuti Apel Siaga
Operasi diawali dengan apel siaga di halaman Rumah Dinas Bupati Merangin pada Senin (20/7/2026). Kabag Ops Polres Merangin AKP Edi Bernawan memimpin langsung apel tersebut.
Sebanyak 250 personel gabungan mengikuti kegiatan itu. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Pemerintah Kabupaten Merangin, serta berbagai instansi terkait.
Dalam arahannya, AKP Edi Bernawan menekankan pentingnya menjaga kawasan geopark dari segala bentuk aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
Menurutnya, operasi ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh pihak dalam melindungi kawasan yang telah memperoleh pengakuan UNESCO.
“Penertiban ini bertujuan mensterilkan kawasan UNESCO Global Geopark dari aktivitas PETI agar proses revalidasi UNESCO berjalan dengan baik sekaligus menjaga kelestarian kawasan,” ujarnya.
Tiga Tim Menyisir Kawasan Strategis
Setelah apel selesai, pimpinan operasi langsung membagi personel ke dalam tiga tim.
Masing-masing tim bergerak menuju lokasi berbeda yang selama ini menjadi perhatian Satgas, yaitu:
- Kawasan Teluk Wang Sakti di Desa Biuku Tanjung.
- Kawasan Mengkaring di Desa Merkeh.
- Kawasan Geopark Desa Air Batu.
Pembagian wilayah tersebut membuat proses penyisiran berlangsung lebih efektif. Selain itu, petugas dapat menjangkau area yang memiliki potensi aktivitas PETI dalam waktu bersamaan.
Satgas Temukan Bekas Aktivitas PETI
Selama penyisiran berlangsung, tim menemukan tiga titik bekas aktivitas penambangan emas tanpa izin.
Meskipun tidak menemukan pelaku di lokasi, petugas menemukan sejumlah box penambangan yang sebelumnya digunakan dalam aktivitas PETI.
Petugas kemudian memusnahkan seluruh peralatan tersebut agar tidak kembali dimanfaatkan oleh pelaku.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan aparat dalam memutus rantai aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak kawasan konservasi.
Menjaga Geopark Merangin Tetap Lestari
UNESCO Global Geopark Merangin memiliki nilai penting, tidak hanya bagi Kabupaten Merangin, tetapi juga bagi Provinsi Jambi dan Indonesia.
Kawasan ini menyimpan kekayaan geologi yang berusia ratusan juta tahun. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi destinasi wisata alam, lokasi penelitian ilmiah, dan pusat edukasi yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Karena itu, aktivitas PETI menjadi ancaman serius terhadap kelestarian kawasan.
Penambangan tanpa izin dapat merusak bentang alam, mencemari aliran sungai, mengganggu ekosistem, hingga mengurangi nilai konservasi yang menjadi syarat utama pengakuan UNESCO.
Revalidasi UNESCO Menjadi Momentum Penting
Revalidasi UNESCO bukan sekadar proses administrasi.
Tim asesor akan mengevaluasi berbagai aspek pengelolaan geopark, mulai dari konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, hingga upaya pemerintah dalam menjaga kawasan dari berbagai bentuk kerusakan lingkungan.
Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan koordinasi menjelang proses penilaian tersebut.
Pemerintah berharap status UNESCO Global Geopark tetap dapat dipertahankan sehingga manfaat ekonomi, pendidikan, dan pariwisata terus dirasakan masyarakat.
Sinergi Pemerintah dan Aparat Jadi Kunci
Operasi penertiban ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi teknis.
Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menekan aktivitas PETI yang selama ini menjadi perhatian berbagai pihak.
Selain melakukan penindakan, pemerintah juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik pertambangan ilegal dalam jangka panjang.
Operasi Berlangsung Aman dan Kondusif
Seluruh rangkaian operasi berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.
Setelah seluruh tim kembali, pimpinan operasi menggelar apel konsolidasi untuk mengevaluasi hasil kegiatan.
Selama operasi berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres Merangin memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menjalankan tugas dengan baik serta menjaga koordinasi selama operasi berlangsung.
Komitmen Menjaga Warisan Dunia
Keberadaan UNESCO Global Geopark Merangin membawa manfaat besar bagi daerah.
Selain meningkatkan citra Kabupaten Merangin di tingkat internasional, status tersebut juga membuka peluang investasi sektor pariwisata, penelitian, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, upaya menjaga kawasan dari aktivitas PETI menjadi tanggung jawab bersama.
Pemerintah berharap masyarakat ikut berperan aktif dengan menjaga lingkungan, melaporkan aktivitas pertambangan ilegal, serta mendukung pelestarian kawasan geopark sebagai warisan geologi yang bernilai tinggi.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Kabupaten Merangin optimistis dapat mempertahankan status UNESCO Global Geopark sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.(*)










