Alfin Perjuangkan Pasar Tanjung Bajure, Kemendag Beri Respons Positif

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,JS- Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., terus mendorong pemerintah pusat agar membantu pembangunan kembali Pasar Tanjung Bajure. Pasar yang menjadi salah satu pusat perdagangan masyarakat Kota Sungai Penuh itu membutuhkan pembenahan menyeluruh setelah berdiri lebih dari tiga dekade.

Alfin menyampaikan langsung usulan revitalisasi tersebut saat bertemu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Dalam audiensi itu, Alfin mengajak pemerintah pusat memperhatikan kondisi Pasar Tanjung Bajure sekaligus mempertimbangkan dukungan anggaran untuk pembangunan kembali fasilitas perdagangan tersebut.

Alfin turut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Sungai Penuh. Kehadiran kedua perangkat daerah itu memperkuat pembahasan mengenai kebutuhan infrastruktur dan penataan pasar agar pemerintah pusat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi di lapangan.

Bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh, revitalisasi Pasar Tanjung Bajure bukan sekadar memperbaiki bangunan lama. Upaya ini juga menyangkut keselamatan pedagang, kenyamanan pengunjung, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari perdagangan.

Pasar Tanjung Bajure Berusia Lebih dari 30 Tahun

Dalam pertemuan tersebut, Alfin menjelaskan bahwa Pasar Tanjung Bajure berdiri sejak 1995. Sejak awal pembangunannya, pasar itu belum pernah menjalani revitalisasi secara menyeluruh.

Usia bangunan yang kini melampaui 30 tahun membuat kebutuhan pembenahan semakin mendesak. Seiring berjalannya waktu, kondisi fisik bangunan mengalami penurunan, sementara kebutuhan ruang dan fasilitas perdagangan terus berkembang.

Situasi tersebut menuntut pemerintah daerah mencari solusi jangka panjang. Perbaikan sebagian bangunan saja belum tentu mampu menjawab seluruh kebutuhan pasar apabila pemerintah tidak menyertai langkah itu dengan perencanaan pembangunan yang matang.

Alfin menilai kondisi Pasar Tanjung Bajure perlu mendapat perhatian serius karena pedagang dan masyarakat setiap hari memanfaatkan kawasan tersebut untuk melakukan transaksi jual beli.

“Pasar Tanjung Bajure merupakan pusat aktivitas perekonomian masyarakat Kota Sungai Penuh. Namun, kondisi bangunannya saat ini sudah tidak layak dan kami khawatir dapat membahayakan keselamatan pedagang maupun pengunjung apabila tidak segera dilakukan pembangunan kembali,” ujar Alfin.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah kota ingin menempatkan aspek keselamatan sebagai salah satu pertimbangan utama dalam rencana revitalisasi. Dengan fasilitas yang lebih memadai, pedagang dapat menjalankan usaha secara lebih nyaman, sedangkan masyarakat bisa berbelanja dengan rasa aman.

Alfin Minta Dukungan Kemendag untuk Pembangunan Kembali

Alfin berharap Kementerian Perdagangan memberikan dukungan terhadap usulan pembangunan kembali Pasar Tanjung Bajure. Menurut pemerintah kota, dukungan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan tersebut.

Pemerintah Kota Sungai Penuh perlu mengupayakan koordinasi lintas kementerian karena pembangunan pasar membutuhkan perencanaan teknis, kesiapan administrasi, serta dukungan pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan anggaran pemerintah.

Karena itu, audiensi di Jakarta menjadi kesempatan bagi Alfin untuk menjelaskan urgensi pembangunan sekaligus membuka ruang pembahasan lebih lanjut dengan kementerian terkait.

Alfin ingin Pasar Tanjung Bajure memiliki bangunan yang lebih representatif, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan perdagangan masyarakat. Selain memperbaiki kondisi fisik, pembangunan kembali juga diharapkan menghadirkan tata ruang yang lebih tertata sehingga aktivitas pedagang dan pengunjung berjalan lebih lancar.

Meski demikian, masyarakat masih perlu menunggu tahapan lanjutan, termasuk pembahasan anggaran dan kepastian realisasi program. Dukungan awal dari kementerian menjadi perkembangan positif, tetapi belum berarti pemerintah telah menetapkan jadwal pembangunan maupun memastikan ketersediaan dana.

Kemendag Siap Menindaklanjuti Usulan Pemkot Sungai Penuh

Audiensi tersebut mendapat respons positif dari Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Pihak Kemendag menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan rakyat.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti usulan pembangunan yang diajukan pemerintah kota dan menjadikannya perhatian dalam pembahasan anggaran berikutnya.

“Usulan pembangunan yang diajukan Pemerintah Kota Sungai Penuh akan kami tindaklanjuti dan menjadi perhatian untuk diproses pada pembahasan anggaran berikutnya,” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri.

Pernyataan tersebut membuka peluang bagi pemerintah kota untuk melanjutkan koordinasi dengan kementerian. Namun, proses selanjutnya tetap bergantung pada pembahasan anggaran, persyaratan program, serta tahapan administrasi dan teknis yang berlaku.

Bagi masyarakat Sungai Penuh, tindak lanjut ini menjadi hal yang patut dicermati. Pasalnya, pembangunan kembali Pasar Tanjung Bajure berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kegiatan perdagangan, khususnya bagi pedagang kecil yang membutuhkan tempat usaha dengan fasilitas memadai.

