JAKARTA,JS– Musisi Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang dikenal sebagai Noe Letto dan putra budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun), resmi menjabat Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.
Menteri Pertahanan Memimpin Pelantikan
Menteri Pertahanan Kabinet Merah Putih, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pelantikan Noe Letto di Kantor Kemenhan, Jakarta. Noe bergabung dengan 11 tokoh lain yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli, termasuk Frank Alexander Hutapea, putra pengacara Hotman Paris Hutapea.
Tugas dan Peran Tenaga Ahli
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, menjelaskan bahwa Tenaga Ahli memberi masukan dan rekomendasi sesuai bidang keahlian masing-masing. Mereka menyampaikan masukan melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional.
“Para Tenaga Ahli harus memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional dengan perspektif yang meliputi disiplin sosial, budaya, hingga komunikasi strategis,” ujar Rico.
Artis Aktif Berperan dalam Pemerintahan
Noe Letto menambah daftar artis Tanah Air yang berperan aktif dalam pemerintahan. Sebelumnya, Kemenhan mengangkat Deddy Corbuzier sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik pada 11 Februari 2025. Deddy membantu menyosialisasikan program negara secara lebih efektif melalui pengaruhnya di media sosial dan platform lainnya.
Perspektif Baru dalam Kebijakan Pertahanan
Dengan latar belakang seni dan budaya, Noe Letto membawa perspektif baru yang memperkaya kebijakan pertahanan nasional. Sebagai Tenaga Ahli, ia memberi kontribusi melalui pandangan yang lebih luas, mencakup aspek sosial, budaya, dan komunikasi strategis. Pandangan ini relevan untuk menghadapi tantangan negara dalam menjaga pertahanan.(TIM)









