Mengenal Perilaku Malas, Tidak Selalu Sekadar Kurang Usaha

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi orang malas

Ilustrasi orang malas

KESEHATAN,JS- Mengenal Perilaku Malas, Tidak Selalu Sekadar Kurang Usaha

Istilah “malas” sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap kurang produktif, enggan berusaha, atau menunda-nunda pekerjaan. Namun, menurut psikolog Fuschia Sirois dari University of Durham, perilaku malas sebenarnya lebih kompleks daripada sekadar ketidakmauan untuk bekerja keras.

Dalam artikel ini, kita akan mengungkap lebih dalam tentang perilaku malas dan bagaimana hal itu bisa muncul dalam kehidupan sehari-hari.

1. Sering Menunda Tanpa Alasan Jelas

Baca Juga :  Penting; Ini Manfaat Sarapan Pagi bagi Kesehatan Jantung

Salah satu ciri utama orang yang malas adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan meskipun tidak ada hambatan yang jelas. Mereka cenderung enggan memulai tugas atau merasa tidak terdorong untuk berusaha. Menunda pekerjaan bukan karena ketidakmampuan, melainkan karena rasa malas yang menghalangi mereka untuk bertindak. Psikolog Fuschia Sirois menjelaskan bahwa semakin seseorang mengkritik dirinya sendiri karena menunda, semakin besar kemungkinan mereka akan terus melakukannya. Jadi, menunda-nunda seringkali justru menjadi kebiasaan yang makin sulit dihentikan.

2. Minim Inisiatif: Menunggu Perintah untuk Bertindak

Baca Juga :  Hindari 7 Minuman Ini, Bisa Berdampak Buruk pada Ginjal

Orang yang malas jarang mengambil langkah pertama, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sosial. Mereka cenderung hanya bergerak ketika didesak atau diperintah oleh orang lain. Dalam hal ini, mereka kurang memiliki dorongan pribadi untuk memulai sesuatu, meskipun mereka mampu melakukannya. Inisiatif rendah ini membuat mereka lebih pasif dan tidak proaktif dalam mencapai tujuan.

3. Mudah Menyerah Ketika Menghadapi Kesulitan

Baca Juga :  Tak Banyak yang Tahu, Ini Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari

Bagi orang yang malas, tantangan kecil pun bisa terasa berat. Mereka sering kali mudah menyerah atau mencari jalan pintas saat menghadapi kesulitan. Ketika tugas mulai menuntut usaha ekstra, mereka lebih memilih mundur daripada berusaha menyelesaikan masalah tersebut. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki ketahanan mental yang kuat ketika menghadapi rintangan.

4. Tidak Memiliki Tujuan Jangka Panjang

Orang dengan perilaku malas sering kali tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Tanpa tujuan yang ingin dicapai, motivasi untuk berusaha pun menjadi lemah. Mereka merasa tidak ada alasan kuat untuk berjuang lebih keras, karena tidak ada sasaran yang ingin diraih. Tanpa tujuan jangka panjang, mereka cenderung terjebak dalam rutinitas yang monoton dan tidak berkembang.

5. Kesulitan Menjaga Rutinitas Harian

Rutinitas yang sederhana, seperti bangun pagi, berolahraga, atau menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sering kali tidak dapat dijalankan dengan konsisten. Orang yang malas kesulitan membangun kebiasaan positif karena mereka tidak bisa menjaga konsistensi dalam menjalani rutinitas harian.

6. Hanya Melakukan yang Diperlukan

Seseorang yang malas cenderung melakukan hanya hal-hal yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban. Mereka tidak berusaha lebih dari yang diharuskan. Dalam pekerjaan atau aktivitas lainnya, mereka tidak memiliki dorongan untuk memberikan hasil terbaik atau melampaui ekspektasi. Mereka lebih memilih cara yang cepat dan mudah daripada berusaha mencapai hasil yang lebih baik.

7. Rasa Ingin Tahu yang Rendah

Orang yang malas juga cenderung kurang memiliki dorongan untuk belajar hal-hal baru. Mereka lebih memilih untuk tetap dalam zona nyaman daripada mencoba sesuatu yang baru. Hal ini menghambat perkembangan diri dan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan.

