JAMBI,JS- Pertanyaan “Apa kabar Wo Haris?” mulai muncul di tengah masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Sejumlah warga menyoroti perubahan pola kunjungan Gubernur Jambi, H Al Haris, yang belakangan ini semakin jarang terlihat dalam berbagai agenda di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh selama ini mengenal Al Haris sebagai sosok kepala daerah yang cukup sering datang ke wilayah paling barat Provinsi Jambi tersebut. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Al Haris bahkan tidak hanya menghadiri agenda pemerintahan.
Ia juga kerap bertemu masyarakat, menghadiri kegiatan daerah, serta menghabiskan waktu hingga bermalam di Kerinci maupun Sungai Penuh.
Namun, situasi tersebut dinilai mulai berubah dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah kegiatan pemerintah daerah di Kerinci dan Sungai Penuh yang sebelumnya kerap menghadirkan gubernur kini lebih sering menghadirkan perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi.
Perubahan itu kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Warga Mulai Mempertanyakan Keberadaan Wo Haris
Sapaan Wo Haris cukup melekat dengan Al Haris di tengah masyarakat Jambi. Karena itu, sebagian warga merasa heran ketika sosok yang sebelumnya cukup rutin berkunjung kini semakin jarang terlihat dalam kegiatan daerah.
“Apa kabar Wo Haris?” menjadi ungkapan yang muncul dari sejumlah masyarakat yang memperhatikan perubahan tersebut.
Bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh, kehadiran gubernur tidak sekadar berkaitan dengan acara seremonial. Pertemuan langsung dengan kepala daerah tingkat provinsi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan.
Kerinci dan Sungai Penuh memiliki sejumlah kepentingan pembangunan yang membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi. Karena itu, masyarakat menilai komunikasi langsung antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten maupun kota tetap penting.
Meski begitu, jarangnya kunjungan Al Haris tidak otomatis menunjukkan adanya persoalan antara gubernur dengan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.
Aktivitas gubernur tentu memiliki agenda yang sangat padat. Selain kegiatan di daerah, Al Haris juga harus menjalankan berbagai urusan pemerintahan di tingkat provinsi.
Aktivis Kaitkan dengan Polemik Anggaran
Aktivis Kerinci, Yudi, melihat perubahan tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Ia menduga persoalan anggaran pembangunan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hubungan politik antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Kerinci dan Sungai Penuh.
Menurut Yudi, masyarakat Kerinci selama ini berharap memperoleh perhatian yang lebih besar dari APBD Provinsi Jambi.
Harapan tersebut muncul karena posisi Kerinci sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, perkebunan, serta sumber daya alam.
Namun, menurut Yudi, sebagian pihak menilai alokasi anggaran provinsi untuk Kerinci masih belum sebanding dengan harapan masyarakat.
“Pada rapat paripurna beberapa waktu lalu, anggota DPRD dapil kita, yakni Edminuddin, menyampaikan protes. Bahkan, muncul seruan untuk bergabung dengan Provinsi Sumbar karena kecilnya alokasi APBD Provinsi Jambi bagi Kerinci,” ujar Yudi.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan diskusi lebih luas mengenai hubungan antara Kerinci, Sungai Penuh, dan Pemerintah Provinsi Jambi.
Yudi menilai polemik anggaran tersebut ikut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Jambi.
Dulu Sering Datang dan Bermalam
Yudi kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan kebiasaan Al Haris pada periode sebelumnya.
Menurut dia, gubernur cukup sering datang langsung ke Kerinci dan Sungai Penuh. Dalam beberapa kunjungan, Al Haris bahkan menghabiskan waktu lebih lama di wilayah tersebut.
“Di beberapa acara di Kerinci dan Sungai Penuh tidak terlihat lagi kehadiran Wo Haris. Kebanyakan hanya diwakili. Padahal sebelumnya Wo Haris sering datang ke Kerinci, bahkan sering bermalam di Kerinci dan Sungai Penuh,” katanya.
Perubahan tersebut, lanjut Yudi, cukup mudah masyarakat rasakan karena masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh sebelumnya sudah terbiasa melihat gubernur hadir secara langsung.
