Ban Mobil Masih Tebal Tapi Bisa Bikin Celaka! Ini Tanda Tire Aging yang Sering Diabaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penggantian Ban Mobil

Ilustrasi penggantian Ban Mobil

OTOMOTIF,JS- Banyak pengendara mengira kondisi ban masih aman selama alurnya terlihat tebal. Padahal, anggapan ini bisa menyesatkan dan berisiko fatal. Ban merupakan satu-satunya komponen kendaraan yang langsung bersentuhan dengan aspal. Karena itu, kualitas dan elastisitasnya sangat menentukan keselamatan berkendara.

Seiring waktu, karet ban mengalami proses oksidasi akibat paparan panas, sinar ultraviolet, serta perubahan cuaca ekstrem. Proses ini secara perlahan menghilangkan elastisitas alami ban. Akibatnya, ban menjadi getas atau mengeras tanpa disadari.

Lebih parah lagi, kondisi ini sering luput dari perhatian karena tampilan luar ban masih terlihat “bagus”. Padahal, daya cengkeramnya sudah menurun drastis.

1. Muncul Retakan Halus, Tanda Awal Dry Rot

Pertama, perhatikan permukaan ban secara detail. Ban yang mulai getas biasanya menunjukkan retakan halus di bagian dinding samping (sidewall) atau di sela tapak.

Retakan ini sering disebut sebagai dry rot, yaitu kondisi saat senyawa pelentur dalam karet menguap. Akibatnya, karet kehilangan fleksibilitasnya.

Selain itu, Anda bisa melakukan tes sederhana. Tekan permukaan ban menggunakan kuku. Jika tidak meninggalkan bekas dan terasa sangat keras seperti plastik, itu berarti ban sudah kehilangan elastisitas.

Sebaliknya, ban yang masih sehat akan terasa kenyal dan cepat kembali ke bentuk semula setelah ditekan.

Baca Juga :  Ban Mobil Listrik Lebih Keras dari Mobil Biasa, Ini Alasannya

2. Suara Ban Lebih Bising dan Berkendara Jadi Tidak Nyaman

Selanjutnya, tanda lain yang sering muncul adalah meningkatnya suara dengung saat mobil melaju. Ban yang mengeras tidak mampu meredam getaran dari jalan secara optimal.

Akibatnya, suara gesekan antara ban dan aspal terdengar lebih jelas hingga ke dalam kabin.

Tak hanya itu, kenyamanan berkendara juga menurun. Mobil terasa lebih keras saat melewati jalan berlubang atau tidak rata. Bahkan, getaran kecil sekalipun bisa terasa hingga ke setir.

Dalam kondisi normal, ban berfungsi sebagai peredam awal sebelum suspensi bekerja. Namun, ketika ban sudah getas, fungsi ini hilang dan membuat bantingan terasa kasar.

3. Jarak Pengereman Lebih Panjang, Risiko Kecelakaan Meningkat

Di sisi lain, tanda paling berbahaya dari ban getas adalah menurunnya daya cengkeram. Karet yang keras tidak mampu “menggigit” aspal secara maksimal saat pengereman.

Akibatnya, jarak berhenti kendaraan menjadi lebih panjang. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat Anda harus melakukan pengereman mendadak.

Risiko semakin tinggi ketika jalan basah atau licin. Ban getas lebih mudah mengalami selip bahkan aquaplaning karena tidak mampu mengikuti kontur permukaan jalan.

Meski kembangan ban masih tebal dan belum menyentuh indikator TWI (Tread Wear Indicator), usia ban tetap menjadi faktor penting. Umumnya, ban yang berusia lebih dari 5 tahun sudah mengalami penurunan kualitas karet secara signifikan.

Kenapa Ban Getas Sering Diabaikan?

Banyak pengemudi hanya fokus pada ketebalan tapak ban. Padahal, faktor usia dan kondisi material sama pentingnya.

Selain itu, kurangnya edukasi membuat sebagian orang tidak menyadari bahwa ban bisa “menua” meskipun jarang digunakan.

Padahal, ban yang jarang dipakai justru lebih rentan mengalami pengerasan karena tidak mendapatkan tekanan dan fleksibilitas secara rutin.

Baca Juga :  Rem Tangan Mobil Keras? Ternyata Ini Penyebabnya

Tips Mencegah Ban Getas dan Tetap Aman

Agar tetap aman saat berkendara, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • Rutin cek kondisi fisik ban, terutama bagian sidewall
  • Hindari parkir terlalu lama di bawah sinar matahari langsung
  • Gunakan pelindung ban atau parkir di tempat teduh
  • Periksa kode produksi ban (DOT) secara berkala
  • Ganti ban maksimal setiap 5 tahun meski jarang dipakai

Dengan perawatan yang tepat, performa ban tetap optimal dan risiko kecelakaan bisa ditekan.

Kesimpulan

Ban getas bukan sekadar masalah kecil, melainkan ancaman serius bagi keselamatan. Meskipun kembangan masih terlihat tebal, elastisitas karet yang menurun bisa mengurangi daya cengkeram secara signifikan.

Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya melihat tampilan luar ban, tetapi juga memahami kondisi materialnya. Jangan tunggu sampai terlambat—cek kondisi ban Anda sekarang juga.(*)

Berita Terkait

Mobil Listrik Geely EX2: 25 Menit Full Charge, 395 KM Range – Worth It untuk Daily Use?
Mitsubishi Destinator Laris Manis! Penjualan Tembus 12.550 Unit, Segini Harga dan Speknya di 2026
Mobil Hybrid Jarang Dipakai? Ini Risiko Baterai yang Bisa Bikin Kantong Bolong
Jangan Sepele! Kebiasaan Tahan Gas Motor Matic Ini Bisa Bikin CVT Hancur
7 Mobil Listrik Mungil 2026 Harga Mulai Rp180 Jutaan, Hemat Banget untuk Harian!
Resmi! Harga MG4 EV Terbaru Maret 2026, Varian Tertinggi Tembus 540 Km
Kia EV2 Resmi Diproduksi! Mobil Listrik Murah Jarak 317 Km Ini Siap Bikin Heboh
Review Suzuki Swift Sport 2026: Mesin 1.6L Bertenaga, Lincah, dan Super Sporty!
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 21:00 WIB

Ban Mobil Masih Tebal Tapi Bisa Bikin Celaka! Ini Tanda Tire Aging yang Sering Diabaikan

Senin, 30 Maret 2026 - 17:00 WIB

Mobil Listrik Geely EX2: 25 Menit Full Charge, 395 KM Range – Worth It untuk Daily Use?

Senin, 30 Maret 2026 - 08:00 WIB

Mitsubishi Destinator Laris Manis! Penjualan Tembus 12.550 Unit, Segini Harga dan Speknya di 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:00 WIB

Mobil Hybrid Jarang Dipakai? Ini Risiko Baterai yang Bisa Bikin Kantong Bolong

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jangan Sepele! Kebiasaan Tahan Gas Motor Matic Ini Bisa Bikin CVT Hancur

Berita Terbaru