Program 3S Sungai Penuh Makin Kuat, Azhar Hamzah Puji Kekompakan ASN Bantu Atasi Stunting

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat Program 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah) sebagai gerakan kepedulian sosial yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, bahkan turun langsung memimpin kegiatan tersebut sekaligus memberikan apresiasi atas kekompakan jajaran ASN dalam menjaga keberlangsungan program.

Kegiatan pengumpulan bantuan berlangsung setelah apel gabungan, Senin (5/10/2026), di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh. Seluruh ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut berpartisipasi dalam gerakan sosial tersebut.

Kekompakan ASN menjadi salah satu kekuatan utama Program 3S. Sebab, gerakan ini tidak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kesediaan setiap aparatur untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.

Azhar Hamzah menilai semangat kebersamaan tersebut perlu terus tumbuh di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Menurutnya, kepedulian sosial tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi harus muncul melalui tindakan nyata.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang tetap konsisten mendukung Program 3S. Azhar juga mengingatkan bahwa bantuan sederhana dari setiap aparatur dapat memberikan manfaat bagi keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi.

“Terima kasih kepada seluruh ASN yang terus menunjukkan kepedulian dan kebersamaan melalui Program 3S. Program ini bukan hanya bentuk bantuan, tetapi juga wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Azhar Hamzah.

Program 3S Sungai Penuh Perkuat Kepedulian Sosial ASN

Meski terlihat kecil, kontribusi tersebut memiliki nilai sosial ketika seluruh ASN bergerak bersama. Pemerintah Kota Sungai Penuh kemudian mengumpulkan bantuan tersebut untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan ekonomi.

Melalui konsep gotong royong, Pemkot Sungai Penuh ingin membangun budaya berbagi di lingkungan birokrasi. Dengan demikian, ASN tidak hanya menjalankan tugas pelayanan pemerintahan, tetapi juga mengambil bagian dalam persoalan sosial masyarakat.

Selain itu, Program 3S memperlihatkan bahwa pemerintah daerah dapat menggerakkan kepedulian melalui langkah sederhana. Setiap aparatur memiliki kesempatan untuk berkontribusi tanpa harus menunggu program bantuan berskala besar.

Karena itu, konsistensi menjadi faktor penting bagi keberlangsungan gerakan tersebut. Pemerintah membutuhkan keterlibatan seluruh OPD agar semangat berbagi tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Azhar Hamzah Tekankan Manfaat Program untuk Keluarga Berisiko Stunting

Dalam kesempatan tersebut, Azhar Hamzah menegaskan bahwa Program 3S memiliki peran penting dalam mendukung penanganan stunting di Kota Sungai Penuh.

Menurutnya, keluarga dengan balita berisiko stunting membutuhkan perhatian bersama. Selain faktor kesehatan, kondisi ekonomi juga dapat memengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi anak.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu mendorong berbagai pendekatan yang saling mendukung. Program kesehatan, edukasi keluarga, pemenuhan kebutuhan pangan, dan bantuan sosial harus berjalan searah.

Program 3S hadir sebagai salah satu bentuk dukungan sosial untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Melalui bantuan beras dan telur, pemerintah berharap masyarakat penerima memperoleh tambahan kebutuhan pangan untuk kehidupan sehari-hari.

Namun, upaya pencegahan stunting tentu tidak berhenti pada pemberian bantuan bahan pangan. Keluarga juga membutuhkan pemahaman mengenai pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan tumbuh kembang balita.

Baca Juga :  Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: "Sudah Banyak Mudaratnya"

Dengan demikian, Program 3S dapat memperkuat gerakan sosial yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Azhar berharap seluruh ASN mempertahankan komitmen tersebut. Ia juga mengajak setiap OPD untuk menjaga kekompakan sehingga pemerintah mampu membantu lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

“Pemerintah berharap semangat berbagi ini terus dipertahankan. Dengan kebersamaan, kita dapat membantu lebih banyak masyarakat dan mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.

