Himbara Ditinggal Asing, Tapi Justru Ini yang Bikin Analis Optimistis

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan saham Himbara.(Sumber/Google)

Ilustrasi pergerakan saham Himbara.(Sumber/Google)

BISNIS,JS- Sentimen negatif yang sempat membayangi saham bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Meski investor asing masih mencatatkan aksi jual, analis menilai sektor perbankan pelat merah tetap memiliki daya tarik kuat dalam jangka panjang.

Pandangan ini muncul di tengah volatilitas pasar saham Indonesia sejak awal Februari 2026. Namun demikian, pelaku pasar melihat tekanan tersebut lebih bersifat sementara ketimbang mencerminkan pelemahan fundamental.

Baca Juga :  Berbeda dari MSCI dan FTSE, S&P Justru Rebalance Saham RI!

Saham Himbara Kompak Menguat di Tengah Tekanan Asing

Di tengah sentimen global yang belum kondusif, saham-saham Himbara justru menutup perdagangan Rabu (18/2/2026) di zona hijau. PT Bank Mandiri Tbk memimpin penguatan setelah naik 3,94% ke Rp 5.275.

Selanjutnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk menguat 1,83% ke Rp 1.390, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk naik 1,32% ke Rp 3.830. Adapun PT Bank Syariah Indonesia Tbk naik 1,28% ke Rp 2.380 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk bertambah 0,22% ke Rp 4.490.

Penguatan ini menunjukkan minat beli domestik masih menopang pergerakan saham perbankan, meskipun asing belum sepenuhnya kembali masuk.

Arus Dana Asing Masih Selektif Sejak Awal Februari

Meski mencatatkan kenaikan harian, sebagian besar saham Himbara masih menghadapi tekanan jual asing secara bulanan. BBRI memimpin aksi net sell dengan nilai Rp 371,55 miliar, disusul BBNI sebesar Rp 321,03 miliar dan BRIS sekitar Rp 190 miliar.

Baca Juga :  Dividen Bank Mandiri 2025 Diproyeksi Naik, Investor Wajib Tahu!

Sebaliknya, investor asing masih membukukan net buy pada BMRI senilai Rp 1,94 triliun dan BBTN sebesar Rp 220,19 miliar. Kondisi ini mencerminkan sikap selektif investor dalam memilih saham perbankan dengan likuiditas dan fundamental yang paling kuat.

Tekanan Datang dari Global dan Sentimen Rating

Lebih jauh, tekanan pasar tidak muncul tanpa sebab. Sejak awal bulan, pasar saham Indonesia menghadapi sejumlah isu besar, mulai dari pembekuan evaluasi indeks oleh MSCI, hingga pemangkasan outlook perbankan oleh Moody’s Ratings.

Meski begitu, pelaku pasar menilai sentimen tersebut lebih bersifat jangka pendek dan tidak mengubah prospek dasar sektor perbankan nasional.

Volatilitas Rupiah Jadi Pemicu Aksi Jual Asing

Menurut Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, investor asing saat ini lebih memilih mengurangi eksposur karena volatilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, pasar juga masih menanti kepastian arah kebijakan suku bunga global.

“Ketidakpastian suku bunga The Fed bertepatan dengan fase normalisasi margin bunga bersih dan biaya dana perbankan. Kondisi ini membuat investor cenderung menahan posisi,” ujar Wafi.

Namun, ia menegaskan bahwa persepsi asing terhadap perbankan Indonesia tetap positif untuk jangka panjang.

Baca Juga :  Mau Kaya Seperti Buffett? Terapkan 6 Strategi Investasinya

Penurunan BI Rate Bisa Jadi Titik Balik

Lebih lanjut, Wafi memprediksi arus dana asing akan kembali masuk ketika transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia mulai terasa di sektor perbankan dan rupiah bergerak lebih stabil.

“Peluangnya muncul mulai pertengahan tahun ini,” jelasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan analisis Kiwoom Sekuritas Indonesia. Analis Miftahul Khaer menilai gejolak pasar saat ini hanya memengaruhi aliran dana jangka pendek, bukan kepercayaan jangka panjang investor.

Fundamental Kuat Jadi Penopang Utama

Miftahul menekankan bahwa perbankan nasional masih memiliki modal yang solid, rasio kredit bermasalah yang terjaga, serta tingkat profitabilitas yang sehat. Dengan fondasi tersebut, ia memperkirakan persepsi investor asing akan pulih secara bertahap seiring stabilisasi pasar global.

Selain faktor fundamental, pergerakan nilai tukar dan aliran dana ke emerging markets akan menentukan arah saham Himbara pada paruh pertama 2026. Meski volatilitas masih membayangi, prospeknya tetap konstruktif.

Rekomendasi Saham: Fokus Akumulasi Bertahap

Dari sisi strategi, Miftahul merekomendasikan accumulate buy untuk BBRI dan BMRI dengan target harga masing-masing Rp 4.500 dan Rp 5.950. Sementara itu, Wafi memilih BMRI, BBRI, BBNI, dan BBTN sebagai saham unggulan dengan target harga berturut-turut Rp 6.300, Rp 5.025, Rp 5.500, dan Rp 1.800.

Dengan kombinasi fundamental yang solid dan potensi pemulihan sentimen global, saham Himbara dinilai masih layak dikoleksi secara bertahap oleh investor berorientasi jangka menengah hingga panjang.(*)

Berita Terkait

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya
55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional
OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah
Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS
Kenapa BI Guyur Likuiditas Rp 427,5 T? Ini Tujuannya
Harga Emas Hari Ini Melonjak, Cek Rinciannya!
Lelang SUN Sepi Peminat, Pemerintah Tetap Kantongi Rp40 Triliun
Target 80 Ribu KDMP Tercapai, Bagaimana Nasib Mini Market
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:00 WIB

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:00 WIB

55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:00 WIB

OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:30 WIB

Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:00 WIB

Kenapa BI Guyur Likuiditas Rp 427,5 T? Ini Tujuannya

Berita Terbaru

Buruan klaim kode redeem PUBG hari ini

Dunia Game

Buruan Klaim, Kode Redeem PUBG Mobile 22 Februari 2026

Minggu, 22 Feb 2026 - 05:00 WIB

Kode redeem kenshin Impact terbaru

Dunia Game

Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa, 10 Kode Redeem Genshin Impact

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:30 WIB

Kode redeem MLBB Hari ini

Dunia Game

Baru Rilis, Kode Redeem Mobile Legends Diburu Pemain

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:00 WIB

Ria Ricis

Selebritis

Rencana Umrah Gagal, Ria Ricis Singgung Soal Travel Bermasalah

Minggu, 22 Feb 2026 - 03:00 WIB