Karena itu, ketika sejumlah agenda pemerintah daerah kembali berlangsung tanpa kehadiran Al Haris, masyarakat mulai membandingkan kondisi tersebut dengan periode sebelumnya.
Sejumlah Agenda Hadir Lewat Perwakilan
Dalam beberapa kegiatan pemerintahan di Kerinci dan Sungai Penuh, Pemerintah Provinsi Jambi tetap menunjukkan keterlibatan. Namun, gubernur tidak selalu hadir secara langsung.
Pejabat Pemerintah Provinsi Jambi kemudian mewakili gubernur dalam sejumlah agenda.
Kondisi tersebut sebenarnya merupakan hal yang lazim dalam pemerintahan. Gubernur memiliki kewenangan untuk menugaskan pejabat lain menghadiri kegiatan ketika agenda gubernur tidak memungkinkan.
Namun, bagi masyarakat yang sebelumnya sering bertemu langsung dengan Al Haris, perubahan frekuensi kehadiran itu tetap menimbulkan tanda tanya.
Terlebih lagi, Kerinci dan Sungai Penuh memiliki hubungan politik dan sosial yang cukup kuat dengan Al Haris.
Polemik APBD Jadi Sorotan
Persoalan alokasi APBD Provinsi Jambi kini menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian masyarakat Kerinci.
Yudi menilai pemerintah provinsi perlu membuka komunikasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah dan masyarakat di Kerinci maupun Sungai Penuh.
Menurut dia, komunikasi tersebut penting agar masyarakat memahami arah pembangunan provinsi sekaligus mengetahui program apa saja yang pemerintah provinsi siapkan untuk daerah.
“Kalau memang ada keterbatasan anggaran, pemerintah bisa menjelaskan secara terbuka. Begitu juga kalau ada program yang pemerintah provinsi prioritaskan untuk Kerinci dan Sungai Penuh,” ujarnya.
Dengan komunikasi yang terbuka, menurut Yudi, masyarakat tidak akan mudah menarik kesimpulan dari perubahan pola kunjungan gubernur.
Kerinci Masih Menunggu Perhatian Pemerintah Provinsi
Kerinci memiliki sejumlah kebutuhan pembangunan yang terus berkembang. Infrastruktur, pertanian, pariwisata, jalan provinsi, hingga pengembangan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Sementara itu, Kota Sungai Penuh juga menghadapi berbagai kebutuhan pembangunan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan di kawasan Kerinci.
Karena itu, masyarakat berharap hubungan antara pemerintah provinsi dengan dua daerah tersebut tetap berjalan baik.
Kehadiran gubernur secara langsung memang bukan satu-satunya ukuran perhatian pemerintah. Program pembangunan, alokasi anggaran, serta penyelesaian persoalan masyarakat jauh lebih penting.
Namun, kunjungan langsung kepala daerah tetap memiliki arti tersendiri. Pertemuan tersebut dapat memperkuat komunikasi sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung.
Menunggu Jawaban Wo Haris
Pertanyaan “Apa kabar Wo Haris?” pada akhirnya bukan sekadar soal frekuensi kunjungan gubernur ke Kerinci dan Sungai Penuh.
Pertanyaan tersebut juga mencerminkan harapan masyarakat agar komunikasi antara daerah dan Pemerintah Provinsi Jambi tetap terjaga.
Terkait dugaan bahwa jarangnya kunjungan Al Haris berkaitan dengan polemik alokasi APBD, hal tersebut masih menjadi pandangan dari aktivis dan belum dapat dianggap sebagai alasan resmi dari gubernur.
Pemerintah Provinsi Jambi maupun Al Haris belum memberikan pernyataan yang secara khusus mengaitkan perubahan frekuensi kunjungan ke Kerinci dan Sungai Penuh dengan polemik anggaran tersebut.
Karena itu, masyarakat kini masih menunggu penjelasan langsung dari Gubernur Jambi.
Apakah jarangnya kunjungan tersebut hanya karena padatnya agenda pemerintahan atau memang ada persoalan lain?
Pertanyaan itu yang kini berkembang di tengah masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh.
Satu hal yang jelas, masyarakat masih berharap Wo Haris kembali hadir di tengah mereka, seperti yang selama ini mereka kenal.(TIM)










