OTOMOTIF,JS– Honda PCX Tetap Jadi Favorit, Ini Rahasia Hemat Biaya
Sejak diluncurkan di Indonesia pada 2010 sebagai unit CBU (Completely Built Up) dari Thailand, Honda PCX langsung mencuri perhatian sebagai pelopor skutik premium di kelas 150 cc. Kehadiran motor ini mengguncang pasar otomotif nasional, sebelum PT Astra Honda Motor (AHM) mulai memproduksi All New Honda PCX secara lokal pada 2017.
Meskipun persaingan di kelas skutik premium semakin ketat, terutama dengan Yamaha NMAX, Honda PCX tetap mendapat tempat khusus di hati penggunanya.
Total Cost of Ownership Jadi Pertimbangan Utama
Salah satu alasan konsumen tetap memilih Honda PCX terlihat dari ajang MOTOR Plus Award 2021. Honda PCX 160 meraih predikat Best Total Cost of Ownership (TCO) di kategori Matic Medium High.
TCO membantu calon pembeli melihat gambaran lengkap pengeluaran motor selama satu tahun. Dengan begitu, mereka bisa memperhitungkan semua biaya nyata yang muncul setelah motor berada di garasi, bukan sekadar harga beli.
Efisiensi Biaya Operasional
Honda PCX unggul berkat tiga aspek utama yang langsung terasa oleh pemilik:
- Konsumsi Bahan Bakar Lebih Hemat
Teknologi mesin eSP+ terbaru membuat Honda PCX sangat efisien dalam penggunaan BBM. Pemilik dapat menghemat biaya operasional setiap hari. - Biaya Servis Ringan
Jaringan bengkel resmi AHASS yang luas dan suku cadang dengan harga kompetitif membuat biaya perawatan tetap terjangkau. - Pajak Kendaraan Stabil
Pajak tahunan untuk skutik bongsor ini cenderung rendah dan stabil, sehingga pengaturan anggaran menjadi lebih mudah bagi pemilik motor.
Performa, Kenyamanan, dan Biaya Jadi Kunci Kesetiaan
Kombinasi antara performa handal, kenyamanan berkendara, dan efisiensi biaya membuat Honda PCX tetap diminati, meski persaingan di segmen skutik premium semakin sengit. Konsumen Indonesia tampaknya tidak hanya mencari gaya, tetapi juga motor yang hemat dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.(*)









