BISNIS,JS- Memasuki pekan terakhir Agustus 2026, deposito perbankan kembali menjadi perhatian masyarakat yang mencari instrumen investasi dengan risiko relatif rendah dan tingkat imbal hasil yang dapat diketahui sejak awal.
Di tengah dinamika suku bunga global, pergerakan inflasi, nilai tukar rupiah, serta perubahan harga komoditas energi, banyak investor konservatif memilih menempatkan sebagian dana pada produk deposito berjangka.
Pilihan tersebut menawarkan karakter berbeda dibandingkan saham, aset kripto, atau instrumen investasi berisiko tinggi lainnya. Nasabah mengetahui tenor dan tingkat bunga ketika membuka deposito, sehingga mereka dapat menyusun perencanaan keuangan dengan lebih terukur.
Namun, calon nasabah tetap perlu memperhatikan beberapa faktor sebelum memilih deposito. Selain tingkat bunga, mereka perlu membandingkan tenor, setoran awal, mekanisme pencairan, pajak atas bunga deposito, serta ketentuan penjaminan simpanan.
Lantas, bagaimana posisi bunga deposito sejumlah bank BUMN seperti BRI, BNI, dan Bank Mandiri pada akhir Agustus 2026?
Berikut perbandingan yang dapat menjadi referensi bagi masyarakat sebelum mengambil keputusan investasi.
Tren Suku Bunga Global Menjadi Perhatian Investor
Pergerakan suku bunga global menjadi salah satu faktor yang perlu investor perhatikan ketika menyusun strategi pengelolaan dana.
Bank sentral di berbagai negara terus mencermati inflasi, pertumbuhan ekonomi, harga energi, serta kondisi pasar keuangan. Perubahan kebijakan moneter global juga dapat memengaruhi arus modal, nilai tukar, imbal hasil obligasi, dan strategi likuiditas perbankan.
Harga minyak dunia juga menjadi salah satu variabel penting. Ketika harga energi meningkat, tekanan inflasi dapat kembali muncul dan membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama.
Kondisi tersebut membuat istilah higher for longer kembali mendapatkan perhatian di pasar keuangan.
Bagi masyarakat, situasi seperti ini membuat perbandingan produk simpanan semakin penting. Nasabah tidak hanya perlu melihat angka bunga, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan jangka waktu penggunaan dana.
Bunga Deposito BRI Agustus 2026
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu bank BUMN yang menawarkan deposito rupiah untuk nasabah yang ingin mengunci dana dalam jangka waktu tertentu.
Berdasarkan informasi yang menjadi dasar pemantauan hingga 24 Agustus 2026, BRI menawarkan bunga deposito sebesar 3,00% per tahun untuk tenor 1, 3, dan 6 bulan.
Sementara itu, deposito dengan tenor lebih panjang memberikan bunga sebesar 2,50% per tahun.
Rinciannya sebagai berikut:
Tenor-Bunga per Tahun
- 1 bulan- 3,00%
- 3 bulan- 3,00%
- 6 bulan- 3,00%
- 12 bulan- 2,50%
- 24 bulan- 2,50%
- 36 bulan- 2,50%
Dengan struktur tersebut, BRI menawarkan tingkat bunga tertinggi 3,00% per tahun.
Menariknya, nasabah yang mencari deposito jangka pendek dapat mempertimbangkan tenor 1, 3, atau 6 bulan karena ketiganya memberikan tingkat bunga yang sama berdasarkan data tersebut.
Perubahan ini juga menjadi perhatian karena bunga tenor tertentu sebelumnya berada pada level yang lebih tinggi.
Bunga Deposito BNI Terbaru
Selanjutnya, Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan deposito rupiah dengan setoran awal mulai dari Rp5 juta.
Nasabah dapat memilih beberapa pilihan tenor, mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan.
Struktur bunga deposito BNI yang tercantum dalam pemantauan tersebut sebagai berikut:
Tenor- Bunga per Tahun
- 1 bulan- 2,25%
- 3 bulan- 2,50%
- 6 bulan- 2,75%
- 12 bulan- 2,50%
- 24 bulan- 2,50%
BNI memberikan bunga tertinggi sebesar 2,75% per tahun untuk tenor 6 bulan.
Bagi nasabah yang mengutamakan fleksibilitas, tenor 6 bulan dapat menjadi salah satu opsi menarik karena menawarkan bunga lebih tinggi dibandingkan tenor 1, 3, 12, maupun 24 bulan dalam tabel tersebut.
Selain itu, tingkat bunga tidak mengikuti perbedaan nominal dana berdasarkan informasi yang menjadi dasar artikel ini. Dengan demikian, nasabah perlu lebih fokus membandingkan tenor dan kebutuhan penggunaan dana.
