“Bintang Tanah Suci”: Safir Bintang Ungu Dipamerkan di Sri Lanka

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batu Safir Bintang Ungu terbesar dipamerkan di Srilangka

Batu Safir Bintang Ungu terbesar dipamerkan di Srilangka

INTERNASIONAL,JS– Sebuah permata langka mencuri perhatian publik setelah muncul di Kolombo, ibu kota Sri Lanka. Safir bintang ungu alami seberat 3.563 karat ini mendapat nama “Bintang Tanah Suci”. Para pemilik siap menjualnya ke pasar internasional, dengan harga yang mereka perkirakan mencapai 300–400 juta dolar AS (sekitar Rp 5–6,7 triliun). Bahkan, nilai batu ini berpotensi melonjak lebih tinggi jika kolektor global menunjukkan minat besar.

Keistimewaan Safir Bintang Ungu

Baca Juga :  Terbagi 9 Grup, Berikut 48 Tim yang Ikuti FIFA Series 2026

Safir ini menonjol karena fenomena optik langka bernama asterisme, yang membentuk pola bintang saat cahaya menyentuh permukaannya. Menurut ahli permata Ashan Amarasinghe, batu ini menampilkan asterisme enam sinar yang sangat jelas dan simetris.

“Safir ini unik karena asterismenya tajam dan sempurna. Tidak banyak batu menampilkan pola serupa,” jelas Amarasinghe.

Selain fenomena optik, kombinasi ukuran besar, warna ungu pekat, dan kejernihan tinggi menempatkan “Bintang Tanah Suci” dalam kategori permata langka kelas dunia.

Penemuan di “Kota Permata”

Baca Juga :  Singapura Perketat Pos Perbatasan Cegah Masuknya Vape Ilegal

Safir ini berasal dari Rathnapura, wilayah terpencil di Sri Lanka yang dikenal sebagai “kota permata”. Tim Bintang Tanah Suci, kelompok pemilik batu ini, merahasiakan identitas mereka demi alasan keamanan.

Mereka menemukan batu ini pada 2023 di lubang tambang tradisional. Pada awalnya, mereka menganggapnya sebagai permata biasa karena membeli batu itu bersama beberapa permata lainnya. Dua tahun kemudian, pemeriksaan mendalam mengungkap karakteristik langka batu ini.

Tim tersebut kemudian melakukan pengujian di dua laboratorium gemologi independen dan memastikan batu ini asli dan memiliki kualitas luar biasa. Setelah dipoles, mereka menampilkan safir tersebut ke publik.

Daya Tarik Kolektor Global

Baca Juga :  Ekonomi Jepang: Aset Lansia Mengendap di Rekening Bank

Para pemilik membuka kesempatan bagi kolektor pribadi maupun institusi internasional untuk membeli batu ini. Amarasinghe menambahkan, harga akhir akan tergantung pada kondisi pasar dan minat pembeli.

Kemunculan “Bintang Tanah Suci” memperkuat posisi Sri Lanka sebagai pusat permata dunia. Safir ini membuktikan bahwa batu dengan ukuran besar, warna ungu pekat, dan asterisme sempurna muncul sangat jarang.(TIM)

Berita Terkait

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka
Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?
Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI
Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!
Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional
Tiket Mahal dan Penerbangan Terbatas, Ini Dampak Konflik Timur Tengah
Dukung Pramuka, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan dari PPM Malaysia
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka

Jumat, 20 Maret 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:00 WIB

Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Senin, 16 Maret 2026 - 06:00 WIB

Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!

Berita Terbaru