TP-PKK dan ASN Jadi Kekuatan Utama Gerakan 3S

Keberhasilan Program 3S tidak terlepas dari kolaborasi Pemerintah Kota Sungai Penuh, Tim Penggerak PKK, dan seluruh ASN.

Ketiga unsur tersebut memiliki peran penting dalam membangun gerakan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah mendorong kebijakan dan koordinasi, sementara ASN memperkuat partisipasi melalui kontribusi rutin.

Di sisi lain, Tim Penggerak PKK memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan sosial yang berkaitan dengan keluarga, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi penting karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan. Kondisi ekonomi keluarga, akses terhadap makanan bergizi, lingkungan tempat tinggal, hingga pengetahuan orang tua turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Melalui pendekatan bersama, pemerintah dapat memperluas perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Kegiatan Senin tersebut juga memperlihatkan keterlibatan jajaran pemerintah dalam menjaga kesinambungan program. Para asisten, staf ahli, kepala OPD, pengurus TP-PKK Kota Sungai Penuh, serta seluruh ASN mengikuti kegiatan setelah apel gabungan.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan itu menunjukkan bahwa Program 3S membutuhkan dukungan lintas organisasi. Dengan koordinasi yang baik, setiap OPD dapat mengambil bagian dalam memperkuat kepedulian sosial.

Mengapa Program 3S Penting bagi Masyarakat?

Gerakan sosial seperti Program 3S memiliki nilai penting karena pemerintah tidak selalu dapat menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat melalui anggaran dan kebijakan formal.

Keterlibatan ASN memberikan ruang bagi tumbuhnya solidaritas sosial di lingkungan pemerintahan. Selain itu, program ini mengajak aparatur untuk melihat langsung bahwa sebagian masyarakat masih membutuhkan perhatian dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Ada beberapa manfaat yang ingin diperkuat melalui gerakan tersebut.

1. Membantu kebutuhan pangan keluarga kurang mampu

Beras dan telur menjadi dua bentuk kontribusi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan rumah tangga.

Bagi keluarga berpenghasilan rendah, tambahan bahan pangan dapat membantu mengurangi sebagian beban pengeluaran harian. Terlebih, keluarga dengan anak kecil membutuhkan perhatian terhadap kecukupan makanan dan asupan gizi.

2. Mendukung pencegahan stunting

Stunting merupakan persoalan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Program 3S dapat menjadi salah satu bentuk dukungan sosial bagi keluarga yang memiliki balita berisiko stunting. Namun, pemerintah tetap perlu mengintegrasikan bantuan tersebut dengan layanan kesehatan dan edukasi gizi.

3. Menumbuhkan budaya gotong royong

Program ini mengajarkan bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan sumbangan dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Soal Kontrak! PPPK Sungai Penuh Bisa Tersenyum, Ini Penjelasan BKPSDM Sungai Penuh

Ketika banyak orang memberikan kontribusi kecil secara konsisten, mereka dapat membangun kekuatan sosial yang lebih besar. Prinsip tersebut menjadi dasar gerakan Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah.

4. Memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat

Partisipasi ASN dalam kegiatan sosial dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui kegiatan semacam ini, aparatur tidak hanya menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap persoalan kehidupan warga.

Konsistensi dan Transparansi Menjadi Kunci Keberlanjutan Program 3S

Meski memiliki konsep sederhana, keberlanjutan Program 3S membutuhkan pengelolaan yang baik.

Pemerintah perlu menjaga partisipasi ASN, memastikan mekanisme pengumpulan bantuan berjalan secara tertib, serta memperhatikan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan bantuan juga menjadi bagian penting untuk mempertahankan kepercayaan seluruh pihak yang berkontribusi.

Dengan pengelolaan yang terbuka, ASN dapat mengetahui bagaimana kontribusi mereka memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, pemerintah dapat memperkuat evaluasi untuk melihat kebutuhan penerima dan efektivitas penyaluran bantuan.

