Karhutla di Tahura Muaro Jambi, Puluhan Petugas Berjuang Padamkan Api di Lahan Gambut

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUAROJAMBI,JS- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyita perhatian di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla mengerahkan puluhan personel untuk memadamkan api di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Rabu (14/10/2026).

Petugas mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka berupaya mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lahan lainnya.

Kondisi lahan yang didominasi semak belukar dan tanah gambut menjadi tantangan bagi tim di lapangan. Selain berpotensi menyebar dengan cepat, api di lahan gambut juga dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga petugas perlu melakukan pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh.

Hingga Rabu, tim gabungan masih berjuang memadamkan api. Petugas juga belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar karena proses penanganan masih berlangsung.

47 Personel Gabungan Turun ke Lokasi Karhutla

Untuk mempercepat penanganan kebakaran, sejumlah unsur bergabung dalam operasi pemadaman di kawasan Tahura Desa Sungai Aur.

Tim tersebut melibatkan personel Polsek Kumpeh Ilir, TNI, Manggala Agni, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT JBP.

Berdasarkan data petugas, sebanyak 47 personel mengikuti kegiatan pemadaman. Rinciannya terdiri atas dua personel TNI, empat anggota Polsek Kumpeh Ilir, 15 personel Manggala Agni, dan 30 personel RPK PT JBP.

Seluruh personel bekerja sama menangani titik kebakaran sesuai kebutuhan di lapangan. Mereka juga berupaya membatasi penyebaran api agar tidak menjangkau area lain yang berpotensi memperluas dampak kebakaran.

Selain mengerahkan tenaga, tim gabungan menyiapkan enam unit mesin pompa air dan satu unit excavator untuk mendukung proses pemadaman.

Peralatan tersebut membantu petugas menangani kobaran api di tengah kondisi lahan yang sulit. Namun, karakteristik tanah gambut tetap menuntut kewaspadaan karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di bagian atas sudah padam.

Tanah Gambut Jadi Tantangan dalam Pemadaman

Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla di kawasan Tahura Muaro Jambi.

Berbeda dengan kebakaran di lahan terbuka biasa, api di tanah gambut berpotensi menjalar melalui lapisan organik di bawah permukaan. Kondisi ini membuat petugas perlu memeriksa area terdampak secara cermat untuk menemukan bara yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

Karena itu, tim tidak hanya berfokus memadamkan api yang terlihat. Petugas juga perlu memastikan area yang telah mereka tangani tidak menyimpan titik panas yang dapat memunculkan kobaran baru.

Sementara itu, penggunaan mesin pompa air dan dukungan alat berat menjadi bagian dari upaya tim untuk mengendalikan kebakaran sesuai kondisi medan.

Meski begitu, petugas masih membutuhkan proses penanganan lanjutan untuk memastikan api benar-benar terkendali. Hingga laporan ini disusun, belum ada angka pasti mengenai luas lahan yang terbakar maupun informasi bahwa seluruh titik api telah padam.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Sumatra dan Kalimantan Ganggu Penerbangan Malaysia-Singapura, Firefly Perpanjang Penangguhan

Polda Jambi Tekankan Sinergi Penanganan Karhutla

Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Erlan, keterlibatan kepolisian, TNI, Manggala Agni, pihak perusahaan, serta unsur terkait lainnya membantu memperkuat upaya penanganan kebakaran di lapangan.

“Polda Jambi bersama TNI, Manggala Agni, pihak perusahaan, dan seluruh unsur terkait terus bersinergi melakukan pemadaman kebakaran lahan di kawasan TAHURA Desa Sungai Aur. Prioritas kami adalah mengendalikan api, mencegah penyebarannya, serta meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Erlan.

Ia menjelaskan, tim perlu menangani kebakaran lahan gambut secara cermat dan berkelanjutan. Pasalnya, api dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga petugas harus memastikan proses pemadaman mencakup area yang berpotensi menyimpan bara.

Oleh karena itu, pemantauan setelah pemadaman menjadi bagian penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan terdampak.

Masyarakat Diminta Tidak Membuka Lahan dengan Cara Membakar

Selain mengandalkan upaya pemadaman, Polda Jambi mengajak masyarakat ikut mencegah munculnya kebakaran baru.

Erlan mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta masyarakat menghindari pembakaran sampah di kawasan yang rawan kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak melakukan pembakaran sampah di area rawan kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah meluasnya karhutla,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat perlu segera melaporkan kemunculan asap atau titik api kepada petugas setempat agar tim dapat mengambil tindakan lebih awal.

Langkah tersebut penting karena penanganan pada tahap awal dapat membantu petugas mengendalikan kebakaran sebelum api menjalar ke area yang lebih luas.

Penanganan Karhutla Muaro Jambi Terus Berlanjut

Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk mendukung penanggulangan karhutla melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan kawasan rawan, dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan masyarakat.

Untuk kebakaran di kawasan Tahura Desa Sungai Aur, tim gabungan masih berfokus mengendalikan api dan mencegah penyebarannya. Petugas juga menghadapi tantangan berupa semak belukar dan tanah gambut yang memerlukan penanganan secara menyeluruh.

Masyarakat di sekitar kawasan rawan karhutla diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda munculnya titik api.

Dengan koordinasi petugas dan dukungan masyarakat, upaya penanggulangan karhutla di Muaro Jambi diharapkan berjalan lebih efektif dan mampu mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan.(*)

Berita Terkait

5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Azhar Hamzah
Belanja Kebutuhan Pokok? Gerakan Pangan Murah Hadir di Taman Tugu 17 Sungai Penuh
5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Namanya
Siang Ini, Lima Pejabat Eselon II Pemkot Sungai Penuh Dikabarkan Dilantik, Siapa Saja?
194 Hektare Sawah di Batang Hari Gagal Panen, Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Lainnya
Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Belanja Kebutuhan Pokok? Gerakan Pangan Murah Hadir di Taman Tugu 17 Sungai Penuh

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Namanya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Siang Ini, Lima Pejabat Eselon II Pemkot Sungai Penuh Dikabarkan Dilantik, Siapa Saja?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:01 WIB

194 Hektare Sawah di Batang Hari Gagal Panen, Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Lainnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Berita Terbaru

Seleksi CPNS 2027

Nasional

CPNS 2027 Kapan Dibuka? Ini Jawaban Menteri PANRB

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:31 WIB