Singapura Perketat Pos Perbatasan Cegah Masuknya Vape Ilegal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Singapura Resmi melarang Vape

Pemerintah Singapura Resmi melarang Vape

SINTERNASIONAL,JS– Pos Pemeriksaan Woodlands, jalur darat utama antara Singapura dan Malaysia, menjadi pusat pengawasan ketat terhadap peredaran vape ilegal. Setiap hari, petugas bea cukai, termasuk Belinda Liaw, menghentikan kendaraan secara selektif dan memeriksa sasis, kompartemen tersembunyi, serta barang bawaan penumpang dengan cermat.

Pengawasan Ketat di Perbatasan

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini, Ini Jadwalnya

Ketika Liaw memberi isyarat kepada sebuah van putih untuk berhenti, timnya segera mengelilingi kendaraan dan memeriksa seluruh bagiannya. Petugas menanyai pengemudi, memeriksa barang bawaan, dan menelusuri ponselnya. Semua tindakan ini bertujuan untuk menghentikan masuknya vape ilegal dari Malaysia.

“Metode penyelundup terus berubah, jadi kami juga harus terus beradaptasi. Oleh karena itu, kami bekerja keras untuk menghentikan masuknya vape ilegal,” ujar Liaw.

Vape Ilegal dan K-Pods Berbahaya

Baca Juga :  FIFA Didesak Pindahkan Piala Dunia 2026 dari AS ke Inggris

Singapura melarang rokok elektrik sejak 2018. Namun, pasar gelap tetap berkembang, terutama melalui forum online dan aplikasi obrolan. Lebih jauh, baru-baru ini muncul K-pods, vape yang dicampur etomidate, obat anestesi yang menimbulkan efek mabuk dan hilang kesadaran.

Akibatnya, video pengguna K-pods pingsan di tempat umum sempat viral, sehingga masyarakat menjadi sangat prihatin. Selain itu, petugas menemukan bahwa sekitar sepertiga dari 100 vape yang mereka sita pada Juli 2025 mengandung etomidate. Temuan ini mengejutkan warga di negara yang menegakkan hukuman berat bagi pengguna mariyuana maupun pengedar narkoba.

Pemerintah Bertindak Tegas

Baca Juga :  57 Ribu Warga Malaysia Pindah Kewarganegaraan ke Singapura

Singapura menindak tegas setiap pelanggaran.  Selain itu, pemerintah gencar menjalankan kampanye edukasi untuk memperingatkan masyarakat tentang bahaya vaping.

WHO menilai langkah Singapura bisa menjadi “titik balik” yang memengaruhi kebijakan tembakau dan narkoba global dalam satu dekade mendatang.

Teknologi dan Taktik Petugas Bea Cukai

Petugas menggunakan mesin sinar-X untuk memeriksa truk dan kendaraan besar. Mereka membuka kemasan plastik dan mengintip palet menggunakan senter demi menemukan barang tersembunyi.

Seiring waktu, petugas menemukan ribuan vape yang disembunyikan di AC, kardus sakelar lampu, dan nampan roti. Dengan strategi pemeriksaan yang terus diperbarui, pos perbatasan Woodlands tetap menjadi benteng utama Singapura dalam menghentikan masuknya vape ilegal.(TIM)

Berita Terkait

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka
Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?
Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI
Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!
Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional
Tiket Mahal dan Penerbangan Terbatas, Ini Dampak Konflik Timur Tengah
Dukung Pramuka, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan dari PPM Malaysia
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka

Jumat, 20 Maret 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:00 WIB

Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Senin, 16 Maret 2026 - 06:00 WIB

Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!

Berita Terbaru