Liburan ke Korea Makin Mudah, WNI Bisa Masuk Tanpa Visa

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana salah satu bandara Korea Selatan ditengah kebijakan pembebeasan visa untuk pelancong Indonesia

Suasana salah satu bandara Korea Selatan ditengah kebijakan pembebeasan visa untuk pelancong Indonesia

INTERNASIONAL,JS– Pemerintah Korea Selatan menyiapkan kebijakan bebas visa bagi wisatawan Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk menarik 30 juta wisatawan internasional dalam beberapa tahun ke depan.

Kebijakan tersebut masuk dalam paket reformasi pariwisata nasional yang mencakup pelonggaran visa, perluasan rute penerbangan regional, serta penertiban praktik penipuan harga yang kerap merugikan wisatawan.

Baca Juga :  Kuliah di Korea, Berikut Tips Lolos Beasiswa GKS Korea

Bebas Visa untuk Rombongan Wisata Indonesia

Sebagai tahap awal, pemerintah Korea Selatan akan menguji coba bebas visa bagi wisatawan Indonesia yang bepergian dalam kelompok minimal tiga orang. Uji coba ini menargetkan peningkatan kunjungan wisata berbasis rombongan, terutama dari Asia Tenggara.

Mengutip laporan Korea Times, Korea juga memperluas fasilitas visa jangka panjang. Wisatawan asal Tiongkok dan negara Asia Tenggara yang pernah mengunjungi Korea sebelumnya dapat mengajukan visa masuk ganda lima tahun. Sementara itu, warga dari kota-kota besar di kawasan tersebut berpeluang memperoleh visa hingga 10 tahun.

Selain Asia, Korea Selatan juga mengincar wisatawan Eropa. Pemerintah akan memperluas penggunaan gerbang imigrasi otomatis bagi warga Uni Eropa.

Saat ini, fasilitas imigrasi otomatis baru tersedia bagi pelancong dari 18 negara, termasuk Jepang, Singapura, dan Australia.

Baca Juga :  Singapura Perketat Perbatasan, Maskapai Bisa Tolak Penumpang

Pemerintah mengumumkan seluruh langkah tersebut dalam Pertemuan Strategi Pariwisata Nasional ke-11 pada Rabu, 25 Februari 2026. Presiden Lee Jae Myung memimpin langsung pertemuan yang dihadiri Perdana Menteri Kim Min-seok, menteri dari 15 lembaga negara, serta pelaku industri pariwisata.

Dalam arahannya, Lee menegaskan pariwisata harus menjadi industri strategis nasional. Ia menilai pariwisata tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga membangun pengalaman budaya yang berkesan dan mendorong kecintaan global terhadap Korea.

Sejalan dengan itu, Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young menyebut kebijakan ini hadir di tengah masa keemasan budaya Korea. Pemerintah meluncurkan inisiatif bertajuk K-Tourism Merangkul Dunia untuk mengubah popularitas K-culture menjadi kunjungan nyata.

Pada 2025, Korea Selatan mencatat lebih dari 18 juta wisatawan mancanegara. Angka tersebut melampaui rekor pra-pandemi dan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan 2024.

Pemerintah Arahkan Wisata ke Luar Seoul

Di sisi lain, pemerintah berupaya mengurangi kepadatan wisata di Seoul dengan mendorong kunjungan ke daerah lain. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi akan membuka lebih banyak penerbangan internasional langsung ke bandara regional.

Baca Juga :  Ekonomi Jepang: Aset Lansia Mengendap di Rekening Bank

Pemerintah juga menambah penerbangan penghubung domestik dari Incheon ke berbagai wilayah. Selain itu, layanan bus bandara larut malam akan diperluas hingga Provinsi Chungcheong dan Gangwon.

Kampanye Visit Korea Year 2027–2029

Sebagai penguat strategi jangka panjang, pemerintah menyiapkan kampanye Visit Korea Year untuk periode 2027–2029. Kampanye ini akan menonjolkan pariwisata berbasis gaya hidup, mulai dari K-beauty, K-food, hingga pengalaman K-hiking.

Melalui pendekatan tersebut, Korea Selatan ingin menawarkan pengalaman yang lebih personal. Wisatawan tidak hanya diajak berkunjung, tetapi juga merasakan kehidupan sehari-hari layaknya warga lokal—sekaligus mengubah ketertarikan pada budaya Korea menjadi kunjungan berulang.(*)

Berita Terkait

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru
Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage
Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading
Kurs Yen Jepang Hari Ini Sabtu 26 September 2026: ¥10.000 Setara Rp1,13 Juta, Cek Konversi Lengkap JPY ke IDR
Cloves Health Benefits: 7 Potential Health Benefits of Eugenol-Rich Cloves You Should Know
Bitcoin, Ethereum Rally More Than 14% in a Week as Institutional Money Drives Crypto Market
1 Ringgit Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs MYR ke IDR 24 September 2026, Lengkap 100 dan 1.000 MYR
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:23 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Selasa, 29 September 2026 - 20:31 WIB

Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru

Selasa, 29 September 2026 - 02:01 WIB

Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage

Senin, 28 September 2026 - 04:01 WIB

Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading

Sabtu, 26 September 2026 - 20:30 WIB

Kurs Yen Jepang Hari Ini Sabtu 26 September 2026: ¥10.000 Setara Rp1,13 Juta, Cek Konversi Lengkap JPY ke IDR

Berita Terbaru