INTERNASIONAL,JS – Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuding Iran, khususnya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan Hizbullah Lebanon menancapkan pijakan di Venezuela. Ia menyampaikan hal ini pada Selasa, di tengah ketegangan AS dengan rezim Nicolás Maduro.
Menurut Rubio, “Mereka menancapkan pijakan Iran di wilayah Venezuela, dan hal ini belum cukup dibicarakan.” Ia menambahkan bahwa Iran, IRGC, dan Hizbullah hadir di Amerika Selatan, dengan Venezuela sebagai salah satu pusatnya.
Tekanan AS terhadap Narkotika
Komentar Rubio muncul bersamaan dengan upaya Presiden Donald Trump menekan arus narkotika dari Amerika Latin.
Rubio menegaskan, “Mereka menancapkan bendera mereka di wilayah Venezuela dengan kerja sama penuh dari rezim Maduro.” Ia menilai kekhawatiran Maduro terhadap kehadiran aset AS menunjukkan keterlibatan rezim dalam bisnis narkoba.
Selain itu, AS meningkatkan tekanan melalui kampanye antiperdagangan narkoba, termasuk pengerahan armada kapal induk dan sejumlah aset militer di Karibia. Sementara itu, Maduro menilai langkah AS sebagai upaya menggulingkan rezimnya.
Respons Iran dan Rencana Kerja Sama
Di sisi lain, Iran, sekutu Maduro, mengecam tekanan AS terhadap Venezuela. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut tindakan AS sebagai “pendekatan intimidasi.”
Selain itu, kedua negara menandatangani rencana kerja sama 20 tahun pada 2022. Rencana ini mencakup minyak, pertahanan, dan sektor lain, meski keduanya berada di bawah sanksi AS.
Kehadiran Hizbullah di Amerika Selatan
Hizbullah, kelompok Lebanon yang didukung Iran, memiliki kehadiran di Amerika Selatan. Para operator Hizbullah membantu mengamankan keuangan kelompok tersebut.
Sidang Kaukus Senat AS
Pada Oktober lalu, Kaukus Senat untuk Pengendalian Narkotika Internasional menggelar sidang terkait masalah ini. Ketua Kaukus, Senator John Cornyn, menyatakan, “Hizbullah menemukan rumah di Venezuela, di mana rezim Chávez dan Maduro mengembangkan hubungan dekat dengan Iran dan Hizbullah.”
Cornyn juga menyebut kekhawatiran bahwa rezim Venezuela mengeluarkan paspor untuk anggota Hizbullah. Ia menambahkan, “Aktivitas mereka di Amerika Latin fokus pada penggalangan dana untuk operasi teroris di Timur Tengah dan wilayah lain.”(AN)









