BUNGO,JS – Sempat Terendam Banjir, Petani Aur Gading Bungo Gagal Panen
Banjir besar melanda Dusun Aur Gading, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, pada 31 Desember 2025. Akibatnya, petani setempat kehilangan harapan karena luapan Sungai Jujuhan merendam belasan hektare sawah dan menghancurkan tanaman padi.
Air yang menutupi lahan selama beberapa hari membuat padi yang baru memasuki masa pertumbuhan membusuk dan mati. Seiring dengan itu, para petani tidak hanya kehilangan hasil panen. Mereka juga kehilangan sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Sawah kami terendam banjir. Padi membusuk dan tidak ada harapan untuk hidup kembali. Untuk menggarap lahan lagi saja kami sudah tidak sanggup, apalagi membeli bibit,” ungkap H. Manan, Ketua Kelompok Tani Dusun Aur Gading.
H. Manan menyebutkan bahwa sedikitnya belasan hektare sawah terdampak banjir di penghujung tahun lalu. Oleh karena itu, petani menanggung kerugian besar karena mereka sudah mengeluarkan sebagian besar modal sejak awal musim tanam.
Kini, para petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mendata kerugian mereka. Mereka juga meminta bantuan dan solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang. Menurut H. Manan, pemerintah harus mendukung petani agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga.
Dengan demikian, para petani hanya ingin kembali menanam. Mereka ingin bertahan hidup dari sawah mereka sendiri, meski kondisi saat ini terasa sangat berat.(AN)









