JAKARTA, JS – Gula Darah Tinggi Tak Selalu Diabetes, Ini Penjelasann
Dokter menetapkan seseorang menderita diabetes bukan hanya berdasarkan keluhan. Sebaliknya, dokter mengecek gula darah pasien dan membandingkan dengan angka batas tertentu.
Dokter Endokrinologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. I Gusti Ngurah Adhiartha, Sp.PD-KEMD, FINASIM menegaskan dokter menentukan diagnosis diabetes berdasarkan hasil laboratorium. “Diagnosis diabetes itu ada angkanya,” ujarnya.
Gula Darah Puasa Jadi Ukuran Awal
Pasien berpuasa selama delapan jam sebelum pemeriksaan.
Kisaran gula darah puasa normal dalam miligram per desiliter (mg/dL) sebagai berikut:
-
Normal: 70–90 mg/dL
-
Gangguan glukosa puasa (prediabetes): 100–125 mg/dL
-
Diabetes: ≥126 mg/dL
Dokter menggunakan darah vena, bukan darah kapiler dari glukometer.
Pemeriksaan Gula Darah Dua Jam Setelah Makan
Selain itu, dokter mengecek gula darah dua jam setelah makan untuk membantu diagnosis:
-
Normal: <140 mg/dL
-
Gangguan toleransi glukosa (prediabetes): 140–199 mg/dL
-
Diabetes: ≥200 mg/dL
“Kalau gula darah sewaktu 200 mg/dL atau lebih disertai gejala, baru bisa dikatakan diabetes,” tambah Adhiartha.
Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu
Di samping itu, dokter memeriksa gula darah sewaktu kapan saja, tanpa memperhatikan waktu makan. Namun, dokter tetap mengevaluasi gejala khas agar diagnosis tepat.
Hiperglikemia sesaat muncul karena stres, demam, infeksi, atau obat tertentu seperti steroid.
“Hiperglikemia sesaat bisa naik, tapi kemudian turun setelah penyebabnya hilang,” ujarnya.(AN)









