JAKARTA,JS– Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti pemberian paket makan bergizi (MBG) gratis bagi siswa selama libur sekolah. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, mendorong pemerintah menghentikan program ini sementara saat libur.
Distribusi Dinilai Tidak Efektif
Yahya menilai distribusi makanan saat libur sekolah tidak efektif. “Jika pemerintah mengantar makanan ke sekolah, orang tua harus mengeluarkan biaya transportasi. Jika paket dikirim ke rumah, ongkos transportasi BGN meningkat,” ujarnya.
Selain itu, Yahya menjelaskan paket MBG selama libur biasanya berisi roti, telur, susu, dan pisang. Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah fokus menyalurkan paket untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Wali Murid dan Guru Keberatan
Wali murid dan guru juga mengeluhkan program ini. Sari Chaniago, wali murid SD Negeri 3 Depok, mengaku pembagian MBG saat libur merepotkan orang tua. “Pemerintah bisa fokus membantu daerah yang lebih membutuhkan, misalnya di Sumatera,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDN Depok 3 Baru, Marlenawati, menyatakan guru keberatan karena harus mengeluarkan biaya transportasi untuk membagikan paket MBG saat libur. “Kami minta pembagian cukup satu hari saat pembagian rapor,” jelasnya.
BGN Tegaskan Program Tetap Berjalan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menekankan pemerintah perlu memastikan perbaikan gizi siswa tetap konsisten. Meski demikian, Nanik menegaskan pemerintah tidak memaksa siswa mengambil paket MBG saat libur.
“Sekolah yang ingin menerima paket bisa mengajukan. Dapur umum akan mengantar makanan sesuai permintaan,” kata Nanik. Dengan kata lain, sekolah dan orang tua bisa memilih menerima paket MBG tanpa harus datang ke sekolah.(AN)









