JAMBI,JS– Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali turun pada pekan ini. Setelah sempat menguat pada awal Februari, pasar berbalik arah. Tekanan pasar global dan pergerakan harga minyak nabati langsung menekan harga di tingkat pekebun.
Pasar Global Tekan Harga Sawit
Sejak awal 2026, harga sawit naik turun. Permintaan global sempat mendorong kenaikan. Namun peningkatan pasokan dan fluktuasi harga minyak nabati pesaing membatasi penguatan.
Kondisi tersebut mendorong penyesuaian harga di daerah. Pekebun pun menghadapi perubahan harga yang cepat setiap pekan. Pelaku usaha terus memantau harga crude palm oil (CPO) sebagai penentu arah pasar.
Disbun Jambi Tetapkan Harga Terbaru
Tim penetapan harga Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menetapkan harga TBS periode 13–19 Februari 2026 dan mencatat koreksi pada kelompok usia 10–20 tahun. Kelompok ini menghasilkan produktivitas paling tinggi dan menjadi patokan transaksi di lapangan.
Harga TBS usia 10–20 tahun turun Rp45,52 per kilogram menjadi Rp3.598,16 per kilogram. Pekebun sebelumnya sempat menikmati kenaikan harga pada kelompok usia ini.
Daftar Harga TBS Berdasarkan Usia Tanam
Berikut rincian harga TBS periode 13–19 Februari 2026:
- Usia 3 tahun: Rp2.801,77/kg
- Usia 4 tahun: Rp2.999,03/kg
- Usia 5 tahun: Rp3.136,43/kg
- Usia 6 tahun: Rp3.267,03/kg
- Usia 7 tahun: Rp3.349,37/kg
- Usia 8 tahun: Rp3.421,27/kg
- Usia 9 tahun: Rp3.488,20/kg
- Usia 10–20 tahun: Rp3.598,16/kg
- Usia 21–24 tahun: Rp3.491,58/kg
- Usia 25 tahun: Rp3.334,46/kg
Selain itu, tim menetapkan harga CPO sebesar Rp14.423,27 per kilogram. Tim juga menetapkan harga minyak inti sawit sebesar Rp12.470,91 per kilogram dengan Indeks K 94,35 persen.
Pekan Lalu Harga Sempat Naik
Pada periode 6–12 Februari 2026, harga TBS usia 10–20 tahun mencapai Rp3.643,58 per kilogram. Kenaikan tersebut sempat meningkatkan optimisme pekebun di tengah tingginya biaya pupuk dan perawatan kebun.
Namun pekan ini pasar kembali melemah. Pergerakan tersebut menegaskan ketergantungan harga sawit pada dinamika pasar global.
Harapkan Harga Stabil
Pekebun kini mengharapkan stabilitas harga dalam beberapa pekan ke depan. Harga yang stabil membantu mereka menjaga pendapatan.
Saat ini, pekebun menghadapi kenaikan biaya pupuk, tenaga kerja, dan perawatan kebun. Oleh karena itu, kepastian harga memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan usaha sawit rakyat.(*)









