Harga Bawang Merah di Kerinci Turun, Petani Mengeluh

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi harga Bawang di pasar tradisional Kerinci anjlok

Ilustrasi harga Bawang di pasar tradisional Kerinci anjlok

KERINCI,JS– Harga Bawang Merah di Kerinci Turun, Petani Mengeluh

Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Kerinci kembali bergerak. Dalam sepekan terakhir, harga bawang merah turun cukup signifikan setelah sebelumnya sempat berada di level tinggi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga bawang merah yang sebelumnya mencapai Rp32.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp26.000 per kilogram. Penurunan ini langsung dirasakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang setiap hari membutuhkan bawang merah sebagai bahan utama masakan.

Baca Juga :  Kapan Hujan di Kerinci, Berikut Prediksi BMKG

Nita, pedagang di Pasar Semurup, mengatakan distribusi bawang merah berjalan lancar sehingga stok di pasar meningkat. Di sisi lain, permintaan juga menurun setelah harga sempat melonjak. “Stok sekarang banyak, jadi harga ikut turun,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada komoditas bawang putih. Hingga saat ini, harga bawang putih di pasar tradisional Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih bertahan stabil. Pedagang belum melihat adanya kenaikan maupun penurunan harga yang berarti.

Baca Juga :  Gubernur Diminta Lebih Perhatian ke Kerinci dan Sungai Penuh

Namun, penurunan harga bawang merah justru menimbulkan keluhan di kalangan petani. Mereka mengaku kondisi tersebut menekan pendapatan, terlebih saat biaya produksi terus meningkat. Harga pupuk dan obat-obatan pertanian saat ini dinilai semakin mahal.

Frijal, salah seorang petani bawang merah di Kerinci, menyebut turunnya harga sangat berdampak pada penghasilan petani. Ia berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan harga di tingkat pasar. “Kami berharap harga bawang merah kembali stabil. Jangan sampai memberatkan masyarakat, tetapi juga jangan merugikan petani,” katanya.

Ke depan, masyarakat berharap harga pangan tetap terkendali seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Pada saat yang sama, pemerintah daerah diharapkan terus memantau kondisi pasar guna menjaga ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok.(AN)

Berita Terkait

Musrenbang 2027 Bungo Bongkar Fokus Baru: Infrastruktur dan Sawit Jadi Penopang Ekonomi
Update Terbaru Dana Desa Kerinci dan Sungai Penuh: 248 Desa Sudah Cair
Terungkap! 9 ASN Jambi Dipecat Akibat Judi Online dan Pinjol Ilegal, Ini Fakta Lengkapnya
Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi
Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya
Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis
Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran
Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 10:30 WIB

Musrenbang 2027 Bungo Bongkar Fokus Baru: Infrastruktur dan Sawit Jadi Penopang Ekonomi

Rabu, 1 April 2026 - 10:00 WIB

Update Terbaru Dana Desa Kerinci dan Sungai Penuh: 248 Desa Sudah Cair

Rabu, 1 April 2026 - 08:00 WIB

Terungkap! 9 ASN Jambi Dipecat Akibat Judi Online dan Pinjol Ilegal, Ini Fakta Lengkapnya

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:30 WIB

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:30 WIB

Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya

Berita Terbaru