Usaha Hidroponik Aditya Melejit Berkat Program MBG

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak program MBG dirasakan petani hidropolig di Indonesia

Dampak program MBG dirasakan petani hidropolig di Indonesia

JAKARTA,JS- Usaha Hidroponik Aditya Melejit Berkat Program MBG

Aditya Dwi Saputra, petani muda asal Dusun Baliboto, Desa Pucang Anom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meningkatkan omzet usahanya berkat kerja sama dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelum bergabung dengan MBG, Aditya hanya memanen 7–8 kilogram selada hidroponik per panen. Namun, sejak bekerja sama dengan dua dapur SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi), ia kini memasok 15 kilogram selada per dapur setiap hari. Dengan demikian, omzetnya melonjak hingga 100 persen.

Baca Juga :  MBG Tetap Jalan Selama Libur, BGN Siapkan Sistem Delivery

“Kalau sebelumnya panen saya hanya 7–8 kilogram, sekarang setiap hari bisa memasok 15 kilogram selada per dapur,” ujar Aditya akhir pekan lalu.

Aditya menilai kemitraan dengan MBG membantu keberlangsungan usahanya. Selama ini, ia kesulitan menjual hasil panen karena harga selada hidroponiknya lebih tinggi dari pasar. Namun, kerja sama dengan SPPG memberikan kepastian pasar dan keuntungan.

Baca Juga :  Dari MBG Hingga KDMP, Jalan Rusak di Tanjabtim Hambat PSN

Seiring meningkatnya permintaan, Aditya merencanakan perluasan lahan hidroponik. Selain itu, ia menyiapkan produksi pakcoy. Lebih menariknya, pesanan kini datang tidak hanya dari Madiun, tetapi juga dari beberapa SPPG di kota lain.

Peningkatan produksi membuka lapangan kerja bagi warga lokal. Saat ini, Aditya mempekerjakan dua orang untuk membantu perawatan dan panen. Ke depannya, ia berencana menambah tenaga kerja seiring perluasan lahan.

Meski permintaan terus naik, Aditya tetap menjaga kualitas sayuran. Ia juga mempertahankan harga stabil. “Walaupun ada kenaikan harga di pasaran, sampai sekarang saya tetap mematok harga Rp20 ribu per kilogram. Yang penting, kualitas tetap terjaga,” pungkasnya.(AN)

Berita Terkait

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status
2.722 ASN Mundur pada Semester I 2026, Mayoritas Baru Bekerja hingga 5 Tahun: Alarm Serius bagi Pemerintah
Pajak ETF Emas Bisa Dibebaskan? Ini Strategi Baru Pemerintah untuk Dongkrak Investasi Gold ETF
Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Pemerintah Siapkan Sistem Baru Berdasarkan Desil
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status

Berita Terbaru