Orang Malas Ternyata Cenderung Punya IQ Tinggi? Ini Fakta Ilmiah yang Mengejutkan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi orang malas

Ilustrasi orang malas

KESEHATAN,JS- Banyak orang menganggap kemalasan sebagai sifat negatif yang identik dengan kurang produktif dan tidak memiliki motivasi. Namun, sebuah penelitian psikologi justru menunjukkan temuan yang mengejutkan. Orang yang terlihat malas ternyata bisa memiliki tingkat kecerdasan atau IQ lebih tinggi dibandingkan mereka yang sangat aktif.

Penelitian tersebut bahkan sempat menjadi perbincangan global karena hasilnya dinilai bertolak belakang dengan pandangan masyarakat selama ini. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal psikologi internasional menemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik rendah dengan kemampuan berpikir yang lebih tinggi.

Temuan ini membuat banyak orang penasaran. Apakah benar orang malas identik dengan orang pintar? Ataukah ada penjelasan ilmiah lain di balik fenomena tersebut?

Penelitian Psikologi Ungkap Hubungan Kemalasan dan IQ Tinggi

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology pada tahun 2015 dilakukan oleh tim peneliti dari Florida Gulf Coast University, Amerika Serikat.

Para peneliti menguji puluhan mahasiswa menggunakan tes psikologis yang dikenal sebagai Need for Cognition. Tes ini bertujuan mengukur seberapa besar seseorang menikmati aktivitas berpikir mendalam dan pemecahan masalah kompleks.

Peserta diminta menjawab berbagai pertanyaan seperti:

  • “Saya menikmati tugas yang membutuhkan solusi baru.”
  • “Saya suka berpikir keras untuk memahami masalah.”
  • “Saya hanya berpikir seperlunya.”

Berdasarkan hasil tes tersebut, peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok “pemikir” dan kelompok “bukan pemikir”.

Kelompok pemikir terdiri dari individu yang sangat menikmati aktivitas mental dan analisis mendalam.

Hasil Penelitian Bikin Banyak Orang Terkejut

Setelah pembagian kelompok selesai, seluruh peserta mengenakan alat pelacak aktivitas di pergelangan tangan selama satu minggu penuh.

Perangkat tersebut mencatat tingkat aktivitas fisik setiap peserta setiap hari.

Dengan kata lain, individu yang gemar berpikir mendalam cenderung lebih banyak duduk diam dan menghabiskan waktu untuk merenung, membaca, atau memecahkan masalah di dalam pikiran mereka.

Sebaliknya, kelompok yang lebih aktif secara fisik justru lebih sering bergerak karena mudah merasa bosan ketika tidak melakukan aktivitas.

Peneliti menyebut kondisi ini sebagai bagian dari “kebutuhan kognisi” atau need for cognition.

Baca Juga :  Indonesia Teratas, Ini 7 Negara “Paling Malas” Jalan Kaki

Apa Itu Kebutuhan Kognisi?

Kebutuhan kognisi merupakan kecenderungan seseorang untuk menikmati proses berpikir yang rumit dan menantang.

Orang dengan kebutuhan kognisi tinggi biasanya memiliki karakteristik seperti:

  • Suka menganalisis sesuatu secara mendalam
  • Menikmati diskusi intelektual
  • Senang mencari solusi baru
  • Tidak cepat bosan saat berpikir
  • Gemar membaca atau mempelajari hal kompleks

Karena otak mereka terus aktif bekerja, mereka tidak membutuhkan banyak stimulasi eksternal seperti aktivitas fisik berlebihan.

Mereka justru merasa nyaman ketika duduk diam sambil memikirkan berbagai ide, konsep, atau strategi.

Inilah yang membuat sebagian orang terlihat “malas”, padahal sebenarnya otak mereka tetap bekerja secara intens.

Kenapa Orang Cerdas Cenderung Tidak Banyak Bergerak?

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa individu dengan IQ tinggi biasanya lebih sulit merasa bosan.

Mereka mampu menghibur diri sendiri melalui proses berpikir internal tanpa harus terus mencari aktivitas fisik.

Sebaliknya, orang yang mudah bosan cenderung membutuhkan stimulasi eksternal agar tetap merasa nyaman. Karena alasan itu, mereka lebih aktif bergerak, berolahraga, atau melakukan kegiatan lain.

Para peneliti menilai pola ini berkaitan dengan cara otak mengolah rangsangan dan informasi.

Orang dengan kecerdasan tinggi memiliki kemampuan lebih baik untuk mempertahankan fokus pada pemikiran abstrak dalam waktu lama. Akibatnya, mereka tidak selalu merasa perlu melakukan banyak aktivitas fisik.

Namun, penelitian ini tidak berarti semua orang malas pasti cerdas.

Studi tersebut hanya menunjukkan adanya korelasi, bukan hubungan sebab-akibat mutlak.

Orang Malas Belum Tentu Pintar

Banyak orang langsung menyimpulkan bahwa kemalasan merupakan tanda kecerdasan tinggi. Padahal, para ahli psikologi menegaskan bahwa kesimpulan tersebut terlalu sederhana.

