BISNIS,JS– Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali bergerak naik-turun dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Sabtu (7/2/2026), harga emas naik Rp 30.000 menjadi Rp 2.920.000 per gram. Sebelumnya, pada Jumat, harga logam mulia turun Rp 100.000, dari Rp 2.956.000 per gram menjadi Rp 2.856.000 per gram.
Prediksi Support dan Resistance
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas akan terus bergerak fluktuatif pekan depan. Jika harga emas dunia turun, level support pertama kemungkinan berada di US$ 4.831 per troy ounce, atau setara Rp 2.750.000 per gram. Support kedua diperkirakan menembus US$ 4.718 per troy ounce, atau Rp 2.620.000 per gram.
Sebaliknya, jika harga naik, Ibrahim memperkirakan resistance pertama emas dunia mencapai US$ 5.057 per troy ounce dan Rp 2.800.000 per gram. Resistance kedua diperkirakan menembus US$ 5.170 per troy ounce atau Rp 2.900.000 per gram.
Faktor Penggerak Harga Emas
Menurut Ibrahim, tertundanya rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama fluktuasi harga emas dunia. Data tersebut akan memengaruhi keputusan Federal Reserve terkait suku bunga.
Selain itu, keputusan Bank of England dan Bank Sentral Eropa untuk tetap mempertahankan suku bunga juga memengaruhi pergerakan harga emas, terutama karena pasar menilai kondisi ekonomi global masih rentan.
Dampak Kepemimpinan The Fed
Ibrahim menambahkan, terpilihnya Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed ikut memberi tekanan pada harga emas dunia. (*)









