TANJABTIM,JS- Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, bergerak cepat mengantisipasi potensi kebakaran pada bulan suci Ramadhan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni memberikan edukasi pencegahan kebakaran kepada kelompok ibu rumah tangga (IRT) di seluruh wilayah.
Langkah ini dinilai tepat sasaran. Pasalnya, aktivitas rumah tangga—khususnya memasak—meningkat signifikan selama Ramadhan. Pemerintah daerah pun ingin memastikan masyarakat lebih waspada sejak awal.
Ibu Rumah Tangga Jadi Fokus Utama Sosialisasi
Bupati Tanjabtim, Dillah Hikmah Sari, menegaskan bahwa pemerintah telah menyampaikan edukasi secara berjenjang. Sosialisasi itu mengalir dari camat, kepala desa, hingga ketua RT di tingkat lingkungan.
Menurutnya, ibu rumah tangga memegang peran kunci dalam aktivitas dapur, terutama saat menyiapkan sahur dan berbuka puasa. Karena itu, pemerintah menempatkan kelompok ini sebagai fokus utama pencegahan kebakaran.
Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lengah saat menggunakan kompor, gas, maupun peralatan listrik.
Aktivitas Ramadhan Picu Peningkatan Risiko
Pola aktivitas warga berubah drastic selama ramadhan. Warga lebih sering memasak pada dini hari dan sore menjelang berbuka. Kondisi ini secara langsung meningkatkan potensi kebakaran rumah tangga.
Oleh sebab itu, pemerintah meminta setiap keluarga meningkatkan kewaspadaan, terutama di jam-jam rawan.
Permukiman Kayu Rentan Penyebaran Api
Di sisi lain, karakteristik permukiman di Tanjabtim turut memperbesar risiko kebakaran. Banyak rumah warga masih menggunakan material kayu, sehingga api mudah menyebar saat terjadi percikan kecil.
Kesalahan sederhana seperti lupa mematikan kompor, kabel listrik terkelupas, atau instalasi tidak standar bisa berakibat fatal. Kerugian materi hingga korban jiwa menjadi ancaman nyata jika kewaspadaan menurun.
Karena itu, pemerintah daerah terus mengingatkan warga agar tidak menyepelekan potensi bahaya.
Aparat Wilayah Turun Langsung ke Lingkungan Warga
Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab Tanjabtim menggerakkan seluruh jajaran pemerintahan wilayah. Camat dan kepala desa diminta aktif mengoordinasikan ketua RT agar rutin mengingatkan warga.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap tercipta lingkungan yang lebih aman dan siaga selama Ramadhan.
Enam Kebakaran Terjadi dalam Dua Bulan Terakhir
Data Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tanjabtim menunjukkan, sepanjang Januari hingga akhir Februari 2026, enam peristiwa kebakaran rumah terjadi di wilayah tersebut. Fakta ini menegaskan bahwa ancaman kebakaran masih cukup tinggi.
Menjelang Ramadhan, dua kejadian besar bahkan terjadi di Kecamatan Muara Sabak Timur. Pada 20 Februari 2026, kebakaran melanda Desa Kota Raja dan menghanguskan satu rumah warga.
Tak berselang lama, pada 23 Februari, api kembali melahap tiga rumah non-permanen di Desa Lambur Luar.
Pemerintah Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Rangkaian peristiwa tersebut memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk terus mengingatkan masyarakat. Pemkab Tanjabtim mengajak seluruh warga agar tidak lengah, terutama selama Ramadhan yang sarat aktivitas rumah tangga.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, risiko kebakaran diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.(*)
Sumber Berita: ANTARANews