Pemerintah kota diharapkan dapat terus mengawal usulan tersebut agar pembahasan tidak berhenti pada tahap audiensi. Kejelasan mengenai perencanaan, kebutuhan pembiayaan, dan tahapan pelaksanaan nantinya akan menentukan langkah berikutnya.

Baca Juga :  Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Kemendag Soroti Penyelesaian Pasar Sungai Penuh

Selain membahas revitalisasi Pasar Tanjung Bajure, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri turut menyoroti pembangunan Pasar Sungai Penuh yang masih berada dalam tahap penyelesaian.

Pihak kementerian mendorong Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk menjaga progres pekerjaan agar proyek tersebut selesai sesuai target. Pemerintah kota juga perlu menyiapkan pola pengelolaan pasar yang profesional sebelum fasilitas itu beroperasi secara optimal.

Perhatian terhadap pengelolaan pasar menjadi penting karena keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kualitas bangunan. Pemerintah juga perlu memastikan sistem operasional, kebersihan, penataan pedagang, pemeliharaan fasilitas, dan pelayanan kepada pengunjung berjalan secara konsisten.

Tanpa pengelolaan yang baik, fasilitas pasar yang modern sekalipun berisiko tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Sebaliknya, pengelolaan yang tertata dapat membantu menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung keberlangsungan usaha para pedagang.

Karena itu, penyelesaian Pasar Sungai Penuh dan rencana revitalisasi Pasar Tanjung Bajure perlu berjalan seiring dengan peningkatan tata kelola perdagangan di daerah.

Revitalisasi Pasar Diharapkan Dorong Ekonomi Daerah

Pasar tradisional memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain menjadi tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, pasar juga menjadi sumber penghasilan bagi pedagang, pemasok barang, pekerja angkutan, dan pelaku usaha kecil lainnya.

Di Kota Sungai Penuh, peningkatan kualitas fasilitas perdagangan dapat membantu menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertib dan nyaman. Infrastruktur yang memadai juga berpotensi meningkatkan daya tarik pasar bagi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Oleh sebab itu, rencana pembangunan kembali Pasar Tanjung Bajure memiliki arti penting bagi pengembangan ekonomi lokal. Pemerintah perlu memadukan pembangunan fisik dengan pengaturan aktivitas perdagangan, akses pengunjung, kebersihan, serta pemeliharaan bangunan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang selama proses pembangunan nantinya. Apabila proyek berlanjut ke tahap pelaksanaan, komunikasi mengenai tahapan pekerjaan dan pengaturan aktivitas perdagangan akan membantu pedagang mempersiapkan diri.

Langkah tersebut penting agar pembangunan tidak hanya menghasilkan bangunan baru, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menggunakan pasar setiap hari.

Menunggu Kepastian Tahapan Pembangunan

Audiensi Alfin dengan Kemendag menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan infrastruktur perdagangan.

Respons positif kementerian memberikan ruang bagi pemerintah kota untuk mengawal usulan revitalisasi Pasar Tanjung Bajure ke tahap berikutnya. Meski begitu, masyarakat tetap perlu menunggu hasil pembahasan anggaran dan perkembangan resmi mengenai rencana pembangunan tersebut.

Pemerintah Kota Sungai Penuh kini menghadapi pekerjaan lanjutan untuk memastikan kebutuhan teknis, perencanaan, dan administrasi berjalan sesuai ketentuan. Pada saat yang sama, penyelesaian Pasar Sungai Penuh juga membutuhkan perhatian agar fasilitas perdagangan tersebut dapat berfungsi optimal.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembenahan infrastruktur pasar diharapkan mampu mendukung kegiatan perdagangan yang lebih aman, tertata, dan produktif.

Bagi pedagang maupun masyarakat, harapan utamanya tetap sama: memiliki fasilitas pasar yang layak, nyaman, dan mampu menopang aktivitas ekonomi Kota Sungai Penuh dalam jangka panjang.(*)

Berita Terkait

Harga Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun, Kapitalisasi Pasar Kripto Susut ke US$2,73 Triliun
Sidak Kantor Camat Tabir Lintas, Bupati Merangin Kecewa: Pegawai Sepi
Reinkarnasi Supra X, Honda Biz 110 2026 Kini Sudah Hadir di Dealer
Waspada Jeratan Utang! Ini 4 Kesalahan Finansial yang Memicu Gagal Bayar Pinjaman
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
Catatan Kredit Buruk karena Pinjol, Bisakah Kembali Pulih?
Riwayat Pinjol Bisa Pengaruhi Kredit Bank, Ini Faktanya
Simpan Uang Rp10 Juta di Bank, Pilih Tabungan Biasa atau Deposito? Ini Perhitungan Bunganya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Harga Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun, Kapitalisasi Pasar Kripto Susut ke US$2,73 Triliun

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Alfin Perjuangkan Pasar Tanjung Bajure, Kemendag Beri Respons Positif

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Reinkarnasi Supra X, Honda Biz 110 2026 Kini Sudah Hadir di Dealer

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Waspada Jeratan Utang! Ini 4 Kesalahan Finansial yang Memicu Gagal Bayar Pinjaman

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031

Berita Terbaru