JAKARTA, JS – Pinjaman online (pinjol) menjadi pilihan banyak orang untuk kebutuhan dana cepat. Namun, penggunaan yang tidak bijak dapat menurunkan skor kredit.
Skor Kredit Menurut BI Checking/SLIK
Bank Indonesia mencatat riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang juga mencakup pinjaman online. Skor kredit terbagi dalam rentang 1–5:
-
Skor 1: Lancar – Pembayaran cicilan selalu tepat waktu.
-
Skor 2: Perlu perhatian – Menunggak 1–90 hari.
-
Skor 3: Tidak lancar – Menunggak 91–120 hari.
-
Skor 4: Diragukan – Menunggak antara 121–180 hari.
-
Skor 5: Macet – Menunggak lebih dari 180 hari.
Artinya, semakin tinggi skor, semakin besar risiko bagi pemberi pinjaman. Orang dengan skor 5 biasanya kesulitan mendapatkan pinjaman baru.
Kebiasaan yang Menurunkan Skor Kredit
Beberapa kebiasaan berikut dapat merusak skor kredit:
-
Telat bayar tagihan – Skor akan turun.
-
Utang lebih dari 30% penghasilan – Ini menandakan risiko finansial tinggi.
-
Menggunakan limit kredit penuh – Akibatnya, cicilan meningkat dan risiko gagal bayar lebih tinggi.
-
Riwayat kredit pendek – Sering menggunakan pinjol menyebabkan skor stagnan.
-
Pembayaran tidak tercatat dengan benar – Terutama pada pinjol ilegal, hal ini akan menghambat kenaikan skor.
Cara Memperbaiki Skor Kredit
Untuk memperbaiki skor kredit, lakukan langkah-langkah berikut:
-
Bayar tagihan tepat waktu – Cara paling efektif untuk meningkatkan skor.
-
Lunasi utang – Semakin sedikit utang, semakin baik skor.
-
Konfirmasi pembayaran – Pastikan semua pembayaran tercatat dengan benar.
-
Kelola keuangan dengan bijak – Buat anggaran realistis, hindari pinjaman berlebihan, dan jangan gunakan pinjol ilegal.
-
Ajukan pinjaman resmi – Pilih lembaga terdaftar OJK dengan suku bunga wajar.
-
Pantau skor kredit – Gunakan layanan seperti MyIdScore untuk memantau riwayat pinjaman dan skor kreditmu.
Dengan demikian, kamu bisa menggunakan pinjol dengan bijak dan sekaligus memperbaiki skor kreditmu.









