OTOMOTIF,JS- Dunia otomotif kembali ramai dengan perdebatan seputar kebiasaan pengemudi mobil matik: apakah aman memindahkan tuas transmisi dari D (Drive) ke N (Neutral) saat berhenti di lampu merah atau terjebak macet. Banyak pengemudi khawatir kebiasaan ini dapat merusak transmisi, setelah beberapa konten di media sosial mengklaim demikian. Namun, fakta teknisnya justru berbeda.
Cara Kerja Transmisi Matik Saat Mobil Berhenti
Saat mobil matik berhenti total, clutch di dalam gearbox ikut berhenti bekerja, walau tuas tetap di posisi D. Hal ini terjadi karena transmisi matik modern menggunakan torque converter yang menyalurkan tenaga melalui tiga komponen utama:
- Impeller, berputar mengikuti mesin.
- Tekanan oli, menjadi media pengantar tenaga.
- Turbin (input shaft), menggerakkan roda.
Ketika mobil direm hingga berhenti, turbin ikut berhenti berputar. Akibatnya, aliran tenaga dari impeller ke turbin melalui tekanan oli juga berhenti. Dengan kata lain, transmisi otomatis tidak bekerja saat mobil diam, baik tuas berada di D maupun N.
Mengapa Kadang Muncul Hentakan?
Beberapa pengemudi merasakan hentakan ketika memindahkan tuas dari N ke D. Hentakan ini muncul karena clutch belum sepenuhnya siap menyalurkan tenaga, sementara tekanan oli dari mesin sudah meningkat.
Namun, hentakan ini berlangsung hanya beberapa sepersekian detik. Sistem clutch basah pada mobil matik meminimalkan gesekan sehingga tidak merusak transmisi. Jadi, pengemudi tidak perlu panik saat hal ini terjadi.
Mitos dan Fakta tentang Perpindahan D ke N
Banyak orang percaya sering memindahkan tuas dari D ke N akan cepat merusak transmisi. Faktanya, sistem transmisi matik modern sudah dirancang untuk menangani perpindahan ini.
Kuncinya adalah kesabaran. Saat memindahkan tuas dari N ke D, beri jeda sekitar satu detik sebelum menekan gas. Jeda ini memungkinkan tekanan oli stabil dan clutch siap menyalurkan tenaga. Hasilnya, perpindahan terasa lebih halus dan komponen transmisi tetap awet.(*)









