INTERNASIONAL,JS- NASA merilis citra satelit terbaru yang menunjukkan dampak parah banjir di Aceh dan Sumatera Utara setelah Siklon Tropis Senyar melanda Jumat (5/12/2025).
Foto satelit Landsat 9, diambil pada 30 November 2025, memperlihatkan luapan air berlumpur menenggelamkan permukiman, lahan pertanian, dan wilayah pesisir. NASA menggunakan instrumen Operational Land Imager-2 (OLI-2) untuk menangkap kondisi itu. Kota Lhoksukon, dengan 40.000 penduduk, dikepung banjir bersama desa-desa sekitarnya.
Siklon Senyar terbentuk dari depresi tropis di Selat Malaka pada 25 November 2025. Fenomena ini sangat langka karena Selat Malaka dekat garis ekuator. Efek Coriolis di sana lemah sehingga badai sulit berputar membentuk siklon. Senyar menjadi siklon tropis kedua yang tercatat terbentuk di Selat Malaka.
Data satelit Global Precipitation Measurement (GPM) menunjukkan Senyar memicu hujan ekstrem hingga 400 milimeter di beberapa wilayah Sumatra. Sungai-sungai meluap membawa sedimen dan kayu. Kerusakan makin parah di daerah pegunungan yang terdampak gempa pada 27 November.
Media lokal dan otoritas Indonesia melaporkan ratusan korban jiwa. Lebih dari 700.000 warga mengungsi hingga 4 Desember 2025. Banyak wilayah terisolasi karena jalan dan jembatan putus.
Selain Indonesia, hujan monsun dan badai tropis yang melanda Sri Lanka, Thailand, Malaysia, dan Vietnam juga menimbulkan kerusakan luas. Menurut UNOCHA, lebih dari 10,8 juta orang terdampak dan sekitar 1,2 juta mengungsi akibat rangkaian banjir di kawasan ini.(AN)









