Pikiran Tetap Tajam Hingga Usia Senja, Hindari Kebiasaan ini

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pikiran Tajam Hingga Usia Senja

Ilustrasi Pikiran Tajam Hingga Usia Senja

JAKARTA,JS – Banyak orang percaya menurunnya ketajaman pikiran tidak bisa dihindari. Namun, psikologi modern menunjukkan hal berbeda. Kebiasaan sehari-hari memengaruhi kesehatan otak secara signifikan.

Bahkan, studi pada lansia yang tetap aktif secara mental hingga usia 80-an dan 90-an menemukan pola menarik. Mereka melakukan hal-hal tertentu untuk menjaga otak tetap optimal, dan berhenti melakukan kebiasaan yang mempercepat penuaan kognitif.

Berikut tujuh kebiasaan yang ditinggalkan lansia yang tetap tajam:

  1. Mengisolasi diri
    Alih-alih menghabiskan waktu sendirian, lansia aktif tetap berinteraksi dengan orang lain. Mereka terlibat dalam komunitas dan percakapan, sehingga otak mendapat stimulasi alami. Hal ini tidak bisa digantikan TV atau ponsel.

  2. Memaksakan diri menjadi ‘serba tahu’
    Sebaliknya, mereka kembali menjadi pembelajar. Mereka belajar hal baru, teknologi, atau hobi asing untuk menjaga fleksibilitas mental. Dengan begitu, otak tetap lentur.

  3. Mengabaikan kualitas tidur
    Kurang tidur mempercepat penurunan memori dan fokus. Oleh karena itu, lansia yang tajam tidur teratur dan menghindari begadang. Langkah ini memperkuat memori dan kemampuan mengambil keputusan.

  4. Terjebak dalam pola pikir negatif
    Khawatir atau menyesali masa lalu menimbulkan stres kronis yang merusak hippocampus. Sebagai gantinya, mereka fokus pada aktivitas bermakna dan melatih mindfulness.

  5. Meremehkan aktivitas fisik
    Duduk lama melemahkan otak. Dengan demikian, lansia berjalan, berkebun, atau melakukan senam ringan untuk meningkatkan aliran darah dan merangsang pertumbuhan sel saraf.

  6. Mengonsumsi informasi secara pasif
    Scrolling atau menonton TV terus-menerus membuat otak bekerja setengah hati. Oleh karena itu, lansia menulis, berdiskusi, memecahkan teka-teki, dan mengelola proyek kecil agar otak tetap aktif.

  7. Mengabaikan kesehatan emosi
    Menekan emosi menimbulkan stres yang merusak fungsi otak. Sebaliknya, mereka terbuka terhadap perasaan, bercerita, berkonsultasi, atau mengekspresikan diri melalui seni.(AN)

Baca Juga :  Sekolah Negeri Gratis, Mengapa Orangtua Justru Pilih Swasta?

Berita Terkait

Update BMKG Hari Ini: Hujan Ekstrem Landa Indonesia, Jambi Masuk Zona Risiko Tinggi 2026
PHK PPPK Mengancam! 1,3 Juta Pegawai Terancam Kehilangan Pekerjaan, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul
Biaya Haji 2026 Terancam Naik, Pemerintah Pastikan Jamaah Tak Dibebani!
Cara Mengurus Sertifikat Tanah Wakaf 2026: Panduan Legal Lengkap, Anti Sengketa & Dijamin Aman!
Terbaru, 3 Fakta Penting tentang Guru PPPK Paruh Waktu
Nama Anda Terdaftar? Ini Cara Cek Bansos 2026 dan Arti Desil yang Bikin Kaget!
Promo PLN April 2026: Diskon Listrik Rp10.000 via PLN Mobile, Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!
PPPK Aman dari PHK! BKN Tegas: Tak Ada Pemecatan Karena Anggaran, Ini 6 Alasan Resminya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:00 WIB

Update BMKG Hari Ini: Hujan Ekstrem Landa Indonesia, Jambi Masuk Zona Risiko Tinggi 2026

Sabtu, 4 April 2026 - 11:52 WIB

PHK PPPK Mengancam! 1,3 Juta Pegawai Terancam Kehilangan Pekerjaan, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul

Sabtu, 4 April 2026 - 10:00 WIB

Biaya Haji 2026 Terancam Naik, Pemerintah Pastikan Jamaah Tak Dibebani!

Jumat, 3 April 2026 - 16:00 WIB

Cara Mengurus Sertifikat Tanah Wakaf 2026: Panduan Legal Lengkap, Anti Sengketa & Dijamin Aman!

Jumat, 3 April 2026 - 13:00 WIB

Terbaru, 3 Fakta Penting tentang Guru PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru