Dividen Bank Mandiri 2025 Diproyeksi Naik, Investor Wajib Tahu!

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Mandiri. (Sumber/Google)

Bank Mandiri. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Bank Mandiri memproyeksikan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) untuk tahun buku 2025 tetap di kisaran level tahun sebelumnya. Meski DPR relatif stabil, perseroan memperkirakan total dividen meningkat seiring pertumbuhan laba.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengungkapkan hal ini setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (18/2/2026). Ia menegaskan bahwa Bank Mandiri tidak merencanakan perubahan signifikan pada kebijakan dividen tahun ini.

Baca Juga :  Rupiah Terseret ke Rp16.862, Ini Kurs Dolar di Bank Besar

DPR 2025 Tetap 78%

Riduan menjelaskan, “Tahun lalu DPR sekitar 78%, dan kami berencana mengusulkan angka yang sama tahun ini.” Pada 2024, Bank Mandiri membagikan dividen Rp 43,51 triliun dari laba bersih Rp 55,78 triliun.

Sementara itu, laba bersih Bank Mandiri pada 2025 mencapai Rp 56,3 triliun, tumbuh 0,93% secara tahunan. Jika DPR tetap 78%, total dividen diperkirakan mencapai Rp 43,9 triliun, sehingga setiap pemegang saham berpeluang menerima sekitar Rp 472 per saham.

Investor Sambut Positif Proyeksi Dividen

Dengan proyeksi tersebut, investor menyambut positif. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik saham Bank Mandiri bagi mereka yang mengincar imbal hasil dividen.

Baca Juga :  Pertumbuhan Kredit UMKM Tersendat, Bank Sampoerna Siapkan Strategi Baru untuk 2026

Target NIM dan Pertumbuhan Kredit Lebih Hati-hati

Selain fokus pada dividen, Bank Mandiri menetapkan target margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di kisaran 4,6%–4,8% pada 2026.

Di sisi lain, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit 7%–9%, lebih rendah dibandingkan capaian 13% pada 2025. Manajemen menegaskan distribusi kredit tetap seimbang di seluruh segmen, mulai dari wholesale, UMKM, hingga konsumer.

“Kami terus menyalurkan kredit dengan prinsip kehati-hatian dan mengelola likuiditas secara cermat, terutama di tengah dinamika suku bunga serta persaingan industri perbankan,” jelas Riduan.(*)

Berita Terkait

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya
55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional
OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah
Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS
Kenapa BI Guyur Likuiditas Rp 427,5 T? Ini Tujuannya
Harga Emas Hari Ini Melonjak, Cek Rinciannya!
Lelang SUN Sepi Peminat, Pemerintah Tetap Kantongi Rp40 Triliun
Target 80 Ribu KDMP Tercapai, Bagaimana Nasib Mini Market
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:00 WIB

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:00 WIB

55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:00 WIB

OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:30 WIB

Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:00 WIB

Kenapa BI Guyur Likuiditas Rp 427,5 T? Ini Tujuannya

Berita Terbaru

Kode redeem kenshin Impact terbaru

Dunia Game

Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa, 10 Kode Redeem Genshin Impact

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:30 WIB

Kode redeem MLBB Hari ini

Dunia Game

Baru Rilis, Kode Redeem Mobile Legends Diburu Pemain

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:00 WIB

Ria Ricis

Selebritis

Rencana Umrah Gagal, Ria Ricis Singgung Soal Travel Bermasalah

Minggu, 22 Feb 2026 - 03:00 WIB

Kode Redeem Roblox hari ini

Dunia Game

Banyak Dicari Pemain, Kode Redeem Roblox Terbaru 22 Februari 2026

Minggu, 22 Feb 2026 - 02:00 WIB