Shock! Harga LPG Non-Subsidi Naik Drastis, Ini Rincian & Tips Hemat Gas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Kenaikan harga LPG non-subsidi kembali terjadi dan langsung memicu perhatian publik. Mulai 18 April 2026, PT Pertamina resmi menyesuaikan harga Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg di berbagai wilayah Indonesia. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga menekan biaya operasional pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Lonjakan harga ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain itu, fluktuasi harga energi dunia turut mendorong penyesuaian harga di dalam negeri. Akibatnya, masyarakat harus mengatur ulang pengeluaran bulanan, terutama untuk kebutuhan dapur.

Daftar Harga LPG Non-Subsidi Terbaru April 2026

Berikut rincian harga LPG non-subsidi terbaru setelah penyesuaian:

  • Bright Gas 12 Kg
  • Isi ulang (refill): ± Rp248.000
  • Tabung + isi: ± Rp762.000
  • Bright Gas 5,5 Kg
  • Isi ulang (refill): ± Rp127.000
  • Tabung + isi: ± Rp410.000

Harga tersebut bisa berbeda di tiap daerah. Faktor distribusi, jarak pengiriman, serta biaya logistik membuat harga di lapangan tidak selalu sama.

Kenapa Harga LPG Naik? Ini Penyebab Utamanya

Kenaikan harga LPG non-subsidi tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa faktor utama yang mendorong lonjakan harga:

1. Harga Energi Global Melonjak

Harga minyak dan gas dunia terus mengalami kenaikan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mempersempit pasokan energi global. Kondisi ini langsung berdampak pada harga LPG impor.

2. Nilai Tukar Rupiah Melemah

LPG non-subsidi bergantung pada impor. Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya pembelian LPG ikut meningkat.

3. Mekanisme Pasar Bebas

Berbeda dengan LPG subsidi, harga LPG non-subsidi mengikuti harga pasar. Pemerintah tidak mengatur harga secara langsung.

Baca Juga :  Update Harga Emas Terbaru Hari Ini: Stabil atau Akan Melonjak?, Cek Harganya Disini

Dampak Kenaikan LPG ke Masyarakat & UMKM

Kenaikan ini tidak hanya sekadar angka. Dampaknya terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari:

  • Biaya memasak rumah tangga meningkat
  • Harga makanan di warung dan restoran berpotensi naik
  • Margin keuntungan UMKM semakin tipis
  • Daya beli masyarakat tertekan

Banyak pelaku usaha kecil mulai mencari alternatif agar tetap bertahan. Beberapa bahkan mulai mengurangi produksi atau menaikkan harga jual.

LPG Subsidi 3 Kg Tetap Aman

Di tengah kenaikan harga LPG non-subsidi, pemerintah tetap menjaga stabilitas LPG subsidi 3 kg. Harga gas melon masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun, pemerintah terus mengingatkan bahwa:

LPG subsidi hanya untuk masyarakat kurang mampu Penggunaan harus tepat sasaran

Jika masyarakat mampu tetap menggunakan LPG subsidi, distribusi bisa terganggu dan memicu kelangkaan.

Cara Hemat LPG di Tengah Harga Naik

Kenaikan harga bukan berarti Anda tidak bisa berhemat. Berikut strategi sederhana yang bisa langsung diterapkan:

1. Gunakan Api Secukupnya

Api besar tidak selalu mempercepat masakan matang. Justru, api kecil stabil lebih efisien.

2. Tutup Panci Saat Memasak

Teknik ini mempercepat proses memasak dan menghemat gas.

3. Gunakan Peralatan Berkualitas

Kompor dan regulator yang baik membantu pembakaran lebih efisien.

4. Masak Sekali untuk Beberapa Menu

Strategi ini mengurangi frekuensi penggunaan gas.

Prediksi Harga LPG ke Depan

Jika harga energi global tetap tinggi, kemungkinan besar harga LPG non-subsidi masih berpotensi naik. Namun, jika kondisi geopolitik membaik dan nilai tukar stabil, harga bisa kembali terkendali.

Baca Juga :  Tokopedia & TikTok Shop Terapkan Biaya Logistik 1 Mei 2026: Seller Tertekan, Harga Produk Berpotensi Naik!

Karena itu, masyarakat perlu mulai beradaptasi dengan pola konsumsi energi yang lebih efisien.

FAQ

Apakah LPG subsidi ikut naik?

Tidak. LPG 3 kg tetap stabil sesuai kebijakan pemerintah.

Kenapa LPG non-subsidi mahal?

Karena mengikuti harga pasar global dan nilai tukar rupiah.

Apakah harga sama di semua daerah?

Tidak. Harga berbeda tergantung distribusi dan lokasi.

Bagaimana cara membeli LPG dengan harga resmi?

Beli di pangkalan resmi atau distributor terpercaya.

Kesimpulan

Kenaikan harga LPG non-subsidi April 2026 membawa dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha. Faktor global menjadi penyebab utama, sehingga perubahan harga sulit dihindari.

Meski begitu, masyarakat tetap bisa menyiasati kondisi ini dengan penggunaan yang lebih efisien dan bijak. Selain itu, pemerintah menjaga stabilitas LPG subsidi agar tetap terjangkau bagi yang membutuhkan.(*K

Berita Terkait

Gaji TKI Makin Menggiurkan! Simak Negara Asia dengan Penghasilan Tertinggi bagi Pekerja Indonesia 2026
PBB Tak Dibayar Bertahun-tahun, Apakah Tanah Bisa Disita Negara? Ini Fakta Hukumnya
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 Juni 2026
Mengapa PPPK 2026 Jadi Buruan? Fakta Gaji, Tunjangan, dan Masa Depan ASN Terungkap
Adakah Perubahan?, Intip Harga Emas Perhiasan Hari Ini 5 Juni 2026
Anggaran Dipangkas, MBG Fokus Daerah Terpencil dan Jaga Keamanan Pangan
Modal Bisnis Online Makin Mudah, Ini Cara Ajukan KUR BNI 2026 untuk Dropshipper dan Seller Marketplace
Jangan Asal Klik! BKN Pastikan Pengumuman CPNS 2026 yang Viral di Media Sosial Adalah Hoaks
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:01 WIB

Gaji TKI Makin Menggiurkan! Simak Negara Asia dengan Penghasilan Tertinggi bagi Pekerja Indonesia 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PBB Tak Dibayar Bertahun-tahun, Apakah Tanah Bisa Disita Negara? Ini Fakta Hukumnya

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:05 WIB

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 Juni 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:34 WIB

Mengapa PPPK 2026 Jadi Buruan? Fakta Gaji, Tunjangan, dan Masa Depan ASN Terungkap

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WIB

Adakah Perubahan?, Intip Harga Emas Perhiasan Hari Ini 5 Juni 2026

Berita Terbaru

Kode redeem FC Mobile hari ini

Dunia Game

Update Terbaru, Kode Redeem FC Mobile 6 Juni 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 01:02 WIB