Bunga Deposito Bank Mandiri Agustus 2026
Bank Mandiri juga menawarkan deposito rupiah melalui kantor cabang maupun layanan digital Livin’ by Mandiri.
Untuk pembukaan melalui Livin’ by Mandiri, nasabah dapat melakukan penempatan mulai dari Rp1 juta berdasarkan informasi yang menjadi acuan pemantauan.
Struktur bunga deposito Bank Mandiri sebagai berikut:
Tenor- Bunga per Tahun
- 1 bulan- 2,25%
- 3 bulan- 2,25%
- 6 bulan- 2,50%
- 12 bulan- 2,50%
- 24 bulan- 2,50%
Dengan struktur tersebut, bunga tertinggi deposito Bank Mandiri mencapai 2,50% per tahun.
Bank Mandiri menawarkan tingkat bunga yang sama untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan berdasarkan data tersebut.
Bagi investor yang ingin menggunakan layanan digital untuk membuka deposito, faktor kemudahan transaksi dapat menjadi salah satu pertimbangan selain tingkat bunga.
Perbandingan Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri
Jika hanya melihat tingkat bunga tertinggi, BRI menawarkan angka paling tinggi dalam perbandingan ini, yaitu 3,00% per tahun.
BNI berada di posisi berikutnya dengan bunga maksimum 2,75% per tahun, sedangkan Bank Mandiri menawarkan bunga maksimum 2,50% per tahun.
Perbandingannya terlihat sebagai berikut:
Bank- Bunga Tertinggi-Tenor
- BRI- 3,00%- 1, 3, 6 bulan
- BNI- 2,75%- 6 bulan
- Bank Mandiri- 2,50%- 6, 12, 24 bulan
Meski demikian, investor tidak sebaiknya memilih deposito hanya berdasarkan persentase bunga.
Financial planning yang baik perlu memperhitungkan tujuan penggunaan dana. Dana untuk kebutuhan dalam beberapa bulan tentu membutuhkan strategi berbeda dibandingkan dana yang memang investor siapkan untuk jangka panjang.
Apakah Deposito Aman untuk Investasi?
Deposito sering masuk kategori instrumen investasi konservatif karena menawarkan tingkat bunga yang sudah ditentukan sejak awal.
Namun, istilah “aman” tidak berarti investor dapat mengabaikan seluruh risiko.
Nasabah tetap perlu memastikan bahwa bank peserta program penjaminan memenuhi ketentuan yang berlaku. Selain itu, tingkat bunga deposito juga perlu dibandingkan dengan tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.
Berdasarkan informasi yang digunakan dalam artikel ini, tingkat bunga penjaminan LPS berada pada level 3,75%.
Nasabah juga perlu memahami bahwa ketentuan penjaminan memiliki syarat dan batas tertentu. Karena itu, masyarakat sebaiknya membaca ketentuan terbaru LPS dan bank sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar.
Jangan Lupa Pajak Bunga Deposito
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika menghitung keuntungan deposito adalah menggunakan bunga bruto sebagai keuntungan bersih.
Bunga deposito dapat terkena pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Artinya, nasabah perlu menghitung net return atau imbal hasil bersih setelah memperhitungkan pajak.
Sebagai ilustrasi sederhana, apabila seseorang menempatkan dana Rp100 juta pada deposito dengan bunga 3% per tahun, bunga bruto secara sederhana mencapai Rp3 juta dalam setahun sebelum memperhitungkan pajak dan ketentuan pembayaran bunga.
Perhitungan aktual dapat berbeda tergantung tenor, metode pembayaran bunga, pajak, serta ketentuan produk bank.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya bertanya, “Berapa bunga deposito?” tetapi juga, “Berapa keuntungan bersih yang saya terima?”
Simulasi Sederhana Deposito Rp100 Juta
Sebagai gambaran, deposito Rp100 juta dengan bunga 3% per tahun menghasilkan bunga bruto sekitar Rp3 juta apabila dana bertahan selama satu tahun dan tingkat bunga tidak berubah selama periode tersebut.
Sementara itu, deposito Rp100 juta dengan bunga 2,75% menghasilkan bunga bruto sekitar Rp2,75 juta per tahun.
Adapun bunga 2,50% menghasilkan bunga bruto sekitar Rp2,5 juta per tahun.
Perhitungan tersebut hanya simulasi sederhana dan belum memperhitungkan pajak maupun detail mekanisme pembayaran bunga.
Investor perlu menggunakan angka tersebut sebagai ilustrasi, bukan sebagai jaminan hasil investasi.
Deposito vs Tabungan: Mana yang Lebih Cocok?
Deposito dan tabungan memiliki fungsi berbeda.
