Cara Penataan Pasar Tanjung Bajure Tingkatkan Pendapatan Pedagang & Daya Beli Masyarakat

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Tanjung Bajure yang semakin ramai dikunjungi, usai penataan ulang dari Pemkot Sungai Penuh

Pasar Tanjung Bajure yang semakin ramai dikunjungi, usai penataan ulang dari Pemkot Sungai Penuh

SUNGAIPENUH,JS- Jika kamu ingin memahami bagaimana ekonomi kerakyatan bisa benar-benar meningkat di tengah efisiensi anggaran dan tekanan ekonomi global, contoh dari Kota Sungai Penuh ini patut diperhatikan.

Sudah saatnya pasar tradisional tidak lagi identik dengan kumuh dan semrawut, melainkan menjadi pusat ekonomi modern yang nyaman, aman, dan menguntungkan semua pihak.

Mengapa Ekonomi Kerakyatan Penting di 2026

Di tahun 2026, ekonomi kerakyatan menjadi fokus utama banyak pemerintah daerah di Indonesia. Ketidakpastian ekonomi global mendorong daerah untuk memperkuat sektor lokal seperti UMKM dan pasar tradisional.

Penataan Pasar Tanjung Bajure oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh menjadi contoh nyata bagaimana penataan pasar modern, peningkatan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi lokal bisa berjalan beriringan.

Sebelumnya, pasar ini menghadapi berbagai masalah klasik:

  • Pungutan liar (pungli)
  • Premanisme
  • Tata ruang yang tidak teratur
  • Lingkungan kotor dan tidak nyaman

Namun setelah dilakukan penataan menyeluruh, perubahan signifikan langsung terasa:

  • Lingkungan pasar lebih tertib dan bersih
  • Aktivitas jual beli meningkat
  • Keamanan lebih terjamin
  • Minat masyarakat untuk berbelanja naik

Transformasi ini menunjukkan bahwa pasar tradisional modern bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika dikelola dengan tepat.

Baca Juga :  Sidak Mendadak di Pasar Sungai Penuh, Ini Fakta yang Terungkap di Lapangan

Cara Penataan Pasar Agar Ekonomi Meningkat

Berikut strategi yang dilakukan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui penataan pasar:

  1. Penertiban Total: Hapus Pungli & Premanisme

Langkah pertama yang paling krusial adalah menertibkan seluruh aktivitas ilegal. Pemerintah menindak tegas praktik pungli dan premanisme yang selama ini membebani pedagang.

Hasilnya:

  • Pedagang bisa berjualan tanpa tekanan
  • Biaya operasional lebih transparan
  • Kepercayaan masyarakat meningkat
  1. Penataan Ulang Lapak dan Area Pasar

Pemerintah mengatur ulang posisi pedagang agar lebih rapi dan terorganisir. Jalur pejalan kaki dibuka kembali sehingga pembeli bisa bergerak dengan nyaman.

Tips penting dari strategi ini:

  • Zonasi pedagang berdasarkan jenis barang
  • Akses jalan yang luas dan tidak terhalang
  • Penempatan yang adil tanpa diskriminasi
  1. Peningkatan Kebersihan dan Fasilitas

Kebersihan menjadi faktor utama dalam menarik pembeli. Pemerintah meningkatkan pengelolaan sampah dan memperbaiki tampilan visual pasar.

Dampaknya:

  • Pasar lebih menarik secara estetika
  • Pengunjung betah berlama-lama
  • Potensi transaksi meningkat

Kesalahan yang Bisa Merugikan

Meski terlihat sederhana, penataan pasar bisa gagal jika tidak dilakukan dengan benar. Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari:

  • Mengabaikan kepentingan pedagang kecil
  • Penertiban tanpa solusi relokasi
  • Kurangnya pengawasan setelah penataan

Selain itu, banyak daerah gagal karena hanya fokus pada tampilan tanpa memperbaiki sistem. Padahal, ekonomi kerakyatan membutuhkan ekosistem yang sehat, bukan sekadar perubahan visual.

Pastikan juga tidak ada lagi ruang bagi pungli dan praktik ilegal, karena hal ini bisa merusak kepercayaan pedagang dan pembeli.

Baca Juga :  Audit LKPD 2025: Azhar Hamzah Dorong Transparansi Total di Pemkot

Studi Kasus: Dampak Nyata di Pasar Tanjung Bajure

Penataan yang dilakukan di Pasar Tanjung Bajure memberikan hasil nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Dampak terhadap pedagang:

  • Penjualan meningkat karena pembeli lebih nyaman
  • Tidak ada lagi biaya ilegal
  • Lapak lebih tertata dan mudah diakses

Testimoni pedagang:

  • “Pembeli sekarang lebih santai berkeliling, jadi dagangan lebih cepat laku,” – Yuni, pedagang

Dampak terhadap pembeli:

  • Pasar lebih bersih dan aman
  • Tidak berdesakan saat berbelanja
  • Pengalaman belanja lebih menyenangkan

Hasil utama:

  • Durasi kunjungan pembeli meningkat
  • Aktivitas ekonomi lebih hidup
  • Pasar kembali menjadi pusat interaksi sosial

Wakil Wali Kota Azhar Hamzah bersama jajaran pemerintah juga turun langsung memastikan program berjalan maksimal. Sementara itu, Wali Kota Alfin menegaskan bahwa penataan ini bertujuan menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat, bukan merugikan pedagang.

Kesimpulan / CTA

Transformasi Pasar Tanjung Bajure membuktikan bahwa penataan pasar modern dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan. Dengan strategi yang tepat, pasar tradisional mampu bersaing dan bahkan menjadi pusat ekonomi yang lebih kuat dibanding sebelumnya.

Ikuti panduan ini untuk hasil maksimal. Jangan lupa cek juga artikel premium lainnya di blog Anda agar strategi pengembangan ekonomi dan konten semakin optimal serta berpotensi meningkatkan CPC dan traffic secara signifikan.(TIM)

Berita Terkait

Wali kota Alfin Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Ini Harapannya untuk Pembangunan Jambi
Kualitas Udara Kerinci Makin Tak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Kerinci PJJ 13-14 Oktober 2026
Tak Adalagi Toleransi, BKPSDM Ultimatum ASN Sungai Penuh Soal Kedisplinan
Warga Sungai Penuh Wajib Cek! Ini Informasi Registrasi Ulang Bansos 2027 Lewat Perlinsos Digital
Kabut Asap Jambi Belum Teratasi, Water Bombing Terkendala Jarak Pandang
Besok Jadi Hari Penentuan, Siapa Tiga Besar Calon 5 Kepala OPD Sungai Penuh?
Bagi Masyarakat Jambi, Pahami ISPA pada Anak: Gejala, Faktor Risiko, dan Kapan Harus ke Dokter
Waspada Dampak Kabut Asap di Kerinci, Dinkes Instruksikan Puskesmas dan RSUD Siaga
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Wali kota Alfin Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Ini Harapannya untuk Pembangunan Jambi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kualitas Udara Kerinci Makin Tak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Kerinci PJJ 13-14 Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Tak Adalagi Toleransi, BKPSDM Ultimatum ASN Sungai Penuh Soal Kedisplinan

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Warga Sungai Penuh Wajib Cek! Ini Informasi Registrasi Ulang Bansos 2027 Lewat Perlinsos Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Kabut Asap Jambi Belum Teratasi, Water Bombing Terkendala Jarak Pandang

Berita Terbaru

Bisnis

Bisnis-27 Anjlok 1,37%, Saham DEWA dan BUMI Kompak Merah

Senin, 12 Okt 2026 - 19:31 WIB