Tidur Nyaman, Bangun Kesakitan? Waspadai Bantal Terlalu Tinggi

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pemakaian bantal ketinggian

Ilustrasi pemakaian bantal ketinggian

KESEHATAN,JS- Kebiasaan menumpuk bantal atau menggunakan bantal yang terlalu tinggi saat tidur masih sering dianggap sepele. Padahal, di balik rasa empuk tersebut, tersimpan risiko kesehatan yang dapat berdampak serius pada leher dan saraf tulang belakang.

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari RS Fatmawati, Dr. dr. Didik Librianto, Sp.OT, Subsp. O.T.B (K), menegaskan bahwa pemilihan bantal tidak boleh sembarangan. Menurutnya, posisi leher saat tidur sangat menentukan kesehatan tulang belakang dalam jangka panjang.

Posisi Leher Menentukan Kesehatan Saraf

Pertama-tama, penting untuk memahami struktur alami tulang belakang leher. Secara anatomi, leher memiliki lengkungan alami yang harus tetap terjaga, termasuk saat seseorang tidur.

Baca Juga :  Waspada, Begini Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Namun, ketika seseorang menggunakan bantal yang terlalu tinggi, leher akan tertekuk ke depan dalam waktu lama. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada cakram atau bantalan tulang belakang (disk). Jika tekanan terus terjadi setiap malam, bantalan dapat menonjol dan menekan saraf di sekitarnya.

Akibatnya, risiko terjadinya saraf terjepit pun meningkat.

Dari Salah Bantal hingga Saraf Terjepit

Selanjutnya, banyak orang sering menganggap keluhan awal sebagai “salah bantal” biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan saraf.

Dalam istilah medis, saraf terjepit di leher dikenal sebagai cervical nerve entrapment. Gangguan ini bukan masalah ringan. Jika penderita tidak segera menangani, kondisi tersebut dapat menghambat aktivitas harian dan memperburuk kesehatan tulang belakang.

Baca Juga :  Konsumsi Minuman Ini, Efektif Untuk Kesehatan Ginjal

Dr. Didik menjelaskan bahwa pasien kerap datang dengan keluhan yang sudah berkembang. “Bantal yang terlalu tinggi membuat leher tertekuk selama berjam-jam. Tekanan itu dapat menjepit saraf,” jelasnya.

Kenali Gejala Sejak Dini

Selain itu, gejala awal sering muncul secara bertahap. Penderita biasanya merasakan tidak nyaman di kepala, nyeri di leher, atau rasa pegal di pundak.

Banyak orang kemudian berusaha menggerak-gerakkan leher atau melakukan peregangan karena merasa kaku. Jika kondisi terus berlanjut, nyeri dapat menjalar ke lengan. Bahkan, sebagian pasien mengalami kesemutan berkepanjangan hingga kelemahan otot.

Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh. Keluhan ringan yang muncul berulang setiap bangun tidur tidak boleh diabaikan.

Pilih Bantal dengan Tinggi Ideal

Sebagai langkah pencegahan, dr. Didik menyarankan penggunaan satu bantal dengan tinggi yang proporsional. Bantal yang ideal akan menjaga posisi leher tetap sejajar dengan tulang belakang.

Meski demikian, dalam kondisi medis tertentu, dokter dapat merekomendasikan penggunaan bantal lebih tinggi. Namun, keputusan tersebut harus berdasarkan evaluasi medis, bukan sekadar preferensi kenyamanan.

Baca Juga :  Waspada! 10 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Pada akhirnya, kualitas tidur tidak hanya bergantung pada lamanya waktu istirahat, tetapi juga pada posisi tubuh yang tepat. Dengan memilih bantal yang sesuai, masyarakat dapat melindungi kesehatan leher dan mencegah risiko saraf terjepit di kemudian hari.(*)

Berita Terkait

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bikin Gigi Berlubang, Nomor 7 Sering Diabaikan
4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari
Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?
BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali
Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!
Durian Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Jarang Diketahui, Penderita Hipertensi Wajib Tahu!
6 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, Nomor 6 Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes Berbahaya
BPJS PBI Tidak Aktif? Ini Cara Mengaktifkan Kembali Lewat Dinsos, Pandawa, atau Jalur Mandiri
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:01 WIB

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bikin Gigi Berlubang, Nomor 7 Sering Diabaikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:01 WIB

4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:01 WIB

BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!

Berita Terbaru