SUNGAIPENUH,JS- Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh menegaskan bahwa pihaknya menyalurkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk PAUD secara transparan dan sesuai prosedur resmi. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas layanan pendidikan anak usia dini tetap maksimal.
Komitmen pada Integritas dan Birokrasi Bersih
Kepala Dinas Pendidikan, Bovi Handriyanto, menegaskan pihaknya menjaga integritas instansi sekaligus memperkuat birokrasi bersih. Oleh karena itu, tim Dinas rutin mengevaluasi kinerja secara disiplin dan berkelanjutan. Selain itu, Bovi menekankan bahwa program ini fokus pada pendidikan anak-anak. “Pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas utama kita,” ujarnya.
Proses Rekomendasi BOP PAUD Terukur dan Adil
Dinas Pendidikan menjalankan tiga prinsip utama dalam penerbitan surat rekomendasi BOP PAUD:
- Proses Terukur – Bidang PAUD melakukan verifikasi administrasi secara sistematis.
- Adil untuk Semua – Dinas memberikan rekomendasi kepada seluruh lembaga yang memenuhi syarat tanpa pilih kasih.
- Solutif – Dinas membuka ruang konsultasi bagi pengelola yang menghadapi kendala dokumen.
Selain itu, dinas menegaskan seluruh prosedur bebas biaya tambahan sesuai Petunjuk Teknis (Juknis).
Membedakan Birokrasi dan Aktivitas Sosial
Menjelang Idulfitri 1447 H, Dinas Pendidikan meminta masyarakat membedakan urusan birokrasi dan kegiatan sosial. Dengan demikian, tradisi silaturahmi di kalangan pendidik PAUD tetap murni sebagai bentuk kebersamaan dan semangat kekeluargaan.
Sinergi Dinas dan Pengelola Sekolah Dorong Kualitas PAUD
Selain itu, Alpahdi, Kasi Kesiswaan yang komunikatif, menekankan kolaborasi antara dinas dan pengelola sekolah. Ia mendorong terciptanya iklim birokrasi yang melayani, sehingga setiap pengelola PAUD merasa didukung. Dengan komunikasi terbuka, proses peningkatan kualitas PAUD di Kota Sungai Penuh berjalan lebih cepat dan merata.
Klarifikasi Penting untuk Menjaga Integritas
Dinas Pendidikan menghargai fungsi kontrol masyarakat dan media. Namun, mereka mendorong tabayyun atau klarifikasi sebelum masyarakat menyebarkan informasi. Seiring evaluasi rutin, semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memastikan pendidikan anak tetap menjadi fokus utama, apalagi saat suasana Idulfitri yang damai.(*)