Kemalasan tetap bisa muncul karena berbagai faktor lain seperti:

  • Kurang motivasi
  • Gangguan kesehatan mental
  • Kelelahan fisik
  • Kebiasaan buruk
  • Kurangnya tujuan hidup

Selain itu, kecerdasan juga tidak hanya diukur dari tingkat aktivitas fisik seseorang.

Seseorang tetap bisa memiliki IQ tinggi sekaligus aktif berolahraga dan produktif setiap hari.

Baca Juga :  Mengenal Perilaku Malas, Tidak Selalu Sekadar Kurang Usaha

Tidak Ada Perbedaan Signifikan Saat Akhir Pekan

Menariknya, penelitian tersebut menemukan fakta lain yang cukup unik.

Perbedaan aktivitas antara kelompok pemikir dan bukan pemikir hampir menghilang saat akhir pekan.

Para peneliti belum bisa menjelaskan secara pasti penyebab fenomena tersebut.

Namun, mereka menduga aktivitas sosial dan rutinitas akhir pekan membuat kedua kelompok memiliki pola aktivitas yang lebih mirip.

Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan, jadwal harian, dan kondisi sosial.

Fakta Psikologi Ini Viral di Berbagai Negara

Topik tentang hubungan antara kemalasan dan IQ tinggi terus menarik perhatian publik hingga sekarang.

Banyak media internasional membahas penelitian ini karena hasilnya dianggap unik dan tidak biasa.

Di media sosial, tidak sedikit orang yang bercanda menyebut diri mereka “jenius tersembunyi” karena suka rebahan atau malas bergerak.

Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan bahwa gaya hidup sehat sangat penting bagi kesehatan tubuh dan otak.

Aktivitas fisik rutin tetap membantu meningkatkan konsentrasi, menjaga kesehatan mental, dan menurunkan risiko berbagai penyakit.

IQ Tinggi Tetap Butuh Pola Hidup Seimbang

Memiliki kemampuan berpikir tinggi tidak berarti seseorang boleh mengabaikan kesehatan fisik.

Banyak penelitian lain menunjukkan bahwa olahraga ringan hingga sedang justru membantu meningkatkan fungsi otak, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan produktivitas.

Karena itu, keseimbangan antara aktivitas mental dan fisik tetap menjadi hal penting.

Orang cerdas bukan hanya mereka yang mampu berpikir kompleks, tetapi juga mampu mengelola gaya hidup secara sehat dan produktif.

Kesimpulan

Penelitian dari Florida Gulf Coast University membuka sudut pandang baru tentang hubungan antara kecerdasan dan perilaku manusia.

Studi tersebut menemukan bahwa orang yang lebih suka berpikir mendalam cenderung memiliki aktivitas fisik lebih rendah dibandingkan mereka yang mudah bosan.

Namun, hasil penelitian ini tidak berarti semua orang malas otomatis memiliki IQ tinggi.

Kemalasan tetap bisa dipengaruhi banyak faktor lain. Selain itu, kecerdasan manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar tingkat aktivitas fisik.

Meski begitu, penelitian ini berhasil membuktikan bahwa cara kerja otak manusia sering kali lebih unik daripada yang dibayangkan banyak orang.(*)

Berita Terkait

Build Atlas Tersakit 2026 di Mobile Legends, Combo Flicker Auto Savage dan Musuh Tidak Berkutik!
Rahasia Personal Branding Digital yang Bikin Karier dan Bisnis Makin Melejit di 2026
Harga Emas Pecah Rekor Rp75 Juta, Haruskah Dana Pensiun Dipindahkan ke Emas?
Bahaya Makan Terong Berlebihan, Bisa Picu Batu Ginjal dan Gangguan Jantung
Bukan Antisosial, Ini Alasan Orang Pintar Memilih Menjaga Privasi di Media Sosial
Asam Urat Tinggi? Konsumsi 7 Makanan Ini agar Kadar Asam Urat Cepat Turun
Dibuka Bulan Depan, Ini Bocoran Formasi, Syarat Daftar SSCASN dan Peluang Lolos Terbaru
Pinjol Bukan Solusi Instan! Ini Cara Cerdas Kelola Pinjaman Online agar Tidak Terjebak Utang dan Galbay
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:07 WIB

Orang Malas Ternyata Cenderung Punya IQ Tinggi? Ini Fakta Ilmiah yang Mengejutkan

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:02 WIB

Build Atlas Tersakit 2026 di Mobile Legends, Combo Flicker Auto Savage dan Musuh Tidak Berkutik!

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:03 WIB

Rahasia Personal Branding Digital yang Bikin Karier dan Bisnis Makin Melejit di 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:03 WIB

Harga Emas Pecah Rekor Rp75 Juta, Haruskah Dana Pensiun Dipindahkan ke Emas?

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:04 WIB

Bahaya Makan Terong Berlebihan, Bisa Picu Batu Ginjal dan Gangguan Jantung

Berita Terbaru