Indonesia Teratas, Ini 7 Negara “Paling Malas” Jalan Kaki

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

7 Negara yang masyarakatnya paling malas jalan kaki.

7 Negara yang masyarakatnya paling malas jalan kaki.

KESEHATAN,JS- Sebuah riset global kembali membuka mata dunia soal gaya hidup modern. Kali ini, peneliti menilai tingkat aktivitas fisik masyarakat dari jumlah langkah kaki harian, bukan dari produktivitas atau jam kerja.

Tim peneliti dari Stanford University mempublikasikan temuan tersebut dalam jurnal ilmiah Nature. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak negara besar masih gagal memenuhi standar kesehatan dari World Health Organization (WHO), yaitu minimal 5.000 langkah per hari.

Dari analisis jutaan data pelacak aktivitas, riset ini menyusun daftar tujuh negara dengan tingkat berjalan kaki terendah di dunia.

Baca Juga :  Tak Banyak yang Tahu, Ini Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari

Indonesia Paling Jarang Jalan Kaki di Dunia

Pertama, Indonesia langsung menempati posisi teratas. Rata-rata masyarakat Indonesia hanya melangkah 3.513 langkah per hari, angka terendah dalam riset ini.

Kondisi infrastruktur menjadi penyebab utama. Trotoar rusak, sempit, atau beralih fungsi membuat warga enggan berjalan kaki. Di saat yang sama, masyarakat lebih memilih sepeda motor atau mobil meski jarak tujuan tergolong dekat.

Peneliti utama, Scott Delp, menegaskan bahwa angka ini jauh di bawah rata-rata global. Ia menilai Indonesia perlu membangun budaya jalan kaki yang lebih kuat agar kesehatan masyarakat tidak terus menurun.

Arab Saudi Terhambat Cuaca Panas

Selanjutnya, Arab Saudi berada di peringkat kedua dengan 3.807 langkah per hari. Cuaca panas ekstrem membuat warga jarang berjalan kaki di luar ruangan.

Selain itu, aktivitas sosial yang berpusat di dalam gedung serta ketergantungan pada kendaraan pribadi memperkuat gaya hidup sedentari. Meski demikian, pemerintah setempat mulai mendorong pola hidup sehat melalui pembangunan fasilitas olahraga dalam ruangan.

Baca Juga :  Nyeri Dada GERD, Apakah Bisa Memicu Serangan Jantung?

Malaysia Masih Andalkan Kendaraan Bermotor

Sementara itu, Malaysia mencatat rata-rata 3.963 langkah per hari. Kepadatan lalu lintas dan minimnya jalur pejalan kaki membuat masyarakat enggan berjalan.

Akibatnya, mayoritas aktivitas harian bergantung pada kendaraan bermotor. Jarak pendek pun jarang ditempuh dengan berjalan kaki.

Filipina Terjebak Kemacetan dan Polusi

Berikutnya, Filipina menempati posisi keempat dengan 4.008 langkah per hari. Kemacetan parah di kota besar seperti Manila mengurangi kenyamanan pejalan kaki.

Di samping itu, trotoar sempit, permukaan jalan tidak rata, serta polusi udara tinggi membuat aktivitas luar ruangan terasa melelahkan dan berisiko bagi kesehatan.

Afrika Selatan Hadapi Ketimpangan Aktivitas

Kemudian, Afrika Selatan berada di urutan kelima dengan 4.105 langkah per hari. Aktivitas fisik masyarakat menunjukkan perbedaan tajam antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Meski kota besar tampak sibuk, kebiasaan berjalan kaki tetap rendah secara nasional. Kondisi ini mencerminkan tantangan besar dalam pemerataan gaya hidup sehat.

Brasil Terkendala Faktor Sosial

Setelah itu, Brasil mencatat 4.289 langkah per hari. Masalah sosial dan ekonomi memengaruhi kebiasaan aktivitas fisik masyarakat.

Tidak semua wilayah menyediakan fasilitas aman dan nyaman untuk berjalan kaki. Padahal, Brasil dikenal luas sebagai negara dengan budaya olahraga yang kuat.

Baca Juga :  TB Ginjal: Penyakit Langka yang Sering Terabaikan

India Tutup Daftar Negara Paling Pasif

Terakhir, India mencatat rata-rata 4.297 langkah per hari. Cuaca panas, polusi udara tinggi, serta kemacetan lalu lintas membuat berjalan kaki terasa tidak praktis.

Situasi ini mirip dengan Indonesia, di mana kendaraan bermotor sering menjadi pilihan utama meski jarak perjalanan relatif dekat.

Alarm Kesehatan Global

Secara keseluruhan, riset ini menegaskan bahwa rendahnya aktivitas jalan kaki tidak muncul secara kebetulan. Infrastruktur kota, kondisi lingkungan, dan budaya transportasi berperan besar dalam membentuk kebiasaan masyarakat.

Jika negara-negara tersebut tidak segera mendorong perubahan, risiko penyakit akibat gaya hidup pasif akan terus meningkat dan membebani sistem kesehatan di masa depan.(*)

Berita Terkait

Rambut Makin Tipis? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat
10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bikin Gigi Berlubang, Nomor 7 Sering Diabaikan
4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari
Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?
BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali
Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!
Durian Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Jarang Diketahui, Penderita Hipertensi Wajib Tahu!
6 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, Nomor 6 Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes Berbahaya
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Rambut Makin Tipis? Kenali 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:01 WIB

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bikin Gigi Berlubang, Nomor 7 Sering Diabaikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:01 WIB

4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:01 WIB

BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali

Berita Terbaru