Progres Mandek, Program Cetak Sawah Bungo Disorot

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Lokasi Lahan cetak Sawah yang dilaksanakan di Bungo

Tampak Lokasi Lahan cetak Sawah yang dilaksanakan di Bungo

BUNGO,JS– Program cetak sawah di Kabupaten Bungo menuai sorotan tajam. Pasalnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Jambi belum menunjukkan hasil nyata di lapangan dari proyek Tahun 2025 ini.

Oleh karena itu, DPD Tani Merdeka Bungo menilai progres proyek seluas 261 hektare berjalan sangat lambat, meski target rampung akhir 2025. Ketua DPD Tani Merdeka Bungo, Indra, menegaskan proyek ini “hidup di atas kertas.” Ia menambahkan, petani Bungo menunggu hasil nyata.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah di Kerinci Turun, Petani Mengeluh

Berdasarkan data Indra, realisasi fisik sangat minim:

  • Lubuk Kayu Aro: Target 109,78 hektare, pekerja baru menyelesaikan sekitar 18 hektare.

  • Rantau Pandan: Target 113,07 hektare, pekerja baru menuntaskan 2 hektare.

  • Desa Rambah: Target 39,11 hektare, pekerja juga baru mengerjakan sebagian kecil.

Selain itu, Indra menilai masalah ini bukan sekadar teknis. Ia menyebutnya sebagai kegagalan struktural. Perencanaan lokasi diragukan, koordinasi antar-instansi lemah, dan pengawasan konsultan tidak efektif. Selain itu, kontraktor pelaksana bungkam, sehingga publik meragukan transparansi anggaran puluhan miliar rupiah.

Baca Juga :  Jalan Desa Kritis Akibat Cuaca, Pemkab Sarolangun Bergerak

“Ketahanan pangan tidak bisa dibangun dengan retorika. Petani membutuhkan tindakan nyata dan hasil yang jelas,” tegas Indra.

Karena itu, DPD Tani Merdeka meminta Kementerian Pertanian segera melakukan audit menyeluruh. Mereka juga menuntut pihak terkait bertanggung jawab atas lambannya progres proyek cetak sawah.

“Pemerintah perlu mengevaluasi program cetak sawah di Bungo agar petani dapat mencapai swasembada pangan,” tutup Indra.(AN)

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Kerinci Bersiap Perpanjang Kontrak 2026, Ini Syarat dan Batas Waktunya
Kabut Asap Makin Parah, Bupati Merangin Keluarkan Aturan Sekolah Daring 8–10 Oktober 2026
Apo Kabar Wo Haris!, Kapan Berkunjung ke Kerinci dan Sungai Penuh lagi
UNJA Alihkan Kuliah ke Daring Saat Kualitas Udara Jambi Masuk Level Berbahaya, UIN Jambi Ikut Terapkan Kebijakan Serupa
Ironi Lumbung Pangan Provinsi Jambi Ditengah Kekeringan, Petaninya Beli Beras
Heboh, ASN ‘GHAIB’ Dilingkup Pemerintah Kabupaten Kerinci
Target Juara MTQ Jambi, Wako Alfin Minta Kafilah Sungai Penuh Fokus dan Disiplin
Wawako Azhar Hamzah Bahas Pengawasan Aset Pemkot Sungai Penuh Bersama Komisi II DPR RI
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kerinci Bersiap Perpanjang Kontrak 2026, Ini Syarat dan Batas Waktunya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Kabut Asap Makin Parah, Bupati Merangin Keluarkan Aturan Sekolah Daring 8–10 Oktober 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Apo Kabar Wo Haris!, Kapan Berkunjung ke Kerinci dan Sungai Penuh lagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:01 WIB

UNJA Alihkan Kuliah ke Daring Saat Kualitas Udara Jambi Masuk Level Berbahaya, UIN Jambi Ikut Terapkan Kebijakan Serupa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Ironi Lumbung Pangan Provinsi Jambi Ditengah Kekeringan, Petaninya Beli Beras

Berita Terbaru