Tabungan menawarkan fleksibilitas lebih tinggi karena nasabah dapat menggunakan dana untuk transaksi sehari-hari. Sebaliknya, deposito mendorong nasabah menyimpan dana selama periode tertentu sesuai tenor.
Karena itu, dana darurat sebaiknya tidak seluruhnya ditempatkan pada deposito berjangka panjang.
Investor dapat membagi dana berdasarkan kebutuhan. Sebagian dana dapat tetap tersedia dalam rekening tabungan atau instrumen yang mudah dicairkan, sementara dana yang memang tidak diperlukan dalam periode tertentu dapat masuk ke deposito.
Strategi tersebut membantu menjaga keseimbangan antara liquidity management dan potensi pendapatan bunga.
Strategi Memilih Deposito Terbaik 2026
Masyarakat dapat menggunakan beberapa indikator ketika membandingkan deposito.
Pertama, bandingkan bunga bersih, bukan hanya bunga yang tercantum dalam iklan.
Kedua, perhatikan tenor. Jangan memilih tenor panjang hanya karena ingin mendapatkan bunga tertentu jika dana tersebut mungkin Anda perlukan dalam waktu dekat.
Ketiga, cek setoran minimum. Produk digital terkadang memberikan akses pembukaan dengan nominal berbeda dibandingkan pembukaan melalui kantor cabang.
Keempat, periksa ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo. Beberapa produk dapat mengenakan konsekuensi tertentu apabila nasabah mencairkan deposito lebih awal.
Kelima, pastikan memahami ketentuan penjaminan LPS.
Terakhir, bandingkan deposito dengan alternatif investasi lain berdasarkan profil risiko dan tujuan keuangan.
Mengapa Deposito Tetap Menarik di Tengah Ketidakpastian?
Deposito memiliki satu keunggulan utama: investor dapat memperkirakan imbal hasil sejak awal.
Karakter tersebut berbeda dengan saham atau aset kripto yang dapat mengalami perubahan harga secara signifikan dalam waktu singkat.
Bagi investor konservatif, kepastian tersebut dapat membantu menyusun anggaran dan perencanaan keuangan.
Deposito juga dapat menjadi salah satu bagian dari diversifikasi aset. Investor tidak harus menempatkan seluruh kekayaannya pada satu instrumen.
Dengan strategi yang tepat, deposito dapat berfungsi sebagai salah satu komponen portofolio untuk menjaga sebagian dana tetap relatif stabil.
Apakah Bunga Deposito Bisa Naik Lagi?
Arah bunga deposito sangat bergantung pada kebijakan moneter, kondisi likuiditas perbankan, inflasi, pertumbuhan kredit, nilai tukar, dan persaingan penghimpunan dana.
Ketika bank membutuhkan tambahan dana pihak ketiga, bank dapat menawarkan tingkat bunga yang lebih kompetitif.
Sebaliknya, ketika likuiditas perbankan cukup kuat, bank dapat mempertahankan atau menyesuaikan bunga deposito sesuai strategi masing-masing.
Karena itu, investor sebaiknya tidak menganggap tingkat bunga Agustus 2026 sebagai angka yang akan berlaku selamanya.
Nasabah perlu mengecek kembali informasi resmi bank sebelum membuka deposito.
Kesimpulan
Memasuki pekan terakhir Agustus 2026, deposito BUMN tetap menawarkan pilihan menarik bagi masyarakat yang mengutamakan stabilitas dan perencanaan imbal hasil.
Dalam perbandingan BRI, BNI, dan Bank Mandiri, BRI mencatat bunga deposito tertinggi sebesar 3,00% per tahun untuk tenor 1, 3, dan 6 bulan berdasarkan data yang menjadi dasar pemantauan artikel ini.
BNI menawarkan bunga maksimum 2,75% untuk tenor 6 bulan, sedangkan Bank Mandiri memberikan bunga maksimum 2,50% untuk tenor 6, 12, dan 24 bulan.
Namun, angka bunga bukan satu-satunya faktor yang menentukan pilihan terbaik.
Investor perlu menghitung keuntungan bersih setelah pajak, memperhatikan tenor, kebutuhan likuiditas, ketentuan pencairan, setoran awal, serta perlindungan LPS.
Pada akhirnya, deposito terbaik 2026 bukan selalu produk dengan bunga paling tinggi, melainkan produk yang paling sesuai dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan toleransi risiko masing-masing nasabah.
Catatan: Suku bunga deposito, ketentuan pajak, dan tingkat bunga penjaminan LPS dapat berubah. Sebelum mengambil keputusan finansial, cek kembali informasi terbaru melalui kanal resmi bank dan LPS. Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan rekomendasi investasi personal.(*)










