JEPANG,JS – Perusahaan besar Jepang, termasuk Panasonic dan Japan Display, mempercepat program pensiun dini dan mendorong pekerja senior mengundurkan diri. Langkah ini untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Data Tokyo Shoko Research mencatat 11.045 karyawan menjadi target pensiun dini sepanjang 2025 hingga 10 November. Sebagian besar bekerja di perusahaan Prime Market, khususnya sektor listrik, makanan, logam, dan mesin.
Perusahaan menargetkan pekerja berusia 50 tahun ke atas. Tren ini menandai pergeseran dari tradisi lifetime employment akibat populasi menua dan tekanan demografis.
Kelompok usia 55-64 tahun mengalami kenaikan pengangguran, dari 2,3% pada Agustus menjadi 2,8% pada September 2025.
Beberapa perusahaan memperpanjang usia pensiun hingga 65 tahun. Namun banyak yang justru menawarkan paket kompensasi untuk mempercepat pensiun dini, termasuk Mitsubishi Electric, Mitsubishi Chemical Group, dan Meiji Holdings.
Shintaro Iwai, ekonom Dai-ichi Life Research Institute, menegaskan, perusahaan kini fokus memangkas pekerjaan yang redundan untuk meningkatkan produktivitas.
Dari 41 perusahaan yang menjalankan pensiun dini, 28 masih mencatat laba. Bahkan 77% pemangkasan pekerja berasal dari perusahaan yang menguntungkan. Ini menunjukkan langkah strategis menghadapi perubahan ekonomi, bukan akibat krisis.
Pasar Tenaga Kerja Melemah
Tingkat pengangguran nasional naik menjadi 2,6% pada Agustus 2025, tertinggi lebih dari setahun. Rasio lowongan terhadap pencari kerja turun menjadi 1,20, level terendah sejak 2022.(AN)









