JAKARTA,JS- Presiden Prabowo Subianto mendorong perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah. Ia menyampaikan usulan itu saat menghadiri puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta.
Prabowo ingin DPRD memilih gubernur serta bupati dan wali kota. Ia menilai pemilihan langsung menghabiskan biaya besar. Ia lalu menyebut Malaysia, India, Inggris, Kanada, dan Australia sebagai contoh negara yang menggunakan model serupa.
“Saya mengajak semua kekuatan politik untuk mencari solusi. Demokrasi tetap jalan, tetapi kita tidak boleh membuang uang,” kata Prabowo.
Ia menilai masyarakat sudah memilih DPRD kabupaten/kota dan DPRD provinsi. Karena itu, DPRD bisa langsung memilih kepala daerah. “Kalau DPRD sudah dipilih rakyat, ya DPRD bisa memilih gubernur atau bupati. Selesai,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia perlu membangun model demokrasi yang sesuai dengan kebutuhan bangsa. Ia menolak politik yang memerlukan biaya tinggi karena hal itu membuka peluang korupsi dan membatasi ruang bagi rakyat yang tidak memiliki modal besar.
Ia juga mengajak semua pihak untuk percaya diri dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Prabowo kemudian menyinggung perjalanan politiknya. “Mari kita lihat ke depan. Jangan terus melihat ke belakang. Kalau saya ingat masa lalu, bagaimana? Lima kali ikut pemilu, empat kali kalah,” tuturnya.(AN)









