TERNATE,JS – Prof. Zudan menegaskan bahwa sistem Pro ASN membawa perubahan mendasar dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN). Dengan demikian, pemerintah dapat memetakan potensi, kompetensi digital, dan kesiapan talenta ASN. Hal ini membuat penempatan dan promosi lebih tepat sasaran.
“Manfaat Pro ASN sangat strategis, tidak hanya bagi ASN tetapi juga bagi masyarakat. Dengan sistem ini, pengembangan karier menjadi lebih efektif, dan talenta terbaik bisa memimpin berdasarkan kapabilitas, bukan kedekatan,” ujar Prof. Zudan, didampingi Kepala Kantor Regional XI BKN Manado, Akhmad Syauki.
Selain itu, Prof. Zudan menekankan pentingnya manajemen talenta nasional. Dengan data talenta ASN yang kuat di seluruh Indonesia, pemerintah dapat menempatkan ASN terbaik di posisi yang paling membutuhkan kompetensinya, baik lintas daerah maupun lintas instansi.
“Penempatan ASN tidak lagi subjektif. Karena itu, data yang solid memungkinkan prinsip the right man in the right place terwujud. Jika pemerintah menerapkan manajemen talenta secara nasional, Indonesia akan memasuki era mobilitas talenta,” jelasnya.
Sebagai bukti, 296 pegawai ASN Pemkab Halmahera Selatan mengikuti Pro ASN di UPT BKN Ternate. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa BKN secara konsisten menguatkan ASN berbasis merit, bahkan di wilayah terdepan Indonesia. Langkah ini juga memperkuat komitmen BKN untuk menghadirkan pengembangan karier ASN yang adil, objektif, dan prospektif, termasuk bagi ASN di daerah kepulauan.(AN)