Program sosial juga membutuhkan data penerima yang akurat. Pemerintah perlu memperhatikan keluarga dengan balita berisiko stunting, ibu hamil, lansia, serta keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi sesuai sasaran program.

Langkah tersebut penting agar bantuan tidak hanya terkumpul, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Di samping itu, pemerintah dapat terus memperkuat koordinasi antara OPD dan TP-PKK. Kolaborasi tersebut memungkinkan program sosial berjalan lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Program 3S Menjadi Contoh Gerakan Sosial Berbasis Gotong Royong

Selama ini, Program 3S menjadi salah satu inovasi sosial unggulan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Gerakan tersebut memperlihatkan bagaimana pemerintah dapat membangun kepedulian melalui partisipasi aparatur.

Program ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai mendukung percepatan penanganan stunting sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah, ASN, dan masyarakat.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot Sungai Penuh untuk mempertahankan semangat gotong royong. Namun, tantangan berikutnya terletak pada kemampuan pemerintah menjaga konsistensi program sekaligus memperluas manfaatnya.

Azhar Hamzah menilai kebersamaan seluruh ASN menjadi modal penting untuk menjalankan gerakan tersebut secara berkelanjutan.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan program sosial tidak hanya terlihat dari banyaknya bantuan yang terkumpul. Lebih dari itu, keberhasilan juga terlihat dari sejauh mana bantuan mampu meringankan beban masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.

Karena itu, keterlibatan seluruh ASN perlu terus mendapat perhatian. Setiap OPD dapat menjaga semangat partisipasi sekaligus mendorong lingkungan kerja yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Pada akhirnya, Program 3S membawa pesan bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari tindakan sederhana. Segenggam beras, sebutir telur, dan seribu rupiah mungkin terlihat kecil jika berdiri sendiri.

Namun, ketika seluruh ASN bergerak bersama, kontribusi tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kepemimpinan Azhar Hamzah dan dukungan seluruh jajaran Pemkot Sungai Penuh, Program 3S diharapkan terus berkembang sebagai gerakan gotong royong yang tidak hanya memperkuat kepedulian sosial, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan risiko stunting dan meningkatkan kesejahteraan warga.(AN)

Berita Terkait

Pemutihan PKB Jambi Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga Akhir Desember 2026
PPPK Paruh Waktu Kerinci Cemas, Ini Penjelasan BKPSDM Kerinci Soal Perpanjangan Kontrak
Sempat Viral Aksi Tanam Pisang, Jalan Belui–Koto Lanang Segera Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci
Kualitas Udara Jambi Masuk Zona Berbahaya, Muaro Jambi dan Tebo Catat PM2.5 di Atas 300
Festival Kerinci 2026 Segera Digelar, Ini Jadwal dan Deretan Atraksi Budaya yang Bisa Disaksikan
Hasil Seleksi Segera Diumumkan; Siapa Isi 5 Kursi Kepala OPD Sungai Penuh?, Ini Kata BKPSDM
Bimtek BPD Sungai Penuh Sesuai Prosedur? Benarkah, Publik Terus Pertanyakan Dasar Anggarannya
Kabut Asap Sungai Penuh dan Kerinci Makin Pekat, Kesehatan Masyrakat Terancam
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Program 3S Sungai Penuh Makin Kuat, Azhar Hamzah Puji Kekompakan ASN Bantu Atasi Stunting

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Pemutihan PKB Jambi Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga Akhir Desember 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Kerinci Cemas, Ini Penjelasan BKPSDM Kerinci Soal Perpanjangan Kontrak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:31 WIB

Sempat Viral Aksi Tanam Pisang, Jalan Belui–Koto Lanang Segera Diperbaiki, Ini Target PUPR Kerinci

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Kualitas Udara Jambi Masuk Zona Berbahaya, Muaro Jambi dan Tebo Catat PM2.5 di Atas 300

Berita Terbaru