KESEHATAN,JS — Nyeri Dada GERD, Apakah Bisa Memicu Serangan Jantung?
Rasa panas di dada, nyeri menjalar, dan sensasi tertekan di tengah dada sering membuat banyak orang panik. Tidak jarang, mereka langsung mengaitkannya dengan serangan jantung. Namun, setelah memeriksakan diri ke dokter, penyebabnya sering kali GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit refluks asam lambung.
Kebingungan muncul ketika banyak orang bertanya: Apakah GERD bisa berkembang menjadi serangan jantung? Atau, apakah refluks lambung bisa langsung merusak jantung? Faktanya, kekhawatiran ini wajar karena gejala GERD memang mirip gejala jantung.
GERD Tidak Menyebabkan Serangan Jantung
Secara medis, GERD tidak memicu serangan jantung. Hingga kini, penelitian tidak menemukan bukti bahwa asam lambung dapat menyumbat pembuluh darah koroner atau merusak otot jantung secara langsung. Serangan jantung terjadi akibat aliran darah ke jantung terhambat, biasanya karena plak aterosklerosis atau pembekuan darah.
Sementara itu, GERD muncul karena katup antara esofagus dan lambung melemah. Asam lambung pun terus-menerus menyentuh dinding esofagus, menimbulkan sensasi terbakar. Masalah ini tidak terkait pembuluh darah jantung.
Mengapa Gejala GERD dan Serangan Jantung Bisa Mirip
Kesalahpahaman sering muncul karena lokasi dan jalur saraf yang tumpang tindih. Esofagus dan jantung berada berdekatan di rongga dada dan menggunakan saraf yang sama, termasuk saraf vagus dan serabut simpatis. Akibatnya, otak kadang salah menafsirkan nyeri esofagus sebagai nyeri jantung.
Penelitian menunjukkan nyeri dada non-kardiak, termasuk akibat GERD, mencapai 60 persen kasus di unit gawat darurat setelah dokter menyingkirkan penyebab jantung. Maka tidak heran banyak orang yakin mengalami serangan jantung, padahal sumber nyerinya berasal dari saluran cerna.
Selain itu, GERD sering memicu kecemasan dan serangan panik, yang bisa memperparah sensasi sesak dada dan jantung berdebar. Kondisi ini semakin menyerupai gejala kardiovaskular akut.
Gejala GERD dan Serangan Jantung yang Sering Membingungkan
Baik GERD maupun serangan jantung bisa menimbulkan:
- Nyeri atau sensasi terbakar di dada
- Tekanan di tengah dada
- Nyeri yang menjalar ke leher atau rahang
- Mual atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas
Karena kemiripan gejala, dokter selalu memeriksa jantung terlebih dahulu. Salah diagnosis pada serangan jantung bisa berakibat fatal.
Cara Membedakan Gejala GERD dan Serangan Jantung
Meski serupa, gejala GERD dan serangan jantung tetap memiliki pola berbeda.
Nyeri GERD biasanya:
- Muncul setelah makan besar atau makanan berlemak
- Memburuk saat berbaring atau membungkuk
- Disertai rasa asam atau pahit di mulut
- Berkurang dengan antasida atau obat penekan asam
Nyeri serangan jantung biasanya:
- Dipicu aktivitas fisik atau stres emosional
- Tidak membaik dengan perubahan posisi
- Disertai keringat dingin, sesak napas, atau pusing
- Berlangsung beberapa menit dan makin berat
Perlu diingat, perbedaan ini tidak selalu jelas, terutama pada perempuan, lansia, dan penderita diabetes yang sering menunjukkan gejala tidak khas.
Kapan Harus Segera ke Dokter
Segera periksa ke dokter jika nyeri dada disertai:
- Nyeri hebat yang tiba-tiba
- Sesak napas
- Keringat dingin
- Nyeri menjalar ke lengan kiri atau punggung
- Pingsan atau hampir pingsan
Lebih baik salah curiga daripada terlambat. Penanganan cepat sangat menentukan keselamatan otot jantung.(TIM)









