Fenomena Unik: Konsumsi Melemah, Keyakinan Ekonomi Menguat

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,JS— Fenomena Unik: Konsumsi Melemah, Keyakinan Ekonomi Menguat

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa rata-rata porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk konsumsi turun ke 72,3% pada Januari 2026. Angka ini merupakan yang terendah dalam enam tahun terakhir, turun dari 74,3% pada bulan sebelumnya. Bahkan, level ini hampir menyamai titik rendah saat pandemi Covid-19 pada Desember 2020, yaitu 69,0%.

Masyarakat Alihkan Pendapatan ke Tabungan dan Cicilan

BI mencatat proporsi pendapatan yang disimpan masyarakat naik menjadi 16,5%, dari sebelumnya 14,8%, dan menjadi level tertinggi sejak awal 2023. Sementara itu, rasio pembayaran cicilan terhadap pendapatan meningkat menjadi 11,2%, dari 10,8% pada akhir 2025.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Lampaui Ekspektasi

Kelompok kelas menengah-atas menahan pengeluaran paling ketat. Mereka dengan pengeluaran di atas Rp5 juta per bulan hanya menggunakan 70,1% pendapatan untuk belanja. Sebaliknya, kelompok berpenghasilan rendah dengan pengeluaran Rp1–2 juta per bulan masih membelanjakan 74,5% pendapatan mereka untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Keyakinan Konsumen Malah Menguat

Meski konsumsi menurun, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) justru meningkat. IKK naik 3,5 poin menjadi 127 pada Januari 2026, level tertinggi dalam setahun terakhir. Kenaikan ini terjadi hampir di semua kelompok pengeluaran dan usia. Lonjakan tertinggi terlihat pada kelompok usia 20–30 tahun, dari 127,9 menjadi 134,2. Secara regional, kota-kota seperti Semarang, Palembang, dan Padang mencatat peningkatan signifikan.

Baca Juga :  Biaya Politik Mahal, Prabowo Dorong Kepala Daerah Dipilih DPRD

Alasan Optimisme Konsumen

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan, masyarakat tetap optimistis karena perbaikan indikator ekonomi. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik menjadi 115,1, ditopang penguatan indeks penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mencapai 138,8. Meski ekspektasi lapangan kerja stagnan, keyakinan tetap menguat.

Fenomena Anomali: Menahan Belanja, Tetap Optimistis

Fenomena ini menunjukkan adanya anomali konsumsi. Masyarakat menahan pengeluaran namun tetap optimistis terhadap prospek ekonomi.(*)

Berita Terkait

Strategi BTN Menghadapi Tekanan Ekonomi 2026, Dari Tabungan Digital hingga Dana Murah
Tidak Hanya Abaikan Efisiensi, BIMTEK BPD se-Sungai Penuh juga Langgar Perwako
Suzuki Baleno Facelift Makin Canggih, Punya ADAS Level 2 dan Mesin Z12E, Harga Rp111 Jutaan
Kartu Kredit Hilang? Jangan Panik, Ini Cara Blokir, Cek Transaksi dan Ajukan Kartu Pengganti
Waspada! 5 Tanda Paylater Mulai Mengganggu Keuangan, Nomor 3 Paling Sering Terjadi
Data KTP Jangan Diumbar di Internet, Ini Cara Cegah NIK Disalahgunakan Penipu
UMKM Merangin Mulai Go Digital, Pelatihan Media Sosial di Aula Rumah Dinas Bupati Buka Peluang Pasar hingga Nasional
Daftar Pinjol Legal OJK September 2026, Cek Bunga, Biaya dan Aturan Sebelum Ajukan Pinjaman Online
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Strategi BTN Menghadapi Tekanan Ekonomi 2026, Dari Tabungan Digital hingga Dana Murah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Tidak Hanya Abaikan Efisiensi, BIMTEK BPD se-Sungai Penuh juga Langgar Perwako

Selasa, 29 September 2026 - 17:01 WIB

Suzuki Baleno Facelift Makin Canggih, Punya ADAS Level 2 dan Mesin Z12E, Harga Rp111 Jutaan

Senin, 28 September 2026 - 12:01 WIB

Kartu Kredit Hilang? Jangan Panik, Ini Cara Blokir, Cek Transaksi dan Ajukan Kartu Pengganti

Senin, 28 September 2026 - 09:01 WIB

Waspada! 5 Tanda Paylater Mulai Mengganggu Keuangan, Nomor 3 Paling Sering Terjadi

Berita Terbaru