8. Menolak Perubahan

Perubahan seringkali dianggap sebagai sesuatu yang melelahkan bagi orang malas. Meskipun kondisi saat ini tidak ideal, mereka lebih memilih untuk bertahan dalam situasi yang tidak memuaskan daripada berusaha beradaptasi dengan hal baru. Mereka merasa perubahan akan membutuhkan lebih banyak usaha dan energi, sehingga mereka cenderung menolaknya meski perubahan tersebut mungkin lebih baik.

9. Enggan Membantu Orang Lain

Di luar kewajiban utama, orang malas juga cenderung menghindari tanggung jawab tambahan, termasuk membantu orang lain. Mereka merasa bahwa memberikan bantuan akan menyita waktu dan energi mereka, yang membuat mereka enggan terlibat. Meskipun tidak diminta, mereka memilih untuk tidak mengambil bagian dalam aktivitas sosial atau membantu orang lain karena alasan yang berkaitan dengan keinginan untuk menghindari pekerjaan tambahan.

Mengatasi Kemalasan dengan Manajemen Waktu

Untuk mengatasi perilaku malas, penting untuk memiliki manajemen waktu yang baik. Penata organisasi profesional, Diana Quintana, berbagi beberapa tips agar kita tetap fokus dan produktif. Salah satunya adalah mengenali waktu paling optimal dalam sehari untuk bekerja. Menurutnya, tugas yang paling sulit sebaiknya dikerjakan ketika energi masih tinggi. Jangan lupa untuk menyediakan waktu istirahat yang cukup agar tetap fokus dan tidak merasa terbebani.

Tidak Semua Perilaku Malas Adalah Kemalasan

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua perilaku yang tampak malas disebabkan oleh kemalasan itu sendiri. Beberapa orang mungkin mengalami kelelahan mental, stres berkepanjangan, atau burnout, yang bisa menyebabkan mereka tampak malas atau kurang bersemangat. Bahkan, gangguan psikologis tertentu dapat memengaruhi motivasi dan energi seseorang.

Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks dan pola perilaku seseorang sebelum memberi label “malas”. Mengidentifikasi akar masalah menjadi langkah pertama untuk membangun motivasi yang lebih sehat dan kebiasaan yang lebih produktif.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang perilaku ini, kita bisa lebih bijaksana dalam menghadapinya dan mencari solusi yang tepat.(AN)

Berita Terkait

Bahaya Makan Terong Berlebihan, Bisa Picu Batu Ginjal dan Gangguan Jantung
Asam Urat Tinggi? Konsumsi 7 Makanan Ini agar Kadar Asam Urat Cepat Turun
Obat Batuk Kering Dewasa Paling Ampuh 2026: Rekomendasi Medis dan Herbal yang Cepat Redakan Tenggorokan Gatal
Stroke Tak Lagi Menyeramkan? Ini Terobosan Pengobatan Modern yang Bikin Pasien Cepat Pulih
5 Kebiasaan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Masih Sering Dilakukan, Nomor 3 Paling Sulit Dihindari
Resign atau Kena PHK? Begini Cara Nonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan agar Saldo JHT Cepat Cair
Siap- siap, Tarif BPJS Kelas 1-3 Diprediksi Naik Mei ini
11 Buah Terbaik untuk Diet 2026, Ampuh Bantu Turunkan Berat Badan dan Bikin Kenyang Lebih Lama
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:04 WIB

Bahaya Makan Terong Berlebihan, Bisa Picu Batu Ginjal dan Gangguan Jantung

Senin, 18 Mei 2026 - 05:32 WIB

Asam Urat Tinggi? Konsumsi 7 Makanan Ini agar Kadar Asam Urat Cepat Turun

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:02 WIB

Obat Batuk Kering Dewasa Paling Ampuh 2026: Rekomendasi Medis dan Herbal yang Cepat Redakan Tenggorokan Gatal

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:02 WIB

Stroke Tak Lagi Menyeramkan? Ini Terobosan Pengobatan Modern yang Bikin Pasien Cepat Pulih

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:35 WIB

5 Kebiasaan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Masih Sering Dilakukan, Nomor 3 Paling Sulit Dihindari

Berita Terbaru