LIFESTYLE,JS– Banyak orang menganggap tidur delapan jam per malam sebagai standar ideal. Namun, setiap orang memiliki kebutuhan tidur berbeda. Durasi tidak selalu menjadi faktor utama.
Kurang Tidur Bisa Berdampak Buruk
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, kualitas tidur penting untuk menjaga fungsi tubuh dan kesehatan mental.
Psikolog klinis sekaligus pakar tidur dan kognisi, dr. Tony Cunningham, menjelaskan bahwa tidur bukan hanya soal durasi. Melainkan, tubuh juga perlu mengatur dan menjalani proses tidur dengan baik.
“Tidur dipengaruhi oleh dua hal, yaitu tekanan tidur dan ritme sirkadian,” ujar Cunningham, seperti dikutip dari CNN Health.
Tekanan Tidur dan Ritme Sirkadian
Cunningham mengatakan tekanan tidur meningkat seiring lamanya seseorang terjaga. Tekanan ini menurun saat tidur. “Tekanan tidur itu seperti rasa lapar. Semakin lama tidak tidur, dorongannya makin kuat,” katanya.
Sementara itu, ritme sirkadian merupakan jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun dalam 24 jam. Meski demikian, sistem saraf mengirim sinyal utama. Karena itu, seseorang bisa merasa mengantuk atau segar pada jam tertentu setiap hari.
Akibatnya, jika tekanan tidur dan ritme sirkadian tidak selaras, tubuh tetap merasa lelah meski durasi tidur cukup.
Bangun pada Waktu yang Konsisten Lebih Penting
Cunningham menekankan pentingnya bangun di waktu yang sama setiap hari. “Bangun secara konsisten membantu tubuh membangun pola tidur sehat. Ini lebih efektif dibanding memaksakan tidur saat belum mengantuk,” jelasnya.
Oleh karena itu, Cunningham menyarankan berbaring di tempat tidur hanya saat benar-benar mengantuk. Jika tubuh belum cukup lelah, tidur tidak akan datang dalam 20-30 menit.
Dalam kondisi ini, lakukan aktivitas ringan, seperti meditasi, mandi air hangat, atau meredupkan lampu untuk menyiapkan tubuh tidur.
Tidak Semua Orang Butuh 8 Jam Tidur
Cunningham menambahkan, angka 7-9 jam tidur per malam hanyalah rata-rata, bukan aturan mutlak.
“Ada orang yang optimal dengan 5-6 jam tidur. Ada juga yang butuh 9 jam atau lebih,” jelasnya. Kebutuhan tidur berbeda karena faktor biologis dan fisiologis tiap individu.
Cara Mengetahui Kebutuhan Tidur Pribadi
Cunningham menyarankan mencoba tidur tanpa alarm saat libur atau cuti. “Tidurlah sampai bangun sendiri, tanpa alarm dan tanpa melihat jam,” katanya.
Pada tahap awal, tubuh bisa tidur lebih lama untuk memulihkan kurang tidur sebelumnya. Namun, setelah beberapa hari, waktu bangun biasanya menjadi konsisten.
“Jika seseorang bangun di jam yang sama beberapa hari berturut-turut tanpa alarm, itu tanda tubuh telah menemukan kebutuhan tidurnya,” ujar Cunningham.(AN)









